Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Negara Terkorup hingga Jumlah Fantastis Uang Korupsi, Cek Yuk!

by Sindhi Aderianti on 9 Desember, 2019

Tahukah kamu bahwa ternyata ada Hari Anti Korupsi Sedunia? Diperingati setiap tanggal 9 Desember 2019, ide Hari Anti Korupsi Sedunia pertama kali digagas Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan pada Oktober 2003. Di hadapan 191 anggota Majelis Umum PBB, ia menyatakan kalau praktik korupsi menjadi penyebab utama memburuknya perekonomian suatu bangsa, dan menjadi penghalang upaya mengurangi kemiskinan dan pembangunan.

Oleh karena itu, diperlukan kerja sama tingkat internasional untuk mengantisipasi tindakan korupsi, menyelidiki, serta menghukum para pelakunya. Peringatan itu pun diharapkan bisa mendorong lahirnya Undang-undang korupsi di setiap negara.

KPK di Indonesia

Indonesia sendiri telah lama memiliki Lembaga Tinggi Negara yang khusus menangani tindak kaum elit tersebut, melalui Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Lembaga ini terlahir dari Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. KPK merupakan lembaga yang bersifat independen, artinya dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bebas dari kekuasaan manapun.

Terakhir, KPK mengklaim sudah berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp63,9 triliun selama masa kepemimpinan Agus Rahardjo. Uang gelap tersebut bersumber dari pencegahan Rp34,7 triliun, dari supervisi Rp29 triliun, dan dari gratifikasi Rp159,3 miliar.

(Baca juga: Indonesia dan Hari Anti Korupsi Sedunia)
Negara Paling Korup

Begitu menjamurnya kasus korupsi di Indonesia, ternyata masih tak seberapa jika dibandingkan dengan negara lain. Transparency International, Global Corruption Watchdog (pengawas korupsi global), punya daftar negara paling korup di dunia.

Melansir dailymail.co.uk pada Rabu (30/1/2019), Somalia dinilai paling korup di dunia dengan skor 10. Lalu diikuti oleh Suriah, Sudan Selatan, Yaman, Korea Utara, Sudan, Guinea-Bissau, Guinea Ekuatorial, Afghanistan, dan Libya.

Transparency International juga menyoroti Hungaria dan Amerika Serikat, di mana AS tersingkir dari daftar top 20 ‘negara terbersih’. Negara adikuasa ini kehilangan empat poin dan keluar dari 20 negara terbersih untuk pertama kalinya sejak 2011. Sementara politik Hongaria lebih bernuansa otokratis turun delapan poin.

Sedangkan menurut TII (Transparency International Indonesia), perkorupsian Indonesia kini menduduki peringkat ke-89 dari seluruh negara di dunia, dengan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) naik menjadi 38.

Korupsi, Uangnya Buat Apa Aja Sih?

Pertanyaan seperti ini mungkin saja muncul di benak sejumlah orang. Gaji pejabat-pejabat tinggi yang nolnya sudah hampir offside dari layar m-banking, kok bisa ya masih merasa kurang? Dari beberapa kasus korupsi yang pernah terjadi di Indonesia, gaya hidup menjadi alasan paling mendasar.

Seorang oknum pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Payakumbuh, Sumatera Barat, AG (32) baru saja diduga menyelewengkan dan menggelapkan uang miliaran rupiah uang milik BRI dan nasabah. Mirisnya, uang tersebut digelapkan dan dihabiskan untuk permainan judi online.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Bambang Widjojanto kepada media pernah mengatakan korupsi yang dilakukan laki-laki juga tak luput dari godaan membiayai WIL alias ‘wanita idaman lain’. Sehingga para istri perlu lebih waspada terhadap hal ini.

Adapun di kasus lain yakni suap proyek di Labuhanbatu, Sumatera Utara yang dilakukan Umar Ritonga, KPK menyebutkan uang sebesar Rp500 juta itu ia gunakan untuk membeli rumah di atas satu hektare lahan sawit di Kabupaten Siak.

Kasus Korupsi di Dunia

Korupsi adalah masalah kompleks yang memengaruhi aspek sosial, ekonomi, dan politik di hampir semua negara. Melansir dari Lolwot, berikut 6 politisi dengan skandal korupsi paling edan di dunia.

1. Saddam Husein

Presiden Irak periode 1979-2003 ini pernah tersandung kasus korupsi besar-besaran yang menyangkut kepentingan sosial, Beberapa jam sebelum invasi Amerika Serikat, ia memerintahkan Bank Sentral Irak untuk mentransfer uang sejumlah USD1 miliar dari kas pemerintah ke rekening pribadinya. Menurut penyelidikan Senat AS, Saddam Hussein telah menggelapkan sekitar USD21 miliar dari penjualan minyak dan program bantuan makanan.

2. Ferdinand Marcos

Sebelum diberhentikan lewat revolusi yang oleh rakyat Filipina. Selama presiden Filipina dari 1965-1986 ini menjabat, hutang negara tumbuh dari USD1 miliar menjadi USD25 miliar. Kekayaannya didapatkan secara ilegal lewat pengambilalihan perusahaan swasta besar, pinjaman pemerintah kepada kroni, dan suapnya dari perusahaan swasta. Marcos pun dikabarkan pernah menggelapkan sekitar USD5 miliar sampai dengan 10 miliar dari kas Filipina ke rekening pribadinya.

3. Soeharto

Rezim presiden kedua RI ini, dianggap yang paling korup di abad ke-20. Bagaimana tidak, ia dan keluarganya punya kendali terkuat atas perusahaan swasta dan badan amal di Indonesia. Transparency International memperkirakan, Soeharto memiliki uang hingga USD35 miliar selama 32 tahun ia berkuasa. Namun pada 1998, Soeharto mengundurkan diri usai demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh mahasiswa dan masyarakat sipil.

4. Humberto Moreira

Bukan dari kalangan presiden, kali ini tokoh pejabat yang juga tergoda dengan uang haram korupsi adalah Gubernur Coahuila, Meksiko Humberto Moreira. Ia tercatat pernah melakukan mega korupsi yang nilanya sangat fantastis di tahun 2016. Menurut pihak berwajib setempat, nilainya diperkirakan mencapai USD2,8 miliar atau setara dengan Rp362 triliun. Bahkan imbas dari ulahnya tersebut, Meksiko sempat mengalami krisis keuangan terburuk sepanjang sejarah.

5. Jayalalitha

Ada sekitar 46 dakwaan korupsi yang dijatuhkan pada Jayalalitha, seperti kasus transaksi aset yang tidak proporsional, penggelapan dana televisi, serta penipuan impor batu bara senilai hampir USD100 Juta. Seluruh harta kekayaan berupa emas batangan seberat 28 kilogram dan 90 buah jam tangan mewah, dan masih banyak lagi pun disita oleh pihak kepolisian. Kini wanita tersebut dinon-aktifkan dari jabatannya akibat tindak korupsi yang konon terbesar di India.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.