Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Ngurah Rai Fokus Layani Rute Internasional demi Wisatawan Asing

by Gentur Putro Jati on 29 Juli, 2019

Rendahnya jumlah kunjungan wisatawan asing ke Bali sepanjang tahun ini membunyikan alarm tanda bahaya bagi Pemerintah Indonesia.

Sebab, selama ini Bali merupakan destinasi wisata andalan Indonesia yang berperan sebagai magnet wisatawan asing.

Wisatawan Asing Liburan ke Bali - CekAja

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat terjadinya penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke daerahnya pada April 2019 sebesar 7,83 persen.

Padahal secara historis, jumlah wisman yang datang ke Bali mulai menanjak naik pada bulan April setelah melalui periode low season sepanjang November, Desember, Januari, dan Februari.

BPS Bali mencatat jumlah wisman yang masuk ke Bali melalui moda transportasi udara dan laut mencapai 380.380 orang pada April 2016.

(Baca juga: Jajal Serunya Wisata Kampung Adat di Jawa Barat, Apa Saja?)

Kemudian meningkat di April 2017 menjadi 477.460 orang, dan meningkat lagi di April 2018 menjadi 516.780 orang. Tapi, di April 2019 jumlahnya turun menjadi 476.330 orang.

Menurut data negara asal wisatawan asing, yang paling banyak datang ke Bali sepanjang April 2019 didominasi oleh turis China (19,78 persen), disusul Australia (18,95 persen), India (5,34 persen), Inggris (5,14 persen), dan Amerika Serikat (4,65 persen).

Dua Penyebab Penurunan

Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho mengatakan, meski tak sampai 10 persen, penurunan ini bisa berdampak pada perekonomian Bali yang sangat mengandalkan sektor pariwisata.

Asal tahu saja, sebesar 40 persen pendapatan masyarakat dan pelaku usaha Bali berasal dari sektor tersebut.

Adi berpendapat, setidaknya ada dua alasan yang menyebabkan penurunan jumlah wisman ke Bali.

Pertama, karena turis asing mulai bosan dengan fasilitas pariwisata di Bali.

Kedua, berjalannya program 10 Bali Baru di daerah lain membuat wisatawan asing mulai beralih ke daerah-daerah tersebut.

“Dua-duanya menurut saya perlu diidentifikasi dengan baik supaya upaya-upaya memulihkan tren itu bisa dicarikan jalan,” kata Adi beberapa waktu lalu.

Prioritaskan Penerbangan Internasional

Untuk menambah jumlah turis yang berkunjung ke Bali, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berinisiatif memberi solusi dengan memprioritaskan slot penerbangan untuk take off dan landing bagi maskapai asing. Maupun maskapai nasional yang terbang mengangkut wisatawan dari luar negeri.

“Waktu yang disukai atau golden time mereka itu pukul 23.00 malam sampai pukul 7 pagi, oleh karena itu prioritas akan diberikan pada penerbangan yang membawa turis-turis itu,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Ia menjelaskan, kedatangannya ke Bali untuk menindaklanjuti arahan Presiden bahwa turis itu harus diperhatikan dan ditingkatkan jumlahnya.

Salah satu upaya yang dilakukan, menurut Budi Karya adalah menambah slot penerbangan, khususnya bagi penerbangan rute internasional.

Pembatasan Penerbangan

Selain itu, Budi Karya juga akan membatasi penerbangan dengan pesawat sekelas ATR-72 yang mendarat ke Bali sebagai dampak memberikan prioritas bagi penerbangan internasional.

“Kita akan buat cluster yang menuju Bali. Dari beberapa kota-kota kecil tidak masuk kesini, kecuali kota-kota itu memang hanya dijangkau dengan pesawat sekelas ATR-72,” ujarnya.

Hal lainnya yang akan dilakukan, menurut Menhub, yaitu akan membatasi ground time atau waktu naik-turun penumpang yaitu tidak lebih dari 3 jam.

“Melalui upaya-upaya itu kami berharap ke depan kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dapat bertambah 30 persen dan diperioritaskan bagi penerbangan internasional,” ujarnya.

Hingga kini PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai pengelola bandara Ngurah Rai melayani 34 maskapai asing dengan 47 rute penerbangan dari dan menuju Bali.

Untuk penerbangan domestik sendiri saat ini ada delapan maskapai domestik dengan 22 rute penerbangan.

Potensi Traffic

Saat ini, Kemenhub menerima permohonan terbang menuju Bali dari sembilan maskapai, yaitu dari Jepang, Taipei, Bangladesh, Kamboja, Australia, Singapura, Abu Dhabi, dan Malaysia.

“Dengan adanya sembilan flight ini jika di rata-rata antara 200-300 orang penumpang per flight, maka paling tidak ada tambahan 2.000 orang setiap hari. Jadi kurang lebih 30 persen kenaikannya,” jelas Budi Karya.

(Baca juga: 10 Negara yang Paling Sering Dikunjungi Wisatawan)

Waduh, kalau wisatawan asing sudah kekurangan minat untuk liburan ke Bali, semoga kamu tetap antusias berlibur ke Pulau Dewata itu ya.

Ingat, bahwa Pemerintah sudah menyediakan tiket pesawat low cost carrier dengan harga lebih murah setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu yang bisa kamu manfaatkan untuk liburan seru bersama keluarga.

Jangan lupa manfaatkan berbagai promo kartu kredit untuk bikin liburanmu lebih ekonomis. Pilih dan ajukan aplikasi kartu kredit yang memberikan banyak keuntungan buatmu lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Gentur Putro Jati

Ego in debitum, ergo sum

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami