Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Nyepi di Bali, Cek Jurus Anti Mati Gaya Ini!

by Sindhi Aderianti on 6 Maret, 2019

Kurang dari 24 jam, umat Hindu akan memperingati Hari Raya Nyepi. Hari besar ini biasanya dimulai pukul 06.00 WITA dan berlangsung selama 24 jam sejak matahari terbit.

Nyepi membawa misi menjadikan alam semesta bersih, serasi, selaras, dan seimbang bagi kesejahteraan umat manusia. Maka dalam pelaksanaannya, ada 4 berata penyepian yang wajib dipatuhi, yaitu Amati Karya (tidak boleh bekerja), Amati Geni (tidak boleh menyalakan api), Amati Lelungan (tidak boleh bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak boleh bersenang-senang).

Hal itu membuat suasana Nyepi di Bali tidak seperti hari-hari pada umumnya. Salah satu pantangan yang begitu terasa untuk para wisatawan adalah Amati Lelanguan.

Dimana mereka tidak diperbolehkan keluar penginapan, apalagi bersenang-senang selama Nyepi. Bila tetap memaksa untuk bepergian, nantinya polisi adat atau pecalang yang akan mengawasi ketertibaan.

Daya Pikat Bali Saat Nyepi

Selama berlangsungnya Nyepi, banyak pelancong yang mengurungkan niatnya sementara untuk berlibur di Bali. Kendati semua jalanan, tempat wisata, dan segala fasilitas lainnya harus ditutup.

Tapi sebenarnya, Nyepi memiliki daya pikat yang berbeda. Mulai dari sore hari sebelum Nyepi, kamu bisa menikmati pawai Ogoh-Ogoh pada sejumlah jalan besar.

Ogoh-ogoh adalah boneka raksasa dari bubur kertas dan rangka bambu yang diarak dalam acara Ngrupuk. Maknanya sebagai roh jahat yang harus dimusnahkan.

Maka itu setelah diarak, ogoh-ogoh ersebut nantinya dibakar sebagai simbol pemurnian diri. Begitu malam tiba, memang tidak ada penerangan apapun.

Penggunaan lampu sangat dibatasi, termasuk di penginapan. Meski begitu, momen ini tak lantas menakutkan bagi setiap wisatawan.

Pancaran sinar dari bintang-bintang dan lampu-lampu kapal di kejauhan justru menjadi pengganti yang lebih indah untuk dinikmati.

(Baca juga: 5 Tips Jitu Dapatkan Akomodasi Murah di Bali)
Catatan Penting Selama Libur Nyepi di Bali

Apabila sudah terlanjur merencanakan kunjunganmu ke Bali akhir pekan ini, jangan khawatir. Kamu tetap bisa menikmati keindahan Pulau Dewata, kok.

Hanya saja demi kenyamanan bersama ketika Nyepi, patuhi aturan-aturan berikut:

1. Jangan terbang di hari H

Tetap ingin menghabiskan long weekend di Bali? Pastikan kamu sudah membeli tiket pesawat yang jadwal keberangkatannya jatuh sebelum Hari Raya Nyepi.

Karena selama Nyepi berlangsung, pihak Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai biasanya menginformasikan kepada pihak maskapai dan biro perjalanan untuk menutup semua pembelian tiket.

Saat Nyepi pula, bandara, pelabuhan, serta terminal diliburkan. Untuk itu, sebaiknya lakukan perencaan soal transportasi ini dengan baik.

2. Tidak keluar dari penginapan

Siapapun tanpa terkecuali, dilarang sementara waktu untuk keluar dari penginapan saat Nyepi. Hal ini sudah menjadi aturan penyepian Amati Lelungan.

Di sinilah pentingnya mencari penginapan yang ciamik. Kamu tetap bisa menikmati liburan lewat fasiliat-fasilitas hotel seperti kolam renang, spa, atau fitness center.

Di samping itu, cobalah lakukan beberapa kegiatan lain yang tak kalah menyenangkan, seperti menonton film.

Pemerintah Bali biasanya meminta stasiun TV domestik untuk menghentikan sementara siaran mereka, namun untungnya aturan tersebut tak diberlakukan untuk siaran tv kabel dan internet.

 (Baca juga: 10 Tempat Wisata di Bali yang Gratis Tapi Eksotis)
3. Siapkan makanan dan perbekalan lain

Perlu diingat juga, hampir semua restoran maupun kafe akan tutup selama Nyepi berlangsung. Jadi kamu disarankan untuk menyetok sejumlah perbekalan selama 24 jam.

Mulai dari makanan, persediaan air minum, hingga obat-obatan. Bila sakit, segera lapor petugas hotel untuk menelepon klinik atau rumah sakit terdekat.

Nantinya, ambulans akan menjemputmu untuk penanganan lebih lanjut. Karena hanya ambulans yang diperbolehkan berlalu alang, sementara kendaraan yang lain tidak.

4. Batasi penerangan

Ketika Nyepi, semua penerangan harus dipadamkan sementara. Tak terkecuali pada tempatmu menginap.

Lampu di bagian kamar boleh saja tetap menyala, asalkan balkon dan terasnya tidak. Tirai kamar juga harus tertutup rapat, tujuannya untuk menghindari sinar lampu yang kemungkinan tampak dari luar.

Meski wisatawan boleh menggunakan alat elektronik atau gadget, namun pastikan kamu tidak menyalakannya dengan volume besar agar tidak membuat kegaduhan.

(Baca juga: 7 Desa Ini Bikin Liburan ke Bali Jadi Tidak Terlupakan)
5. Hormati proses upacara adat

Ada banyak rangkaian budaya dan upacara keagamaan yang menarik untuk disaksikan pada saat Nyepi. Misalnya, upacara melasti atau omed-omedan.

Hormati semua proses tersebut dengan tidak berjalan di depan rombongan umat, apalagi sampai melangkahi sesajen yang baru saja dihaturkan. Nah, rekomendasi untuk mendapatkan rangkaian terbaik upacara tersebut adalah di hari kedua sebelum hingga  pasca Nyepi.

Di tengah keheningan sekalipun, Pulau Dewata ternyata masih bisa menjadi tempat berlibur yang istimewa. Walaupun suasananya akan terasa berbeda, daya tarik Bali selama Hari Raya Nyepi justru memberi pengalaman wisata sekaligus spiritual yang sangat berkesan.

Lagipula perayaan tersebut hanya berlangsung 24 jam saja. Selebihnya, kamu tetap dapat berwisata seperti biasa.

Kemana pun rencana liburanmu di long weekend ini, jangan lupa proteksi diri dengan asuransi perjalanan. Banyak keuntungan yang bisa kamu dapat melalui jaminan tersebut. Tidak percaya? Buktikan sendiri dengan mengunjungi website CekAja.com.

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami