7 Obat Sembelit untuk Ibu Hamil dari yang Alami hingga Obat Pencahar

Di trimester kedua, ibu hamil rentan sekali terkena sembelit. Oleh karenanya, obat sembelit untuk ibu hamil, baik yang berbahan alami maupun obat pencahar sangat dibutuhkan.

Masa kehamilan adalah masa-masa yang bisa dibilang paling ditunggu oleh calon ibu dan pasangannya.

Namun di masa ini, bumil harus selalu memperhatikan kesehatan, terutama jika terjadi perubahan hormon.

Pasalnya, saat perubahan hormon dialami, ibu hamil justru rentan terserang berbagai penyakit.

Meskipun sebenarnya penyakit tersebut masih tergolong ringan, namun tetap saja menimbulkan ketidaknyamanan.

Nah, salah satu penyakit yang katanya rentan menyerang ibu hamil adalah sembelit.

Sembelit pada Ibu Hamil, Kok Bisa?

Faktanya, hampir 50 persen wanita yang sedang hamil dapat mengalami sembelit. Penyakit ini bahkan dianggap wajar terjadi, karena adanya peningkatan hormon progesteron.

FYI, hormon progesteron adalah hormon yang tugasnya untuk mempersiapkan tubuh di masa kehamilan.

Ketika seorang wanita hamil, kadar dari hormon progesterone bakal mengalami peningkatan. Fungsi hormon ini ialah untuk menjaga otot rahim agar lebih rileks, sekaligus menjaga dinding rahim tetap tebal saat janin terus berkembang.

Nah, dari peningkatan hormon progesteron inilah, ibu hamil dapat mengalami sembelit.

Sebab, efek dari hormon progesteron mencakup keseluruhan otot halus di tubuh, termasuk pula pencernaan.

Alhasil, usus menyerap lebih banyak air dari normalnya serta pergerakannya menjadi kian melambat.

Bukan hanya menimbulkan rasa tak nyaman saja, jika sembelit tidak segera diobati, kondisi ini justru bisa memicu penyakit lainnya seperti wasir.

(Baca Juga: 8 Manfaat Senam Hamil untuk Ibu dan Janin)

7 Obat Sembelit untuk Ibu Hamil

Lalu, apa obat sembelit untuk ibu hamil yang bagus? Nah, obat sembelit untuk ibu hamil ini bisa berupa obat pencahar maupun alami.

Dan berikut rekomendasinya seperti mengutip dari banyak sumber.

1. Mengonsumsi makanan tinggi serat

Obat sembelit untuk ibu hamil yang pertama adalah dengan mengonsumsi makanan tinggi serat.

Ini adalah pengobatan alami yang tentu saja tidak menimbulkan efek samping, jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

Makanan tinggi serat akan membantu melancarkan sistem pencernaan, sehingga bumil mudah untuk buang air besar. Bahkan idealnya, untuk seorang wanita hamil, kebutuhan akan serat yang mesti dipenuhi ialah sekitar 35 gr per harinya.

Adapun makanan berserat yang baik untuk dikonsumsi di masa kehamilan, yaitu:

  • Sayuran hijau seperti bayam, sawi hijau, brokoli, selada, dan brokoli
  • Roti gandum, oatmeals, jagung, dan beras merah
  • Buah-buahan seperti apel, pepaya, semangka, kurma, pisang, dan strawberry
  • Kacang-kacangan seperti almond

2. Banyak minum air putih

Bisa dibilang ini adalah obat sembelit untuk ibu hamil yang paling praktis dan memberikan dampak besar bagi tubuh.

Sebab, enggak cuma membuat tubuh tetap terhidrasi saja, minum air putih paling tidak 2 liter atau 12 gelas setiap harinya akan membantu melunakan tinja, sehingga proses BAB pun lancar.

Selain itu, ibu hamil juga disarankan untuk mengonsumsi air hangat yang dicampur perasan lemon, di mana fungsinya juga sama yakni untuk melancarkan buang air besar.

Hindari mengonsumsi minuman berkafein yang justru bisa menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi.

3. Mengonsumsi obat bulk laxative

Kemudian, obat sembelit untuk ibu hamil yang juga direkomendasikan adalah obat pencahar berjenis bulk laxative. Obat ini bisa didapat di apotik dengan merk Metilselulosa, Sekam, serta Sterculia.

Bulk laxative adalah obat pencahar yang biasa berbentuk bubuk yang dilarutkan dalam segelas air, serta tersedia pula dalam bentuk tablet dan cair.

Obat berjenis bulk laxative digunakan untuk membuat feses menjadi bertekstur lunak dan lebih besar, sehingga proses BAB mudah.

Obat ini aman untuk digunakan oleh ibu hamil. Namun sebaiknya tidak dikonsumsi dalam waktu lama karena ditakutkan berisiko terhadap fungsi tubuh.

Mengenai efek sampingnya, obat berjenis bulk laxative ini tentu dapat menimbulkan efek samping diantaranya perut kembung, yang juga disertai kram.

Oleh karenanya, saat mengonsumsi obat sembelit ini, penting bagi ibu hamil untuk selalu minum air putih dan menggunakan bulk laxative dalam dosis rendah saja.

4. Penuhi asupan probiotik

Obat sembelit untuk ibu hamil yang berikutnya adalah dengan mengonsumsi probiotik.

Probiotik sendiri memang hidup di sistem pencernaan tubuh, yang mana bentuknya seperti mikroorganisme berupa bakteri.

Selain ada pada tubuh, probiotik juga bisa ditemukan pada produk-produk makanan dan minuman.

Nah, produk inilah yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil saat mengalami sembelit.

Beberapa produk probiotik yang efekfit untuk melancarkan sistem pencernaan adalah yoghurt, tempe, kimchi, serta miso.

5. Mengonsumsi obat Dulcolax

Mengandung bisacodyl, obat sembelit untuk ibu hamil yang satu ini dapat memicu pergerakan usus, sehingga buang air besar menjadi lancar.

Tidak hanya itu saja, Dulcolax juga dapat digunakan untuk membersihkan usus sebelum menjalani operasi. Namun, penggunaannya tetap harus sesuai dengan anjuran dari dokter.

Dulcolax tersedia dalam bentuk tablet dan cair. Khusus ibu hamil, produk ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

Kemudian sebelum menggunakannya, lebih baik berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter agar mendapatkan informasi yang jelas dan tepat.

(Baca Juga: 3 Posisi Tidur Ibu Hamil yang Aman)

6. Rutin berolahraga

Kalau obat sembelit untuk ibu hamil yang satu ini termasuk cara alami dan memang banyak dianjurkan oleh dokter kandungan.

Di masa kehamilan, seorang wanita tidak diperbolehkan untuk bermalas-malasan.

Sebagai gantinya, wanita hamil wajib beraktivitas fisik paling tidak jalan kaki selama 10 menit untuk membuat seluruh tubuh bergerak, sehingga jauh dari risiko susah BAB.

Selain jalan kaki, olahraga juga yang direkomendasikan untuk wanita hamil ialah yoga dan berenang.

Kedua aktivitas tersebut akan merangsang tubuh agar bergerak lebih baik, termasuk pula usus.

7. Mengonsumsi obat Laktulosa

Obat sembelit untuk ibu hamil yang terakhir adalah dengan mengonsumsi obat pencahar berupa Laktulosa.

Cara kerja obat ini hampir serupa dengan obat pencahar pada umumnya, yakni untuk membuat tinja lebih lunak.

Laktulosa hanya bisa dikonsumsi sesuai dengan resep dokter. Namun umumnya, untuk orang dewasa, obat ini bisa diminum kira-kira dengan dosis awal 15-45 ml per hari.

Pada ibu hamil, obat Laktulosa sendiri tergolong yang minim risiko.

Bahkan menurut laman Hello Sehat, tidak ada penelitian yang pasti mengenai risiko penggunaan Laktulosa terhadap ibu hamil.

Meski begitu, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu ke dokter kandungan sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat Laktulosa.

Nah, itu dia sederet obat sembelit untuk ibu hamil, baik yang alami maupun dari medis.

Meski dianggap cukup efektif, namun ada baiknya memang seorang wanita hamil mengontrol gaya hidupnya agar tetap sehat.

Selain memberikan perlindungan dari dalam, disarankan pula untuk ibu hamil dan keluarga agar memiliki asuransi kesehatan.

Asuransi kesehatan akan membantu meng-cover segala risiko yang berhubungan dengan kesehatan maupun kecelakaan.

Tidak hanya itu saja, produk finansial ini pula bakal mengurangi risiko kerugian akibat dari terkurasnya ekonomi untuk membayar ongkos medis.

Belum Memiliki Asuransi Kesehatan?

Enggak perlu cemas jika belum memiliki asuransi kesehatan. Setelah membaca artikel ini, kamu bisa langsung apply di halaman utama CekAja.com.

CekAja siap membantu kamu untuk menentukan produk asuransi kesehatan terbaik sekaligus proses pengajuannya yang tentu saja praktis karena dilakukan secara online.

Dengan premi terjangkau dan bantuan klaim cepat, yuk langsung miliki asuransi kesehatan terbaik versimu hanya dari CekAja.com!