Olimpiade Tokyo 2020 Tertunda, Ini Sejarah Olimpiade dari Masa ke Masa

4 min. membaca Oleh Kyla Damasha on

Dikarenakan pandemi virus corona yang masih mewabah hingga saat ini, maka Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara resmi telah mengumumkan bahwa penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 akan ditunda.

olimpiade tokyo ditunda

Pernyataan ini disampaikan oleh pihak IOC pada hari Selasa, 24 Maret 2020, melalui situs resmi mereka. Sebelum keputusan atas penundaan Olimpiade Tokyo 2020 dibuat, Presiden IOC, yaitu Thomas Bach telah terlebih dahulu melakukan telekonferensi dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Akan tetapi, guna menjaga kesehatan para atlet beserta orang-orang yang terlibat di dalam pertandingan Olimpiade dan Komunitas Internasional, maka diputuskan bahwa penundaan ini tidak akan lebih dari musim panas 2021.

(Baca Juga: 6 Event Olahraga Dunia yang Terdampak Corona)

Meski begitu, walaupun Olimpiade Tokyo ditunda menjadi tahun 2021, tetapi nama dari ajang perlombaan ini tetap diberi nama Olimpiade Tokyo 2020. Nah, bagi yang belum tahu, sebenarnya apa sih Olimpiade Tokyo 2020 ini?

Di dalam kesempatan kali ini, kita akan mengulas tentang Olimpiade Tokyo 2020 beserta sejarah olimpiade dari masa ke masa. Yuk disimak bersama-sama.

Olimpiade Tokyo 2020

Sesuai dengan namanya, Olimpiade Tokyo 2020 merupakan ajang pertandingan olahraga bertaraf internasional yang akan diadakan di Tokyo, Jepang. Pada awalnya, pertandingan ini direncanakan untuk diselenggarakan pada 24 Juli 2020 – 8 Agustus 2020.

Akan tetapi, dikarenakan hingga saat ini penyebaran virus corona Covid-19 masih terlihat belum mereda di sejumlah negara, maka diputuskan bahwa Olimpiade Tokyo 2020 akan ditunda sampai tahun 2021 mendatang.

Diikuti oleh sekitar 11.000 atlet dari berbagai negara disertai dengan bidangnya masing-masing, pada nantinya para penonton dapat menyaksikan pertandingan olahraga favorit mereka, seperti volley, basketball, memanah, berenang, badminton, dan masih banyak lagi.

Melihat hal tersebut, tentunya Olimpiade Tokyo 2020 ini juga akan menjadi salah satu pertandingan olahraga terbesar, yang juga diikuti oleh sekitar 140 negara dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Sejarah Olimpiade dari Masa ke Masa

Setelah sebelumnya kita sudah membahas tentang Olimpiade Tokyo 2020, kira-kira kamu penasaran gak sih mengenai sejarah olimpiade dari masa ke masa.

Walaupun terdengar membosankan, sebenarnya mempelajari sejarah itu merupakan salah satu hal yang cukup menyenangkan lho.

Nah, sejarah dimulai pada tahun 776 sebelum masehi, ketika olimpiade pertama diadakan di kota Olympia, Yunani.

Pada saat itu, masyarakat Yunani menyelenggarakan sebuah kompetisi olahraga yang diikuti oleh seluruh warga untuk menghormati dewa tertinggi mereka, yaitu Dewa Zeus.

Maka dari itu, nama “olimpiade” itu sendiri juga diambil dari gunung Olimpus, yang mana dipercaya sebagai kediaman Dewa Zeus.

Pada saat itu, peserta dan penonton hanya dibatasi khusus kaum pria saja, karena seluruh atlet yang berkontribusi diharuskan untuk bertanding dengan tubuh telanjang.

Olimpiade kuno ini mencapai puncaknya pada abad ke-6 dan ke-5, dan kemudian secara perlahan mulai menurun hingga benar-benar menghilang pada tahun 393 M, seiring dengan jatuhnya Yunani ke tangan Romawi.

Barulah pada abad ke-19, Olimpiade dihidupkan kembali oleh bangsawan Perancis bernama Pierre Fredy Baron de Coubertin.

Olimpiade modern pertama diselenggarakan di Athena, Yunani, pada tahun 1896, yang pada saat itu diikuti oleh 14 negara dengan total 241 atlet yang siap berlaga di dalam 43 pertandingan.

Namun pada saat itu, perempuan masih belum diizinkan untuk berpartisipasi. Keikutsertaan atlet putri baru mulai diizinkan pada Olimpiade Paris yang diselenggarakan pada tahun 1900.

Kemudian sejak tahun 1896 hingga sekarang, Olimpiade Musim Panas terus diadakan setiap empat tahun sekali, kecuali pada masa Perang Dunia II. Sementara itu Olimpiade Musim Dingin justru baru dimulai pada tahun 1924.

Simbol

Dikenal sebagai “Cincin Olimpiade”, simbol dari olimpiade itu sendiri terdiri dari lima buah cincin yang saling berkaitan.

Cincin-cincin ini melambangkan kesatuan dari lima benua yang ada di bumi, yang mana warna yang terdapat di dalam simbol merepresentasikan benua yang berbeda dengan latar berwarna putih yang membentuk bendera Olimpiade.

Bendera ini sudah ada sejak tahun 1914, namun baru mulai dikibarkan untuk pertaa kalinya pada Olimpiade Antwerpen 1920 yang diselenggarakan di Belgia.

Cabang Olahraga

Sebelumnya, Olimpiade memiliki sekitar 35 cabang olahraga yang berkompetisi. Namun pada tahun 2002, Kongres Komite Internasional Olimpiade (IOC) mulai membatasinya menjadi maksimal 28 cabang olahraga, 301 pertandingan dan 10.500 atlet yang dapat berpartisipasi.

Pada Olimpiade London yang diselenggarakan pada tahun 2012 silam, justru hanya terdapat 26 cabang olahraga.

Hal tersebut dikarenakan pada saat itu olahraga softball dan baseball dianggap tidak sesuai dengan revisi yang dilakukan oleh Kongres IOC pada tahun 2005.

Tetapi pada Olimpiade Rio 2016, jumlah cabang olahraga kembali menjadi 28 dengan menambahkan olahraga Rugby dan Golf.

Pemenang dan Medali

Di setiap cabang olahraga yang diadakan, para atlet dan tim yang berhasil memenangkan pertandingan akan mendapatkan medali berupa emas untuk juara pertama, perak untuk juara kedua, dan perunggu untuk juara ketiga.

Pada dahulu kala, medali emas yang diberikan adalah emas sungguhan. Namun, setelah Olimpiade Stockholm pada tahun 1912, pemenang tidak lagi mendapatkan medali murni melainkan perak yang dilapisi oleh emas yang masih berlaku hingga saat ini.

Sementara itu format tiga medali yang baru saja disebutkan pertama kali diperkenalkan di dalam Olimpiade St. Louis pada tahun 1904.

(Baca Juga: Daftar Situs Nonton Streaming Liga Inggris 2019/2020)

Rekor atlet pemegang medali terbanyak dipegang oleh perenang asal Amerika Serikat bernama Michael Phelps yang mengantongi sebanyak 18 emas, 2 perak, dan 2 perunggu hasil dari Olimpiade yang ia ikuti sejak tahun 2004 sampai dengan 2012.

Tidak hanya itu, Amerika Serikat juga mengantongi rekor sebagai negara dengan medali terbanyak, yaitu 1072 emas, 860 perak, dan 749 perunggu dari 48 Olimpiade yang diikuti.

Sedangkan untuk Indonesia, dari 14 Olimpiade yang diikuti berhasil memperoleh 6 medali emas, 10 medali perak, dan 11 medali perunggu.

Tentang kami

Kyla Damasha

Kyla Damasha