Operasi Zebra 2020 Mulai Berlaku, Catat Jenis-jenis Pelanggarannya Ini!

4 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri pada

Mulai hari ini (26/10), kepolisian Indonesia mulai memberlakukan Operasi Zebra 2020, yang rencananya bakal serentak dilakukan di sejumlah wilayah di tanah air. Operasi ini akan berlangsung hingga 8 November mendatang, atau kurang lebih dua pekan lamanya.

Apa Itu Operasi Zebra?

Tiap memasuki akhir tahun, pihak Satuan Lalu Lintas akan selalu menggelar kegiatan razia lapangan, yang diberi nama Operasi Zebra.

Aktivitas ini sepenuhnya dianggap paling memiliki dampak, karena tingkat penegakan hukumnya yang lebih tinggi.

Tujuan Operasi Zebra sendiri tak lepas dari keinginan aparat kepolisian, dalam menertibkan para pemilik kendaraan saat mengendara. Sehingga, kondisi lalu lintas tetap aman dan kondusif.

Biasanya, operasi zebra ini dilaksanakan menjelang perayaan natal dan tahun baru.

Namun, enggak jarang juga kepolisian melakukannya lebih awal, seperti Operasi Zebra 2020 ini.

Terdapat juga Operai Simpatik, Operasi Patuh, serta Operasi Ketupat dan Lilin

Bukan hanya Operasi Zebra saja, polisi juga biasanya menggelar razia di jalan raya, yang mungkin beberapa diantaranya kamu ketahui.

Mulai dari Operasi impatik, Operasi Patuh, hingga Operasi Ketupat dan Lilin.

Operasi Simpatik

Operasi Simpatik adalah kegiatan razia lapangan yang biasanya dilakukan menjelang perayaan Hut Polri.

Dinamakan Operasi Simpatik, sebab kegiatannya dilakukan dengan cara simpatik, guna meningkatkan kesadaran masyarakat saat berkendara.

Sehingga, jarang sekali adanya tindakan hukum pada operasi ini.

Operasi Patuh

Berikutnya Operasi Patuh. Kegiatan ini bisa dibilang memiliki tingkat penegakan hukum yang cukup besar. Di mana, polisi tak akan segan untuk menilang pengendara, baik motor maupun mobil yang jelas-jelas melanggar peraturan.

Operasi Ketupat dan Lilin

Operasi ini secara khusus dilakukan pada dua perayaan besar sekaligus, yaitu mudik lebaran serta natal dan tahun baru. Kegiatan ini biasanya dijuluki pula sebagai operasi kemanusiaan.

(Baca Juga: 4 Aturan Berkendara saat PSBB Transisi Jakarta)

Beberapa Pelanggaran yang Dikenai Tilang pada Operasi Zebra 2020

Seperti yang tadi sudah dijelaskan, biasanya Operasi Zebra berlaku tiap akhir tahun.

Untuk tahun ini sendiri, aktivitas razia yang dinamai Operasi Zebra 2020 ini rencanaya berlangsung dari 26 Oktober hingga 8 November 2020 mendatang, atau kurang lebih selama dua pekan.

Mengutip dari berbagai sumber, menurut Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yugo, selama Operasi Zebra 2020, pihaknya akan lebih banyak melakukan tindakan preemtif dan preventif.

Sebagai informasi, umumnya tindakan preemtif dan preventif merupakan upaya-upaya pencegahan yang dilakukan oleh kepolisian, untuk menghindari terjadinya tindak pidana.

Keduanya sendiri dilakukan selayaknya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya mengenai aturan berkendara di jalan raya.

Meski lebih mengedepankan sosialisasi ketimbang tidakan hukum, namun enggak menutup kemungkinan jika sewaktu-waktu ada yang kedapatan melanggar peraturan, bakal ditindak.

Lebih lanjut Sambodo menuturkan, bahwa untuk Operasi Zebra 2020 ini, pihak kepolisian Satuan Lalu Lintas nantinya lebih berfokus pada jenis-jenis pelanggaran, seperti:

  • Melawan arus lalu lintas
  • Pelanggaran stop-line atau marka jalan
  • Tidak menggunakan helm ber-SNI
  • Menerobos ke jalur Transjakarta
  • Boncengan tiga
  • Kelebihan muatan kendaraan
  • Memakai knalpot resing
  • Bermain HP saat berkendara
  • Tidak menggunakan sabuk pengaman

Pengendara Harus Patuhi Protokol Kesehatan Selama Operasi Zebra 2020 Berlaku

Meski enggak termasuk dalam aturan penilangan Operasi Zebra 2020, namun pihak kepolisian Indonesia juga mengingatkan kepada para pengendara untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Protokol tersebut antara lain seperti memakai masker saat berkendara dan menjaga jarak, khususnya bagi pengguna kendaraan roda empat.

Jika nantinya terlihat pengendara yang lalai akan protokol kesehatan, polisi bakal tetap memberikan teguran bagi mereka, walaupun Operasi Zebra 2020 ini tidak berfokus pada permasalahan tersebut.

Pasalnya, untuk aturan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, bukan termasuk ranah kepolisian. Namun, operasi yustisi ini di tindak-lanjuti oleh Satpol PP.

Sanksi Pelanggaran Selama Operasi Zebra 2020

Mengenai sanksi pelanggarannya, Operasi Zebra 2020 ini sebetulnya cukup menguras kantong.

Apalagi untuk empat pelanggaran yang memang jadi prioritas dalam kegiatan razia ini.

Keempat pelanggaran yang dimaksud tersebut, diantaranya melawan arus, menerobos jalur busway, tidak menggunakan helm, dan melanggar marka jalan.

Pelanggaran atas penilangan itu nantinya didasarkan dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Berikut aturan yang terdapat dalam UU Nomor 22 Tahun 2009, yang dijadikan ketetapan sanksi dalam Operasi Zebra 2020:

  • Pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dan garis stop-line: Dikenakan sanksi pidana kurungan selama 2 bulan atau denda paling banyak senilai Rp500 ribu.
  • Pengendara yang melawan arus: Dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak senilai Rp500 ribu.
  • Pengendara yang tidak menggunakan helm ber-SNI: Dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama sebulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.
  • Pengendara yang membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm atau mengenakan tetapi bukan berlabel SNI: Dikenakan sanksi kurungan paling lama sebulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.
  • Pengendara yang sengaja/ketahuan memasuki jalur busway: Dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

(Baca Juga: Ketentuan Biaya Denda Ganjil Genap Jakarta)

Ditilang saat Operasi Zebra 2020? Urus dengan E-Tilang saja!

Terus, bagaimana jika ketahuan melanggar saat Operasi Zebra 2020 berlangsung? Tenang, gak perlu menghadiri sidang!

Soalnya sekarang sudah ada pelayanan tilang online, yang disebut e-tilang.

E-tilang ini memungkinkan kamu untuk mengurus surat tilang tanpa harus mendatangi pengadilan. Ini berarti saat akan membayar denda tilangnya, kamu bisa langsung membayarnya lewat rekening BRI.

Kemudian, bukti pembayarannya dapat diserahkan ke pihak penindak untuk nantinya ditukar dengan barang bukti yang disita sewaktu razia dilakukan.

Nah, itu tadi informasi mengenai Operasi Zebra 2020. Ingat, patuhi selalu aturan lalu lintas, demi kenyamanan dan keselamatan sesama pengendara ya.

Aturan Lalu Lintas Wajib Ditaati, Sisanya Biarkan Asuransi yang Melindungi

Kalau untuk urusan perlindungan selama berkendara sih, memang sudah semestinya tiap orang memiliki asuransi ya, apalagi asuransi kesehatan.

Asuransi jenis ini memiliki banyak sekali manfaatnya.

Bukan hanya untuk meminimalisir risiko penyakit saja, namun juga untuk pemberian pelayanan atas risiko kecelakaan kerja dan kecelakaan diri.

Maka dari itu, jangan ragu lagi untuk membeli asuransi kesehatan, di mana kamu bisa mengajukannya lewat CekAja.com.

Di CekAja, prosedur pengajuannya sangatg mudah dan praktis, serta dilengkapi cakupan manfaat yang luas sekaligus bantuan klaim cepat.

Gimana, menguntungkan bukan?

Yuk, miliki produk terbaik dari CekAja dan nikmati seluruh manfaatnya.

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri