Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Ternyata Ini yang Bikin Film ‘Parasite’ Menang Golden Globes 2020

by Sindhi Aderianti on 9 Januari, 2020

Ajang penganugerahan film Golden Globe Awards 2020 baru saja rampung diselenggarakan. Satu hal yang menarik perhatian, film Parasite keluar sebagai pemenang dari kategori Best Motion Picture – Foreign Language. Konon, penghargaan bergensi tersebut sukses mencetak sejarah baru bagi perfilman Korea Selatan!

film Parasite

Parasite bukanlah k-drama yang sekadar mengangkat kisah romansa picisan. Menganalogi sifat parasit, kesenjangan sosial menjadi kritik besar yang diciptakan oleh sang sutradara lewat perjuangan hidup keluarga Ki. Hal ini membuat kita sadar, bahwa masalah kemiskinan ternyata masih kerap terjadi sekalipun di negara maju.

Apiknya, isu tersebut justru dikemas rapi dalam nuansa komedi dan drama keluarga yang cukup relatable dengan kehidupan sekarang. Penonton kemudian diajak terombang-ambing bersama sejumlah keistimewaan yang nyaris sempurna disajikan sineas hingga akhir film, ini dia:

  • Cerita dan plot twist unik

Rasanya hampir tak ada film yang memiliki alur cerita seperti film ini. Narasi perjuangan kelas bawah untuk bertahan mungkin banyak. Ambil contoh 2 Years a Slave (2013) dan Braveheart (1995). Namun untuk plot twist yang segar dan berbeda, hanya ada di Parasite.

Di sepertiga cerita, penonton diajak untuk mengenal keluarga Ki dan segala keterbatasan ekonominya. Tinggal di sebuah kontrakan bawah tanah, empat tokoh utama yang menyambung hidup mereka dengan menjadi buruh lipat kardus pizza.

Hingga suatu hari, Ki-woo anak tertua di keluarga tersebut direkomendasikan sahabatnya untuk menjadi guru les dengan bayaran mahal. Bermodalkan ijazah palsu buatan sang adik yang jago mendesain, ia pun berhasil ‘menembus’ tembok rumah mewah Mr. Park. Setelah itu, Ki-Woo semakin luwes memperdaya istri Mr. Park, Yeon-kyo dan memuluskan jalan bagi keluarganya untuk satu per satu bekerja sembari tinggal di sana. Ketika sukses menginvasi rumah Mr. Park layaknya parasit, siapa sangka aksi mereka yang mengundang tawa malah berujung petaka.

(Baca juga: Ini Dia List Pendapatan Film Indonesia Tersukses Sepanjang Masa!)
  • Banyak komedi satire

Di awal film, banyak adegan komedi berbau satire alias menyindir gaya hidup masyarakat saat ini. Pertama, bagaimana rakyat miskin seperti keluarga Ki berjuang di era milenial memenuhi kebutuhan dasar untuk mengakses internet secara gratis dari gedung sebelah.

Persis seperti kebanyakan orang, mungkin juga kita yang selalu mencari wifi agar sebisa mungkin bebas dari sedotan kuota. Lalu pemalsuan sertifikat atau ijazah pendidikan demi memperoleh pekerjaan tertentu. Beberapa oknum, pada kenyataannya banyak yang nekat melakukan manipulasi ini.

  • Karakter protagonis yang nakal

Tokoh protagonis biasanya digambarkan sebagai pribadi yang nyaris sempurna. Berbudi baik, juga mudah ditindas. Film yang juga menyabet penghargaan Palme d’Or di Festival Film Cannes 2019 ini justru mematah habis paradigma tersebut. Bong Joon-Ho membuat karakter ‘si miskin’ jadi lebih nakal dengan sejuta trik untuk menguasai sang majikan.

Sementara keluarga tajir melintir Park, memiliki kecerdasan yang kurang sebanding dengan harta kekayaannya. Mereka begitu mudah dikelabui oleh Ki-Woo sekeluarga, sampai tak sadar kalau sedang ditipu ramai-ramai.

  • Genre campuran

Kalau ditanya, apa genre film Parasite? Ternyata bukan hanya komedi dan drama yang disuguhkan. Di pertengahan film hingga akhir, sentuhan thriller perlahan diberikan hingga membuat penonton semakin penasaran bagaimana ending-nya. Jadi boleh dibilang, film ini punya mix genre. Sineas bisa dengan cerdasnya memberi bridging plot yang baik dari setiap perubahan atmosfer dari komedi ke thriller, sehingga tak terkesan ‘maksa’.

  • Sinematografi ciamik

Parasite tak hanya menyajikan narasi kuat dan akting luar biasa dari para aktor. Urusan sinematografi, performa Bong Joon-Ho juga patut diacungi jempol. Sebab pergerakan kamera, pencahayaan, serta grading warna menjadi hal krusial dalam suguhan di layar lebar.

Setiap teknik yang diaplikasikan pada film ini melahirkan arti yang begitu memperkuat narasi. Misal di scene ruang bawah tanah, pergerakan kamera dibuat cepat dan meliuk-liuk, seolah penonton ikut berlari menyusuri anak tangga ke dalamnya. Diikuti music scoring yang agak creepy dan grading warna lebih dark.

Berbekal kemampuan ini, bukan tak mungkin Bong JoonHo bisa mengikuti jejak Alfonso Cuarón yang sukses menyabet Best Cinematography untuk film Roma pada gelaran Oscar 2019 lalu.

Parasite berhasil menyabet trofi Golden Globe Awards 2020 dengan menyingkirkan beberapa nominee film berbahasa asing lain seperti Les Miserables (Perancis), The Farewell (Amerika), Pain and Glory (Spanyol), dan Potrait of a Lady on Fire (Perancis).

(Baca juga: 5 Film Horor Paling Sukses di Indonesia, Salah Satunya Pernah Tayang di 42 Negara)

Melihat sederet keistimewaan dan animo masyarakat yang sangat besar terhadap film ini, Parasite memang layak mendapatkan anugerah kelas dunia. Sementara itu bagi movie freaks, menanti pemenang Golden Globe sama dengan meramal pemenang Academy Awards yang bakal digelar sebulan setelahnya. Apakah Parasite akan berhasil meraih penghargaan sama atau bahkan lebih di ajang Oscar nanti? We’ll see.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.