Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Parents, Ini 6 Cara Memberi Edukasi Virus Corona Pada Anak

by Sindhi Aderianti on 19 Maret, 2020

Coronavirus bisa menyerang siapapun tanpa pandang bulu. Meski lebih banyak diderita orang dewasa, namun anak-anak juga berpotensi tertular COVID-19. Hal ini terbuki dengan adanya dua orang pasien corona yang masih berusia 2 tahun. Dengan begitu, orangtua perlu memberi edukasi  virus corona kepada sang buah hati.

Cara Memberi Edukasi Virus Corona Pada Anak

Namun, mengedukasi anak tentang virus corona bukan perkara mudah. Pertama-tama yang pasti, jangan menunjukkan ketakutan meskipun situasinya kini terhitung “waspada”. Sebab jika orang tua tampak khawatir, kecemasan anak-anak dapat meningkat.

Selanjutnya tak perlu bingung, tinggal beri pengertian tentang apa itu virus corona dan ajarkan upaya pencegahan COVID-19, seperti yang dihimbau oleh tenaga medis dan Bahan Kesehatan Dunia (WHO). Menghimpun berbagai sumber, berikut penjelasan selengkapnya:

1. Jelaskan apa itu virus corona

Langkah pertama yang bisa dilakukan orangtua untuk memberikan edukasi tentang wabah COVID-19 kepada anak-anak, ialah ceritakan segala hal tentang virus corona dengan. Beri tahu apa itu virus, mengapa dinamakan corona, dan akibatnya jika tertular. Kamu bisa menarasikannya sembari menunjukkan gambar-gambar yang lebih kids friendy dari internet guna menggambarkan seperti apa perwujudan virus tersebut. Jurnal mengenai virus corona untuk anak juga mulai banyak dirilis, kamu bisa mencarinya lewat akun-akun parenting di media sosial.

2. Corona bisa dicegah dan disembuhkan

Wabah corona telah membuat anak-anak tak bisa ke sekolah, orangtua pun sampai ada yang harus bekerja dari rumah. Kondisi ini bisa saja membuat anak di bangku SD—karena sudah mengerti jadi cemas, belum lagi status corona kini telah menjadi bencana nasional. Daripada terlalu fokus pada risiko kematian akibat corona, beri anak pemahaman bahwa virus corona bisa dicegah dan disembuhkan jika mematuhi anjuran dari dokter.

3. Penularannya lewat apa saja

Setelah itu, beri tahu virus corona ini menular lewat apa saja. Mengapa harus sampai menjaga jarak denan orang lain dan #dirumahaja? Hal ini karena penularan COVID-19 amat sederhana. Layaknya flu, jelaskan kalau seseorang bisa tertular hanya melalui cipratan bersih atau batuk. Begitupun permukaan di tempat umum yang sering terjamah orang lain seperti pegangan tangga atau gagang pintu. Anak juga disarankan untuk tidak bersalaman, karena virus juga bisa ditularkan melalui sentuhan tangan. Dengan begitu, anak jadi lebih bisa mawas diri, serta mengerti kenapa sekolah mereka sampai harus diliburkan sementara.

(Baca Juga: Virus Corona Adalah Penyakit yang Bisa Sembuh Sendiri. Ini Faktanya!)

4. Ajarkan cara pencegahannya

Mulai ajarkan si kecil langkah-langkah pencegahan yang bisa ia lakukan agar terhindari dari penularan virus corona. Pertama tentu dengan rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, gunakan masker ketika sakit, serta mandi lebih bersih. Contohkan juga bagaimana etika batuk dan bersih yang baik, yaitu mengarahkan siku ke mulut agar cipratannya tidak mengenai orang lain.

5. Terapkan pola hidup sehat

Langkah selanjutnya ialah mengajak anak untuk menerapkan pola hidup sehat. Terapkan pola hidup sehat bukan hanya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, namun juga dengan konsumsi makanan sehat dan rutin olahraga. Ketimbang membeli berkarton-karton mie instan, tunjukkan pada anak kalau menyetok oat, buah-buahan, roti gandum, atau oat jauh lebih menyehatkan terutama di musim wabah penyakit seperti ini. Jangan ragu mencoba beberapa resep masakan sehat untuk dikonsumsi setiap hari. Libatkan anak untuk ikut membuatnya agar ia lebih kreatif!

6. Sampaikan manfaat berada #dirumahaja

Selain mengedukasi anak tentang virus corona, orangtua juga perlu memberi pengertian tentang pentingnya berada di rumah selama 14 hari dan social distancing. Bisa dimulai dari mengapa kegiatan sekolah ditiadakan sementara dan menghindari pergi ke mall saat akhir pekan. Agar si kecil tak merasa bosan, orangtua pun punya kesempatan berkolaborasi dengan anak untuk merancang kegiatan bersama-sama.

Walaupun terlihat belum paham, tapi pada dasarnya anak-anak lebih cepat mengerti saat diajarkan sesuatu. Apalagi jika terus dibiasakan, input pengetahuian di atas dapat menjadi ilmu yang akan terus mereka ingat dan diterapkan. Dari semua edukasi yang diberikan, perlu diingat anak pada akhirnya juga akan selalu mencontoh perilaku orangtua. Maka dari itu, pastikan ibu dan ayah juga konsisten melakukan kebiasaan-kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan. Bukan hanya di musim virus corona ini saja, tapi seterusnya.

Dapatkan pinjaman online maksimal Rp8 juta dari UangTeman yang siap membantumu selama wabah virus corona terus meluas. Ajukan secara online melalui CekAaja.com, lebih cepat dan bisa tetap #dirumahaja.

(Baca Juga: Sejak Ada Social Distancing, 5 Hal Unik Ini Terjadi di Indonesia)

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.