Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

6 menit waktu bacaan

Paul Allen Meninggal, Ini Fakta Menarik Sang Pendiri Microsoft

by Miftahul Khoer on 16 Oktober, 2018

Salah satu pendiri Micoroft, Paul Allen meninggal dunia pada Senin kemarin. Allen yang juga kolega salah satu orang terkaya dunia, Bill Gates, itu menghembuskan nafasnya di usia 65 tahun. Simak fakta-fakta menarik salah satu pendiri Microsoft ini.

Membincang Microsoft memang tak bisa lepas dari Bill Gates. Namun Allen merupakan salah satu otak yang juga mengembangkan perusahaan perangkat lunak tersebut hingga menjadi besar di dunia seperti saat ini.

Nah berikut merupakan fakta-fakta menarik tentang mendiang Paul Allen yang mungkin belum Anda ketahui, simak yuk!

(Baca juga: Rahasia Bill Gates yang Mungkin Belum Pernah Kamu Ketahui)
Mengawali karir di Microsoft

Karir Allen di Microsoft bermula saat ia berusia 21 tahun. Sama-sama menyukai pemrograman, Allen mengajak kawannya Bill Gates untuk membuat suatu gebrakan tentang perangkat lunak komputer.

Saat itu, Allen baru saja membaca sebuah artikel tentang Altair 8800 atau komputer yang sedang hits pada saat itu. Dia mengajak Gates untuk sama-sama menuliskan tentang bahasa pemrograman yang belakangan berhasil meluncurkan software BASIC.

Tak butuh waktu lama, mereka memeroleh kontrak memasok BASIC untuk mengisi software Altair. Tak lama kemudian lahirlah sebuah sejarah yang sangat penting di dunia komputer, yakni Microsoft.

Hasil kerja keras mereka berdua di dunia komputer terus berkembang hingga banyak kerja sama dengan perusahaan lain macam IBM. Tak lama, Microsoft dan IBM berhasil mengusung Microsoft Disk Operating System atau MS-DOS.

Allen tak lama di Microsoft

Ibarat istilah zaman sekarang, ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, duet Allen dan Gates hanya bisa bertahan selama delapan tahun. Allen memutuskan untuk keluar dai Microsoft dan mendirikan perusahaan sendiri.

Keputusan Allen hengkang dari Microsoft dipicu karena keduanya merasa sudah tidak cocok dan selalu berbeda pemikiran. Alasan lain, Allen keluar karena saat itu yakni sekitar pada 1983 ia mengidap penyakit Hodgkin Lymphoma atau penyakit kanker.

Allen pun masih terus berusaha untuk berkarir di bisnis yang ia tekuni. Dia mulai membangun perusahaan investasi Vulcan Inc dengan membeli sejumlah saham-saham di bidang olahraga. Saat itu, Allen membeli saham klub basket Portland Trail Blazers dan klub football Seattle Seahawks.

Selain itu, Allen juga pernah membenamkan modalnya di America Online (AOL) serta studio film DreamWorks.

(Baca juga: Apa yang Bisa Kita Lakukan Jika Bisa Foya-foya Pakai Uang Bill Gates)
Orang terkaya di dunia

Paul Allen termasuk orang terkaya dunia di posisi ke-44 versi Forbes. Ia kini memiliki kekayaan sebesar 20,3 milliar dolar AS atau sekitar Rp309,12 triliun.

Jika dibandingkan dengan Bill Gates, kekayaan Allen jauh lebih rendah. Gates saat ini menduduki posisi kedua orang terkaya dunia dengan jumlah kekayaan mencapai 90 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.370 triliun.

Pundi-pundi uang yang didapat Allen berasal dari sejumlah bisnis yang ia lakoni antara lain perusahaan teknologi, media, penelitian ilmiah, properti hingga kepemilikan saham penerbangan antariksa.

Selain itu, Allen juga dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap dunia sians dan pendidikan. Allen mendirikan Allen Institute for Brain Science, Institute for Artificial intelligence, Institute for Cell Science dan Stratolaunch System.

(Baca juga: Ini yang Membuat Bill Gates dan Warren Buffet Jadi Orang Terkaya, Bahkan Semakin Kaya)
Senang bermusik

Paul Allen merupakan salah satu pengusaha dan orang terkaya yang menggemari banyak hobi yakni musik, olahraga dan sosial.

Tak tanggung-tanggung, Allen pernah punya band bernama The Underthinkers. Di band tersebut ia memegang gitar. Selain sebagai gitaris, sumbangsih Allen di band tersebut juga dikenal sebagai penulis lagu.

Pada 2013, band besutannya menelurkan album dengan mengajak beberapa pengisi lagu dari artis-artis ternama macam Chrissie Hynde, Joe Walsh, Ann dan Nancy, Wilson of Hearth, Derek Trucks, Doyle Bramhall, David Hidalgo of Los Lobos, Ivan Neville dan artis lainnya.

Bukan itu saja, kepedulian Allen terhadap musik begitu besar hingga ia membangun sebuah museum yang ditujukan bagi para musisi rock papan atas. Pada tahun 2000 juga ia membangun gedung Experience Music Project yang didedikasikan untuk legendaris musisi rock Jimi Hendrix.

(Baca juga: Alasan Kenapa Steve Jobs Tidak Bisa Sekaya Bill Gates)
Sang filantropis

Sama seperti beberapa konglomerat lain, sisi sosial Allen juga cukup besar. Terbukti ia membangun sebuah yayasan yang diberi nama Paul G Allen Family Foundation. Yayasan ini memberikan bantuan sumbangan yang berfokus di bidang musik, seni, pemuda dan pendidikan untuk lokal dan regional.

Selama menjadi dermawan, setidaknya Allen telah menyumbangkan sebagian hartanya sekitar 2 miliar dolar AS dan 500 juta dolar AS untuk untuk sumbangan yang dialokasikan ke yayasannya.

Menyerah melawan kanker

Allen meninggal dunia setelah melawan kanker getah bening atau komplikasi limfoma non-Hodgkin yang diidapnya sudah cukup lama. Pada 2009 Allen pernah dirawat secara intensif karena penyakit tersebut.

Penyakit inilah yang telah lama membayangi karir Allen selama menjadi seorang pengusaha, musisi, hingga menjadi sang dermawan. Kini, Allen telah meninggalkan karya yang akan terus di kenang oleh semua orang di dunia.

Kabar meninggalkan Allen ini membuat para tokoh teknologi dunia berduka. Bos Amazon, Jeff Bezos menyampaikan dukanya yang mendalam.

“Sangat sedih mendengar telah berpulangnya Paul Allen. Passionnya terhadap penemuan dan dorongan untuk maju telah menginspirasi banyak orang. Hati saya bersama keluarga dan kerabat Paul,” kata Bezos dalam akun twitternya @JeffBezos.

Selain itu, salah satu bos Google, Sundar Pichai juga mengungkapkan rasa dukanya atas kepergian Allen.

“Kita baru saja kehilangan seorang pionir teknologi hebat hari ini. Terima kasih Paul Allen atas kontribusi Anda yang sangat besar kepada dunia melalui karya dan filantropi Anda. Pikiran saya bersama keluarga dan seluruh komunitas Microsoft,” kata Pichai di akun @sundarpichai.

Para tokoh teknologi yakni CEO Apple, Tim Cook juga menyampaikan duka yang sama. “Industri kami telah kehilangan salah satu pelopor dan dunia telah kehilangannya untuk selamanya. Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk teman-teman Paul dan keluarga Allen serta semua orang di Microsoft,” kata @tim_cook.

Dari sekian banyak bela sungkawa, ucapan Bill Gates sangat mendalam atas kesedihan yang ia rasakan. Gates mengatakan Allen merupakan sosok sahabat sejak ia masih muda hingga sama-sama sukses membangun Microsoft hingga proyek filantropi secara bersama-sama.

“Paul mencintai kehidupan dan orang-orang sekitarnya, dan kami semua menghargai dia. Dia layak mendapat lebih banyak waktu, tapi kontribusinya pada dunia teknologi dan filantropi akan terus hidup untuk generasi yang akan datang. Saya akan sangat merindukannya,” demikian seperti dikutip dari Kumparan.

Selamat tinggal Paul Allen. Semoga jasamu terus dikenang banyak orang. Salam damai di sana.

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.