Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Pekan ASI Sedunia, Ini Fakta Menarik Seputar Menyusui

by Sindhi Aderianti on 1 Agustus, 2019

Minggu pertama bulan Agustus, kini menjadi peringatan terhadap pentingnya Air Susu Ibu (ASI). Peringatan ini berlangsung setiap tanggal 1-7 Agustus. Adapun pencetusnya adalah World Alliance for Breastfeeding Action (WABA), yang tak lain merupakan aliansi dunia pendukung kegiatan menyusui.

Pekan ASI Sedunia (World Breastfeeding Week) bertujuan untuk mendorong pemberian ASI, serta memberikan informasi tentang manfaat terbaiknya bagi anak. Tak hanya itu, peringatan ini juga dilakukan sebagai aksi untuk mengajak semua pihak berperan serta dalam mendukung ibu menyusui setidaknya hingga anak berusia 6 bulan.

Memiliki buah hati tentunya momen paling membahagiakan dalam hidup. Namun perlu diakui, tidak semua ibu menyadari betapa pentingnya menyusui terutama untuk para new mom. Oleh karenanya, CekAja menghimpun beberapa fakta menarik terkait ASI. Yuk, simak bersama!

(Baca juga: Ini Investasi Pilihan Ibu Rumah Tangga, Cek Yuk!)
Menyusui Selamatkan Ibu dari Kanker

Jika ditelisik lebih dalam lagi, manfaat dari memberikan ASI lebih dari itu. Data menyebutkan pemberian ASI menyelamatkan lebih dari 800.000 jiwa anak setiap tahun.

Selain itu yang paling menakjubkan lagi, keuntungan menyusui juga pada ibu mulai dari menurunkan risiko ibu terkena kanker payudara dan ovarium. bahkan dalam suatu studi, penyakit kanker payudara yang bersifat diturunkan dalam keluarga juga mengalami penurunan risiko ketika seorang wanita menyusui.

Terdapat beberapa alasan mengapa menyusui dapat menurunkan risiko kanker payudara, di antaranya adalah:

  • Ketika menyusui, sel-sel payudara memproduksi susu tiap waktu. Dengan begitu, tidak ada kesemptan bagi tubuh untuk menumbuhkan sel berbahaya.
  • Siklus menstruasi ibu menyusui imimnya lebih sedikit. Sehingga menyebabkan kadar hormon estrogen dalam tubuh berkurang. Hormon estrogen ini merupakan salah satu hal yang berperan memicu kanker payudara.
  • Demi ASI yang berkualitas, ibu menyusui tentu akan lebih memperhatikan asupan gizinya dengan memilih makanan yang bergizi tinggi. Pola hidup sehat pun turut dilakukan, seperti tidak merokok dan minum alkohol. Hal ini tanpa disadari dapat menurunkan risiko kanker baik payudara ataupun ovarium.
ASI dan Segala Kandungan Ajaibnya

Menyusui bukan sekedar menghilangkan dahaga bayi. ASI memiliki banyak nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Setidaknya ada 7 kandungan gizi yang tersimpan di dalam ASI. Apa sajakah itu?

  • Kolostrum

Pada 1-5 hari pertama setelah melahihrkan, ASI mengandung kolostrum yang mumnya berwarna kuning pekat. Kolostrum ini kaya akan immunoglobulin A. Jadi, sangatlah penting untuk menyusui sejak dini, agar bayi mendapat nutrisi tersebut.

  • Protein

ASI mengandung dua jenis protein yakni whey dan kasein. Whey merupakan jenis protein yang mudah dicerna, lengkap dengan kandungan asam amino esensial. Protein ini juga berperan sebagai antibodi yang baik untuk menangkal penyakit.

  • Lemak

Kadar lemak pada ASI berfungsi untuk pertumbuhan otak. Lemak tersebut di antaranya adalah omega 3 dan omega 6. ASI juga mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh yang seimbang dibanding susu sapi.

  • Vitamin dan mineral

ASI juga kaya akan vitamin dan mineral. Vitamin yang dimaksud terdiri dari A dan E. Selain itu, terdapat pula vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B, C, serta asam folat. Untuk kandungan mineralnya, antara lain kalsium yang berfungsi untuk perkembangan tulang dan otot, serta mengandung zinc untuk membantu seimbangkan metabolisme.

  • Karnitin

Karnitin yang terkandung dalam ASI memiliki peran membangun sistem imun dan membentuk energi bagi tubuh bayi. ASI yang mengandung kadar karnitin tertinggi ada di saat 3 minggu pertama menyusui.

(Baca juga: Para Kartini Muda, Yuk Belajar Belanja Hemat Ala Ibu Kita Saat Zaman Dulu)
Supply = Demand

Pernah mendengar rumus produksi ASI di atas? Ya, faktanya memang seperti itu. Frekuensi  menyusui bayi merupakan faktor utama produksi ASI. Semakin ibu sering menyusui, maka semakin banyak pula hormon prolaktin yang dihasilkan. Dengan begitu, produksi ASI pun bertambah.

Sediakan waktu untuk meyusui si kecil selama 20-30 menit dalam 2-3 jam setiap harinya. Mempompa payudara juga turut menambah supply ASI. Terutama untk ibu bekerja yang waktu menyusuinya otomatis berkurang, lakukan kegiatan ini setidaknya 4x dalam sehari untuk tetap menstabilkan produksi ASI.

Foremilk dan Hindmilk

Beberapa ibu baru, mungkin belum mengetahui hal ini. ASI memang seajaib itu karena faktanya, ada dua komposisi unik di dalam air susu tersebut. Ialah foremilk (air susu depan) dan hindmilk (air susu belakang). Dua komposisi ini sama-sama baik untuk pertumbuhan bayi, hanya saja porsi manfaatnya cukup berbeda.

Foremilk dan hindmilk dalam ASI juga berkaitan dengan trik menyusui yang benar. Berikut penjelasan lengkapnya:

  • Foremilk

ASI yang pertama kali keluar saat menyusui disebut dengan foremilk. Foremilk memang tampak bening, kadang sedikit kebiruan. Namun bukan berarti ASI yang kamu miliki encer dan berkualitas buruk ya. Air susu ini terlihat jernih karena memiliki lebih banyak air daripada lemak.

Foremilk mengandung laktosa yang penting bagi pembentukan otak bayi, serta menghilangkan dahaganya. Selain itu, foremilk juga kaya akan protein yang berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh, membantu mempercepat pembentukan saraf dan jaringan tubuh dan memperkuat daya tahan tulang serta kulit.

  • Hindmilk

Setelah menyusui beberapa menit, biasanya ASI akan berubah warna menjadi lebih putih hingga kekuningan. Nah, air susu inilah yang disebut dengan istilah hindmilk. Hindmilk berwarna putih karena mengandung lebih banyak lemak dibandingkan foremilk. Karenanya, bayi akan mendapatkan cukup energi dan merasa kenyang seharian.

Hindmilk baru terbentuk ketika payudara hampir mengosong. Maka itu ketika menyusui, jangan teralu cepat berpindah payudara agar bayi tetap memperoleh asupan lemak dari hindmilk tersebut. Sebab, hal ini akan mempengaruhi berat badan bayi kelak.

Itulah fakta-fakta soal menyusui dan ASI yang begitu ajaib. Bagi para ibu, seberapa pun air susu yang dianugerahkan, jangan pernah menyerah untuk tetap meng-ASIhi ya. Paling tidak sampai anak berusia 2 tahun, demi mendapat beragam manfaat baiknya tadi. Semangat!

Kamu jangan juga lupa untuk memanjakan diri ya para ibu. Jika butuh dana tunai untuk mencukupinya jangan ragu ajukan segera di CekAja.com, toko finansial terdepan di Indonesia.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami