Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Pekerjaan Jurusan Ilmu Hukum Paling Keren Bergaji Tinggi

by Kyla Damasha on 12 November, 2019

Dari sebutannya saja, mahasiswa yang menjadi sarjana jurusan hukum memang terdengar sangat keren sekaligus membanggakan. Namun dibalik itu, mempelajari hukum itu sendiri juga merupakan salah satu ilmu yang sulit yang dipenuhi oleh segudang hafalan dan teori-teori.

Tetapi, dengan berbagai pekerjaan jurusan ilmu hukum yang tersedia saat ini, sepertinya hal tersebut tidak menghalangi para calon mahasiswa untuk memilih fakultas ilmu hukum di bangku kuliah.

Nah, bagi kamu yang tertarik untuk memilih fakultas ilmu hukum dan memiliki impian untuk terjun langsung di pekerjaan jurusan ilmu hukum itu sendiri, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu mengenai beberapa hal tentang jurusan ilmu hukum beserta prospek pekerjaan yang bisa kamu pilih nantinya setelah lulus.

Fakta Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum

Dewasa ini, banyak sekali persepsi atau anggapan yang cenderung keliru mengenai para mahasiswa jurusan ilmu hukum itu sendiri, mulai dari anak hafalan hingga kutu buku. Nah, perlu diketahui bahwa tidak semua anggapan yang kamu miliki itu sepenuhnya benar lho.

Sebelum memilih jurusan ilmu hukum, ketahui dulu yuk beberapa fakta para mahasiswa jurusan ilmu hukum yang mungkin saja akan kamu alami dan rasakan ketika masuk di perguruan tinggi nanti.

1. Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum Bukan Anak Hafalan

Berhubungan erat dengan pasal dan undang-undang, nyatanya para mahasiswa jurusan ilmu hukum ini bukanlah anak hafalan seperti yang kalian lihat. Mereka tidak hanya diajarkan untuk menghafal tetapi juga untuk mengerti sebuah konsep yang disampaikan.

Jika dibandingkan, soal ujian yang akan dihadapi oleh para mahasiswa jurusan ilmu hukum berkisar 20% hafalan dan 80% analisis. Dituntut untuk selalu mengerti kasus-kasus yang akan mereka hadapi, tentu hal ini akan membuat para mahasiswa agar siap terjun langsung di dalam pekerjaan jurusan ilmu hukum yang sebagian besar membutuhkan kemampuan analisis.

2. Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum Mampu Memecahkan Berbagai Masalah

Seperti yang telah sedikit disinggung pada poin sebelumnya mengenai kemampuan analisis, hal tersebut juga akan melatih para mahasiswa agar mampu memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi.

Berbeda dengan anak IPA yang dapat menyelesaikan kasus hanya dengan menggunakan rumus, di dalam jurusan ilmu hukum jelas tidak ada rumus yang dapat menyelesaikan permasalahan di masyarakat, bukan?

Nah, hal inilah yang menjadi salah satu kelebihan para mahasiswa jurusan ilmu hukum dibandingkan program studi lainnya. Bukan berarti program studi lain tidak memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalah, hanya saja mahasiswa jurusan ilmu hukum akan sedikit lebih mahir karena permasalahan itu sendiri merupakan salah satu sumber pembelajaran mereka.

(Baca Juga: Peluang Kerja Menjanjikan Buat Lulusan Sastra Inggris, Kepoin Yuk!)
3. Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum tidak Kalah Pintar dengan Anak IPA

Mungkin ini spekulasi yang sering kali kalian dengar ketika masih SMA, yaitu anak IPA yang lebih pintar dibandingkan anak IPS. Nah, spekulasi tersebut ternyata juga berdampak pada mahasiswa hukum yang sering kali mendapatkan anggapan sebagai mahasiswa yang malas.

Bahkan tak jarang banyak orang tua yang justru memaksa anak mereka untuk masuk ke jurusan hukum karena merasa tidak cukup pintar untuk memahami program studi lainnya. Namun nyatanya, spekulasi tersebut juga tidak sepenuhnya benar.

Banyak ahli yang mengatakan bahwa cultivated person, a well read person yang bisa menjadi seorang praktisi hukum yang baik. Tidak hanya itu saja, bahkan di negara Eropa dan Amerika, jurusan hukum mendapatkan passing grade tertinggi dibandingkan jurusan lainnya. Dengan kata lain, peluang pekerjaan jurusan ilmu hukum memang diperuntukan bagi para pemikir yang senang berhadapan dengan analisis.

4. Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum Berpengetahuan Luas

Meskipun mayorias mempelajari hukum, para mahasiswa jurusan hukum juga dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas mengenai berbagai hal. Maka dari itu, banyak dosen yang tidak segan memberikan para mahasiswa referensi buku dan membiasakan mereka untuk banyak membaca buku guna mengetahui fenomena-fenomena yang terjadi disekeliling mereka.

Bahkan buku-buku yang dibaca oleh mahasiswa jurusan hukum tidak kalah tebalnya dengan mahasiswa kedokteran lho, karena didalamnya sama-sama membahas mengenai manusia yang cenderung lebih kompleks.

Kebiasaan membaca buku ini pastinya akan sangat berguna ketika para mahasiswa terjun ke pekerjaan jurusan ilmu hukum dan berhadapan langsung dengan permasalahan masyarakat yang nyata.

Jenis-Jenis Ilmu Hukum

Sebagian orang hanya tahu bahwa ilmu hukum terbagi menjadi dua, yaitu hukum perdata dan hukum pidana. Padahal, ilmu hukum terbagi menjadi beberapa bagian lho, yang tentunya berhubungan dengan bidang-bidang lainnya yang ada di masyarakat.

Meskipun setiap universitas memiliki peraturan yang berbeda-beda, setidaknya kamu akan mempelajari beberapa ilmu hukum ini ketika masuk ke jurusan ilmu hukum. Tidak hanya sebatas dipelajari saja, ilmu-ilmu hukum ini bahkan memiliki peran yang sangat penting bagi para lulusan yang terjun ke pekerjaan jurusan ilmu hukum secara langsung.

1. Hukum Perdata

Secara garis besar, hukum perdata merupakan seperangkat kaidah hukum yang mengatur perbuatan, hubungan manusia, serta badan hukum demi kepentingan banyak pihak. Hanya saja, permasalahan yang terjadi antar manusia ini tidak melibatkan kepentingan publik secara luas.

Ilmu hukum perdata ini merupakan salah satu konsentrasi di fakultas jurusan ilmu hukum yang diperuntukan bagi kamu yang senang berhubungan dengan perjanjian dan kontrak. Apabila kamu tertarik untuk terjun ke pekerjaan jurusan ilmu hukum sebagai notaris atau pihak legal, maka kamu bisa mengambil pilihan konsentrasi ini.

Di ilmu hukum perdata, kamu akan belajar beberapa mata kuliah seperti hukum keluarga dan waris, hukum perkawinan, hukum perselisihan, perbandingan hukum perdata, dan hukum adat dalam perkembangan.

2. Hukum Ekonomi

Selanjutnya ada hukum ekonomi. Sesuai dengan namanya, hukum ekonomi tidak akan jauh dengan pembahasan ekonomi dan mata uang. Di konsentrasi ini, kamu akan belajar lebih dalam mengenai berbagai bentuk hukum yang berlaku di aktivitas perdagangan.

Beberapa mata kuliah yang akan kamu pelajari yaitu hukum ekonomi, hukum perusahaan, hukum jaminan, hukum ekonomi internasional, dan hukum penanaman modal.

3. Hukum Pidana

Jenis hukum satu ini mungkin sudah tidak terlalu asing lagi di telingamu. Bagi yang ingin terjun ke pekerjaan jurusan ilmu hukum advokat atau jaksa, maka belajar mengenai hukum pidana merupakan pilihan yang tepat.

Hukum pidana itu sendiri merupakan sebuah hukum yang mengatur berbagai hal kejahatan dan pelanggan yang berhubungan dengan kepentingan publik. Seperti kasus pembunuhan dan perampokan, maka pelaku yang melakukan tindakan tersebut akan dihukum dan diadili sesuai dengan kejahatan yang mereka lakukan.

Beberapa mata kuliah yang akan kamu dapatkan disini yaitu kriminologi, kejahatan korporasi dan kriminalistik.

(Baca Juga: Ini Pekerjaan Jurusan Ilmu Keperawatan dan Akreditasi PTN Terbaik)
Pekerjaan Jurusan Ilmu Hukum

Saat ini sepertinya masih banyak yang beranggapan bahwa prospek kerja jurusan ilmu hukum hanya sebatas notaris, jaksa dan pengacara saja. Padahal, pekerjaan jurusan ilmu hukum itu sendiri sangatlah banyak lho. Berhubung memiliki keterikatan yang kuat dengan isu-isu yang terjadi di masyarakat, pastinya para mahasiswa jurusan ilmu hukum sudah memiliki segudang peluang pekerjaan keren yang siap menanti mereka setelah lulus. Apa sajakah itu?

1. Pengacara

Pekerjaan jurusan ilmu hukum pertama pastinya ada pengacara di urutan pertama. Khususnya di Indonesia yang sepertinya tidak pernah terbebas dari kasus-kasus kriminal dan sejenisnya, membuat profesi pengacara itu sendiri menjadi salah satu pekerjaan jurusan ilmu hukum paling menjanjikan.

Tidak hanya itu saja, semakin tinggi jam terbang yang dimiliki mereka, maka akan semakin fantastis pula jumlah gaji yang akan mereka dapatkan. Bahkan untuk pemula saja, kamu sudah bisa mendapatkan gaji mulai dari 6 hingga 20 juta per bulannya. Gede banget kan!

2. Konsultan Hukum

Dari namanya pasti kamu sudah bisa menebak bahwa profesi konsultan hukum memang merupakan salah satu pekerjaan jurusan ilmu hukum yang cukup keren. Bagaimana tidak? Biasanya seorang konsultan hukum bekerja di sebuah lembaga yang bertugas dalam memberikan pandangan serta arahan yang berhubungan dengan kelengkapan dokumen-dokumen sebelum menghadapi sidang.

Gajinya pun tentunya akan menggoda. Sebagai konsultan hukum kamu bahkan bisa menerima penghasilan hingga puluhan juta lho.

3. Diplomat

Yang memiliki cita-cita untuk dapat bekerja di ranah internasional bahkan hingga ke luar negeri gratis, maka diplomat merupakan pilihan pekerjaan jurusan ilmu hukum paling cocok. Tentu selain ilmu hukum yang kamu miliki, kamu juga harus memiliki ilmu komunikasi yang mumpuni.

Gaji seorang diplomat sangatlah besar, karena merupakan mandat atau perintah dari negeri tercinta.

4. Hakim

Hakim merupakan pekerjaan jurusan ilmu hukum yang tergolong tidak mudah karena membutuhkan kredibilitas yang tinggi. Di tangan hakim, keputusan pengadilan menjadi kunci yang sangat penting di dalam hukum.

Maka dari itu, tak heran apabila gaji seorang hakim sangatlah fantastis, bahkan bisa mencapai hingga ratusan juta lho, yang tentunya akan disesuaikan pula dengan jam terbang dan pengalaman yang kamu miliki.

Dapatkan berbagai informasi menarik seputar sektor ekonomi dan tips finansial lainnya, hanya di CekAja.com, di mana kamu juga bisa menemukan berbagai rekomendasi produk keuangan sesuai kebutuhan.

Tentang Penulis

Kyla Damasha

Usia Hanyalah Angka, Wajah Tetap Harus Awet Muda