Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Pelajaran Karier dari Film My Stupid Boss

by Surtan Siahaan on 19 Juni, 2016

My Stupid Boss, film garapan sutradara Upi berhasil menuai kesuksesan. Film yang ditayangkan di sejumlah negara yakni Indonesia, Malaysia dan Brunai tersebut mampu menembus angka tiga juta penonton. Film bergenre tersebut memang menarik bukan hanya karena akting para pemerannya yang patut mendapat acungan jempol, melainkan pesan cerita yang kuat.

Salah satu pesan cerita yang dapat kita tangkap adalah bagaimana cara Diana yang diperankan Bunga Citra Lestari mampu menghadapi bosnya yang pelit, sok berkuasa, anti-kritik dan menyebalkan. Film ini memang memberikan pelajaran karier yang berharga bagi kamu yang masih bekerja sebagai karyawan. Nah, khusus buat kamu para bos dan pekerja, berikut 4 pelajaran karier yang bisa kita petik dari film My Stupid Boss:

Bos (tidak) selalu benar

Dalam My Stupid Boss, Reza Rahardian yang berperan sebagai bossman tidak pernah mau menerima kritik dan masukan dari bawahannya. Hal ini disebabkan prinsip bos selalu benar yang dipegangnya.

Padahal, sifat anti-kritik bukan hanya membuat situasi kerja di sebuah perusahaan menjadi tidak stagnan melainkan dapat menghilangkan kreativitas dari para pekerjanya. (Baca juga: Ide Jadi Tuan Rumah Bukber Tanpa Harus Jadi Bangkrut)

Jangan biarkan pekerjaan mempengaruhi kehidupan pribadi

Dalam film yang disutradarai Upi, Bunga Citra Lestari yang berperan sebagai kepala administrasi dalam prusahaan milik Reza Rahardia, sering merasa kesal dengan sifat bosnya yang pelit, anti-kritik dan tidak punya etika kerja. Saking kesalnya, masalah pekerjaan yang dialami Bunga terbawa hingga rumah tangganya. AKibatnya, hubungan Bunga dengan suami jadi sempat tegang.

Nah, buat kamu yang mengalami kondisi serupa, misalnya, punya bos yang tak menyenangkan, usahakan untuk tidak pernah membawa masalah dalam pekerjaan ke rumah apalagi sampai mempengaruhi kehidupan. Biarkan masalah kantor tetap tinggal di kantor. Dengan demikian, stres bisa berkurang dan orang di sekitarmu tidak akan tertular oleh stres yang kamu bawa dari kantor.

Cari tahu tentang perusahaan sebelum bergabung

Interview adalah salah satu momen paling penting saat bekerja. Saat wawancara kerja itulah kamu dapat mencari tahu sebanyak-banyaknya soal perusahaan yang akan kamu masuki. Biasanya, wawancara kerja dilakukan oleh user yakni atasan langsung kita atau malah bos besar perusahaan tersebut.

Coba lihat seperti apa prospek perusahaan dan bagaimana budaya kerja di perusahaan tersebut. Jika saaat interview kamu sudah merasa bahwa budaya perusahaan tidak akan cocok dengan diri kamu, jangan pikir dua kali untuk menurungkan niat bergabungan dengan perusahaan. (Baca juga: Pelajaran Bisnis yang Dapat Kita Petik dari Bangkrutnya Playboy)

Pelajari aturan ketenagakerjaan

Seperti sudah disinggung di atas, film yang menembus angka 3 juta penonton ini bersetting di Malaysia. Bagi kamu yang berniat untuk kerja di luar negeri, kamu harus melakukan riset dan mempelajari aturan ketenagakerjaan di negara tempat kamu akan bekerja. Bila tidak, kamu akan bernasib sama seperti Diana yang diperankan oleh Bunga Citra Lestari. Di dalam film tersebut, Diana dikisahkan sebagai karyawan perusahaan yang tidak tahan dengan kelakukan atasannya namun takut mengundurkan diri dengan alasan penalti.

Padahal, di saat bersamaan gaji para karyawan juga tidak terbauarkan karena kesulitan yang dialami perusahaan. Jika dia tahu bagaimana hukum ketenagakerjaan berlaku di negeri Jiran, tentunya Diana tidak perlu bertahan lebih lama untuk keluar dari perusahaan tanpa mendapatkan penalti.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami