Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Pemerintah Pilih Sistem One Way Ketimbang Ganjil Genap untuk Perlancar Mudik

by Gentur Putro Jati on 10 Mei, 2019

Pemerintah memutuskan akan menerapkan sistem satu arah atau one way mulai dari ruas tol Cikarang Utama sampai dengan Brebes Barat (KM 262) saat musim mudik Lebaran 2019. Sementara sistem ganjil genap pelat nomor tidak jadi diberlakukan di jalan tol.

Jakarta

Keputusan ini diambil setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Polri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan Jasa Marga melakukan rapat koordinasi, kemarin (9/5).

(Baca juga: Baru Berlaku Sehari, Tarif Ojol yang Kemahalan Kebanjiran Protes)

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi menjelaskan alasan sistem ganjil genap tidak jadi diterapkan karena ada kecenderungan masyarakat mudik secara rombongan.

“Bisa 2-3 mobil, kemudian kalau ada yang bernomor ganjil dan yang genap pasti akan terpisah mobilnya. Selain itu kalau kami berlakukan ganjil genap dan masyarakat tidak tahu pasti akan ada penumpukan di pintu- pintu yang akan kita berlakukan ganjil genap, sehingga kita cenderung memilih one way,” papar Budi.

Berlaku 30 Mei-2 Juni

Ia menambahkan karena pemudik akan menggunakan seluruh ruas jalan tol sampai KM 262 di daerah Brebes Barat, maka kendaraan dari arah Timur akan diarahkan keluar menggunakan jalan arteri atau jalan negara sampai ke Cirebon menuju Indramayu sampai ke Jakarta. Rekayasa lalu lintas satu arah ini berlaku mulai tanggal 30 Mei- 2 Juni dan berlangsung selama 24 jam.

Sementara itu, untuk arus balik akan diterapkan sistem satu arah mulai dari Palimanan sampai KM 29 Tol Jakarta-Cikampek.

“Jadi masyarakat yang dari Jakarta ke arah Bekasi masih bisa menggunakan jalan, karena tahun sebelumnya kami mendapat protes juga dari masyarakat Bekasi. Sehingga sekarang masyarakat Bekasi yang dari Jakarta tidak terkena aturan ini,” ucap dia.

Sosialisasi dan Setop Proyek Tol

Budi mengimbau instansi terkait termasuk pemerintah kabupaten/kota untuk mensosialisasikan kebijakan ini.

“Kita punya cukup waktu untuk menyampaikan pada masyarakat dan cukup waktu untuk menyiapkannya. Perlu semacam rambu atau petunjuk arah untuk kesiapan dari Jasa Marga,” imbuh Budi.

Selain itu, pemerintah juga akan menghentikan proyek yang sedang berlangsung di ruas Tol Jakarta-Cikampek, sekaligus membatasi kendaraan barang pada 30 Mei-2 Juni sehingga diharapkan pada masa puncak arus mudik tersebut perjalanan masyarakat tidak terhambat.

Ganjil Genap untuk Penyeberangan

Meski tidak jadi diberlakukan di ruas tol, namun pengaturan ganjil-genap diterapkan pemerintah untuk kapal penyeberangan.

Dari data Kemenhub diketahui bahwa pola perilaku mudik masyarakat yang menggunakan kapal penyeberangan cenderung lebih sering menyeberang pada pukul 00.00-06.00 WIB. Budi menuturkan saat ini telah ada penambahan dermaga premium di Merak dan Bakauheni.

“Selain itu, nanti kami mencoba pada tanggal 30 Mei-2 Juni untuk arus mudik kami imbau masyarakat untuk menerapkan ganjil-genap bagi yang ingin menyeberang pukul 20.00-08.00 WIB, untuk yang siangnya kami bebaskan. Konsentrasi kita, Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sudah operasional, tapi Terbanggi Besar-Kayuagung masih fungsional, dan itu hanya dapat dilalui dari jam 06.00-18.00 WIB hanya satu lajur saja,” tambahnya.

(Baca juga: Apa Jadinya Kalau Ganjil-Genap Diberlakukan Saat Mudik Lebaran?)

Menurut Budi, adanya perubahan infrastruktur dari Bakauheni ke Kayuagung akan meningkatkan minat masyarakat yang akan ke Sumatera. Selain itu, Budi mengatakan ada rencana penggunaan dermaga khusus untuk motor.

“Jadi motor tidak bercampur dengan yang lain. Ini untuk mencegah antrean sekitar 7-8 km hingga ke arah tol, sehingga nanti habis antrean bisa sampai sore sehingga kita lakukan pencegahan dengan cara ini,” pungkas Budi.

Bagi kamu yang berencana menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik, tidak ada salahnya lindungi diri dan keluarga kamu dengan asuransi kecelakaan yang bisa kamu pilih lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Ego in debitum, ergo sum

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami