Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Bonus Hingga Rp1,5 Miliar untuk Atlet Asian Games Cair Minggu Depan

by Gito on 31 Agustus, 2018

Prestasi Indonesia di kancah olahraga tidak diragukan lagi. Indonesia berhasil memantapkan posisinya di 4 besar peraih medali emas terbanyak dalam Asian Games 2018. Meskipun masih belum final, posisi tersebut jauh berada di atas capaian Asian Games 2014 lalu, dimana Indonesia hanya mampu berada di peringkat ke-17.

Jumlah perolehan medalinya pun sangat kontras. Jika pada Asian Games 2014 lalu negeri ini hanya mampu mengantongi 4 emas, 5 perak, 11 perunggu, pada gelaran Asian Games kali ini Indonesia sudah menggondol 30 emas, 23 perak dan 37 perunggu dengan total perolehan mencapai 90 medali.

Kerja keras yang dihasilkan oleh para pahlawan olahraga ini tampaknya bakal segera terbayar. Pasalnya pemerintah memastikan bonus kepada para peraih medali Indonesia dalam Asian Games 2018 akan dicairkan pekan depan.

Peraih medali emas perorangan akan mendapatkan bonus Rp1,5 miliar, perak Rp500 juta, dan peraih medali perunggu Rp250 juta. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyampaikan, percepatan pencairan bonus bagi peraih medali Asian Games 2018 ini dilakukan sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta dilakukan sebelum keringat atlet mengering.

(Baca Juga : Cek Yuk, Apa Saja Bonus Atlet Peraih Emas Asian Games 2018!)

“Kami pastikan pekan depan bonus atlet peraih medali sudah cair, dan bonus ini diberikan baik bagi atlet maupun pelatih dan asisten pelatihnya,” tegasnya.Adapun besaran jumlah bonus yang diterima adalah setiaeraih Emas perorangan mendapatkan Rp1,5 miliar, Peraih Medali Emas untuk Pasangan/Ganda sebesar Rp1 miliar per-orang, dan Emas beregu Rp750 juta per-orang.

Peraih perak perorangan mendapatkan Rp500 juta, Perak untuk Ganda sebesar Rp400 juta per orang, dan perak beregu Rp300 juta per orang. Untuk peraih perunggu perorangan mendapatkan Rp250 juta, Perunggu ganda Rp200 juta per orang, dan peraih perunggu beregu sebesar Rp150 juta per orang.

Pemerintah, lanjut Menpora, juga akan memberikan bonus kepada pelatih dan asisten pelatih, dimana para pelatih perorangan/ganda mendapatkan Rp450 juta untuk emas, Rp150 juta untuk perak, dan Rp75 juta untuk perunggu.

Para pelatih beregu mendapatkan Rp600 juta untuk emas, Rp200 juta untuk perak, dan Rp100 juta untuk perunggu. Sedangkan untuk setiap medali kedua dan seterusnya, menurut Menpora, para pelatih mendapatkan Rp225 juta untuk emas, Rp75 juta untuk perak, dan Rp37,5 juta untuk perunggu.

(Baca Juga : Mengenal E-Sport, Olahraga Baru di Asian Games 2018!)

Untuk asisten pelatih perorangan/ganda mendapatkan Rp300 juta untuk emas, Rp100 juta untuk perak, dan Rp50 juta untuk perunggu. Para asisten pelatih beregu mendapatkan Rp375 juta untuk emas, Rp125 juta untuk perak, dan Rp62,5 juta untuk perunggu.

Setiap medali kedua dan seterusnya, lanjut Menpora, para asisten pelatih mendapatkan Rp150 juta untuk emas, Rp50 juta untuk perak, dan Rp25 juta untuk perunggu. Menpora juga menegaskan seluruh bonus akan dikirim langsung ke rekening masing-masing dan nominal yang akan diterima adalah bonus bersih tanpa potongan pajak.

Selain berbentuk uang, bonus yang diberikan pemerintah kepada atlet juga berupa pengangkatan status sebagai Pegawai Negeri Sipil dan bonus rumah bagi setiap peraih medali.

Potensi Investasi

Tentu sangat disayangkan jika uang berjumlah besar tersebut hanya digunakan untuk hal yang sifatnya konsumtif. Maka, investasi adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga diri dari pemborosan.

Khusus untuk investasi, belum lama ini Indonesia berhasil menyabet pemeringkatan sebagai negeri layak investasi atau investment grade. Hal itu menjadikan kepercayaan asing ke negara ini lebih tinggi lagi.

Efeknya tentu akan ada lebih banyak lagi investor yang tertarik untuk membenamkan dananya di Indonesia. Hal itu dapat anda manfaatkan untuk ikut menanamkan dana pada sektor yang menurut Anda menguntungkan.

(Baca Juga : 10 Cabang Olahraga Baru di Asian Games 2018, Cek di Sini!)

Mungkin Anda bisa mulai menimbang untuk masuk ke bisnis properti. Mulailah mencari lahan-lahan “nganggur” yang berada di luar pusat kota namun memiliki rencana pembangunan yang terintegrasi dengan pusat.

Harga tanah pada saat belum dikembangkan tentunya jauh lebih murah, namun ketika sudah ramai terjadi aktivitas ekonomi, harga jualnya tentu akan melambung tinggi.

Tanah tersebut mungkin bisa Anda jual kembali atau malah ditambahkan nilai lebih seperti dengan menjadikannya area perumahan dan sebagainya.

Jika ternyata modal Anda masih belum cukup, ajukan pinjaman untuk modal kerja di Lembaga perbankan terpercaya. Akses CekAja.com dan temukan penawaran terbaik dari bank, asuransi dan lembaga pembiayaan terbaik di Indonesia.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami