Pendanaan Fintech P2P Lending Disuntik Modal Ventura

Perusahaan Modal Ventura (Venture Capital Company) disebut memberikan pendanaan fintech P2P lending. P2P lending juga dinilai menjadi pilihan portfolio bagi para investor.

Pendanaan Fintech P2P Lending Disuntik Modal Ventura

Dengan melesatnya pertumbuhan pengguna fintech dari tahun-tahun semakin meyakinkan investor akan masa depan ekonomi digital di Indonesia.

Tak hanya pinjaman online dan e-wallet yang unjuk gigi, P2P lending yang digadang-gadang sebagai solusi pendanaan masa depan Indonesia pun menjadi lumbung investasi yang menarik.

Pendanaan Fintech P2P Lending dari Modal Ventura

Mengutip Kontan, perusahaan Modal Ventura memberikan suntikkan dana untuk fintech P2P lending. Sekadar informasi, perusahaan Modal Ventura merupakan badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan modal ke perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan.

Salah satu industri yang digaet oleh perusahaan Modal Ventura adalah fintech P2P lending. Industri yang masih terbilang baru ini memang membutuhkan suntikkan modal untuk perkembangannya.

Ditambah, adanya aturan permodalan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dirasa akan menghambat pertumbuhan fintech P2P lending.

OJK menetapkan minimal modal penyelenggara fintech lending adalah Rp 2,5 miliar namun tidak lebih dari 10% penyelenggara belum memenuhi syarat ini.

Sebab itu, para penyelenggara fintech P2P lending terlihat bekerja sama dengan Perusahaan Modal Ventura untuk pemenuhan kebutuhan pendanaan fintech P2P lending.

Para investor juga masih menilai fintech P2P lending sebagai portfolio yang prospektif dengan potensi pertumbuhan pengguna dan keuntungan yang tinggi.

(Baca Juga: PayLater Makin Diminati, Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia?)

Dilihat data DS Innovate, nilai investasi pendanaan fintech P2P lending mencapai sekitar US$ 235 juta pada 2021.

Dari data tersebut, pendanaan fintech P2P lending terbesar diisi oleh 4 perusahaan. Berikut data selengkapnya.

1. Kredivo

Pendanaan fintech P2P lending dari Perusahaan Modal Ventura terbesar diterima oleh Kredivo. Menurut data, Kredivo menerima suntikkan dana sebesar US$ 226 miliar di tahun 2021.

2. Amartha

Di posisi kedua, pendanaan fintech P2P lending dari Perusahaan Modal Ventura terbesar diterima oleh Amartha. Di tahun 2021, Amartha diketahui menerima suntikkan modal sekira US$ 85,5 juta.

3. AwanTunai

Posisi selanutnya diisi oleh AwanTunai. Diketahui Awan Tunai menerima pendanaan fintech P2P lending dari Perusahaan Modal Ventura sebesar US$ 45 juta. 

4. ALAMI

Posisi keempat diisi oleh ALAMI yang merupakan fintech P2P lending berbasis syariah. ALAMI menerima pendanaan fintech P2P lending dengan nilai investasi US$ 37,5 juta.

Fintech P2P Lending jadi Solusi Pemodalan bagi Masyarakat

Pendanaan fintech P2P lending dari Perusahaan Modal Ventura merupakan kerja sama yang baik untuk menjaga akses pemodalan masyarakat. Terlebih, banyak masyarakat membutuhkan suntikkan modal untuk mengembangkan UMKM.

Mengutip Kontan, CEO dan Founder PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) Andi Taufan Garuda Putra menyebut bahwa perusahaan fintech P2P lending membuka akses kolaborasi dengan berbagai pihak.

Hal ini dilakukan untuk mengakselerasi pertumbuhan UMKM Indonesia melalui menyediaan akses permodalan. 

Dilansir dari Bisnis.com, industri P2P lending masih menjadi salah satu solusi peminjaman dengan tenor singkat. P2P lending juga diproyeksikan tetap tumbuh sebagai solusi pemodalan meski ada perubahan kebijakan terkait pajak.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) optimistis penyaluran pinjaman industri teknologi finansial pendanaan bersama (P2P lending) masih bisa tumbuh sesuai proyeksi awal.

“Kebijakan perpajakan pasti akan ada pengaruhnya, tapi sampai saat ini belum terlihat apakah signifikan atau tidak. Namun, kami yakin kebutuhan terhadap pinjaman dari industri fintech P2P lending masih ada, karena Indonesia masih memiliki credit gap yang tinggi,” ujar Kuseryansyah, Direktur Eksekutif AFPI seperti dikutip dari Bisnis.com Kamis (23/6/2022).

Kebijakan yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 69/PMK.03/2022 tentang PPh dan PPN Atas Penyelenggaraan Teknologi Finansial. Aturan anyar ini disebut akan memengaruhi biaya layanan platform P2P lending menjadi semakin mahal. 

Namun Kuseryansyah optimis, pertumbuhan P2P lending masih bisa mencapai target awal yaitu mencapai kisaran Rp220 triliun.

Ia melanjutkan, fintech P2P lending berperan sebagai pelengkap ekosistem layanan keuangan di sektor pinjaman bertenor singkat.

Artinya, masyarakat masih mengandalkan P2P lending sebagai salah satu platform peminjaman modal cepat dengan tenor singkat.

Rekomendasi Pinjaman Online Cepat Cair untuk Berbagai Kebutuhan

Pertumbuhan pengguna fintech yang tinggi menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap produk finansial berbasis teknologi di Indonesia meningkat termasuk dengan pinjaman online.

Berikut rekomendasi pinjaman online cepat cair yang pastinya aman dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan

Julo

Sebab itu, jika kamu membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan konsumtif atau untuk korporat yang membutuhkan, ajukan pinjaman online mudah melalui CekAja.com!

Persyaratan pengajuan pinjaman P2P lending juga tidak ribet dan proses pencairannya cepat. Ajukan pinjaman melalui CekAja secara online, dan kamu akan mendapatkan pencairan dana yang kamu butuhkan!

Tunggu apa lagi? Ajukan pinjaman online terbaik melalui CekAja.com sekarang!