Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

2 menit waktu bacaan

Pendanaan Startup Indonesia Terbesar Sepanjang 2015

by Surtan Siahaan on 17 Desember, 2015

Ekosistem digital startup sedang tumbuh subur di Indonesia. Kondisi ini pun memancing investor berbondong-bondong menanamkan modalnya di Indonesia. Sepanjang 2014 saja, Tech in Asia mencatat sebanyak 36 startup mendapat pendanaan dari sejumlah investor.

Nilainya beragam mulai dari ratusan juta hingga triliunan Rupiah. Di tahun 2015, minat investor global sepertinya tidak surut. Beberapa investasi bahkan menyentuh angka yang cukup fantastis. Agar lebih jelas, berikut ini sejumlah investasi besar yang dikucurkan startup sepanjang 2015:

Kudo (US$ 1 juta-US$ 9 juta)

Pada awal Mei 2015, sejumlah investor pimpinan GREE Ventures dan East Ventures mengucurkan pendanaan pada Kudo, sebuah digital startup yang fokus membangun kios digital bagi pembayaran transaksi online.

Meski tidak merinci nilai investasinya, GREE Ventures dikabarkan menggelontorkan dana hingga US$ 9 juta. Dana investasi tersebut digunakan Kudo untuk memasang 500 kios digital di berbagai universitas, pusat perbelanjaan, dan gedung perkantoran di wilayah Jabodetabek.

Kios ini nantinya menjadi pusat pembayaran elektronik untuk membantu orang yang ingin bertransaksi online namun tak memiliki kartu kredit.

(Baca juga: Pendiri Startup Ini Jadi Miliarder Karena Mujur)

HappyFresh (Rp166 miliar)

Aplikasi layanan pesan antar bahan makanan, HappyFresh, memperoleh pendanaan hingga US$ 12 juta pada September 2015 lalu. Investor yang terlibat menyuntikkan modal kepada Happyfresh adalah Vertex Ventures, Sinar Mas Digital Ventures, Venture Group, Beenext, Ardent Capital, Cherry Ventures dan 500 startup.

Nilai pendanaan yang diterima HappyFresh cukup besar meski perusahaan ini baru berdiri kurang dari setahun. Rencanannya, perusahaan akan menggunakan dana segar untuk memperluas jangkauan pasar mereka di Asia Tenggara.

Bhinneka ($22 juta)

Pada November 2015 lalu, Bhinneka disebutkan telah memperoleh pendanaan senilai US$22 juta dari venture capital Ideosource. Digital startup yang menjual berbagai macam merek dan jenis komputer, layanan server, perangkat lunak, fotografi dan aksesori, printer, aksesori komputer, serta peralatan elektronik ini menyebut pendanaan tersebut adalah yang terbesar sejak tahun 1999.

Go Jek (Tidak diungkapkan)

Northstar Group, perusahaan investasi yang berpusat di Singapura, secara resmi mengumumkan investasinya di bisnis ojek online, Go Jek. Meski tidak mengumumkan rincian nilainya, perusahaan yang memiliki dana kelolaan senilai US$ 1,8 miliar ini, dikabarkan menggelontokan jutaan dolar ke kas perusahaan pimpinan Nadiem Makarim ini.

(Baca juga: Cukup 5 Langkah, Kamu Akan Bisa Membangun Bisnis Startup Sukses)

Hijup (Rp 13,3 miliar)

Marketplace busana Muslim, Hijup.com, memperoleh pendanaan dari konsorsium yang beranggotakan, Emtek, Fenox Venture Capital dan 500 Startups. Tidak disebutkan berapa modal awal yang sebenarnya dikucurkan pada Hijup.

Namun, kabarnya Hijup memperoleh tambahan modal pada kas di kisaran US$ 1 juta hingga us$9 juta. Rencanannya, dana tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur dan peningkatan sumber daya perusahaan.

Tentang Penulis