Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Pengertian Cukai Rokok dan Kenaikan Tarifnya Per Januari 2020

by Ayunindya Annistri on 26 Maret, 2020

Demi menekan tingkat konsumsi rokok di masyarakat, Pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok terhitung sejak Januari 2020. Kenaikannya sendiri membuat harga jual eceran menjadi 35 persen. Sebelum membahas lebih jauh, apakah kamu tahu sebenarnya pengertian cukai rokok tersebut?

pengertian cukai rokok

Pengertian Cukai Rokok

Pengertian cukai rokok sebetulnya mengarah pada pungutan rokok maupun produk tembakau lainnya yang dibebankan kepada perokok. Dalam praktiknya, konsumen juga tetap bakal menanggung pajak rokok tersebut.

Tujuan dari pemberlakuan cukai rokok yang diatur oleh Pemerintah ini untuk mengontrol peredaran barang kena cukai yang berpotensi mengganggu kehidupan dan kesehatan masyarakat dalam ranah publik.

Karena seperti yang kita ketahui, perokok aktif tak jarang meresahkan orang lain sebab asapnya yang terhirup, apalagi ketika berada di ruang terbuka. Hasilnya, banyak dari mereka yang menjadi perokok pasif, dimana justru lebih berbahaya ketimbang para perokok aktif.

Disisi lain, dengan diberlakukannya cukai rokok, pendapatan yang diterima baik Pemerintah daerah maupun pusat tentu saja bertambah. Seiring dengan banyaknya angka perokok di Indonesia, khususnya remaja dengan rentan usia 13 hingga 18 tahun.

Beda Pengertian Cukai Rokok dan Pajak Rokok

Terdapat perbedaan pengertian cukai rokok dengan pajak rokok. Jika cukai rokok mengacu pada pungutan kepada konsumennya, sementara pajak rokok adalah pungutan dari cukai rokok yang didapat Pemerintah.

Sifat dari pungutan ini pun juga menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok, dimana pajak biasanya adalah pungutan yang sifatnya wajib dan memaksa. Lain halnya dengan cukai, yang mana sifatnya menyesuaikan dengan kebijakan dari pungutan tersebut.

Beralih ke skema pemungutan biaya yang digunakan, pajak rokok umumnya dibebankan kepada produsen rokok sementara cukai rokok kepada konsumen. Meskipun pada akhirnya nanti perokok lah yang juga bakal menanggung pajak rokok.

Dari segi perhitungan harga jual eceran, terdapat perbedaan yang cukup signifikan dimana tarif dasar pengenaan cukai rokok untuk HJE alias harga jual eceran adalah sekitar 40 persen. Sedangkan tarif pengenaan pajak rokok hanya berkisar 10 persen dari nilai cukai rokok itu sendiri.

(Baca Juga: 4 Cara Menghilangkan Bau Rokok dari Kabin Mobil Bekas)
Kenaikan Tarif Cukai Rokok Per Januari 2020

Pada awal 2020 lalu, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo resmi menyampaikan kenaikan tarif cukai rokok sebesar 23 persen dengan harga jual eceran naik menjadi 35 persen. Kebijakan ini semata-mata dilakukan guna menekan laju tingkat konsumsi rokok dan produk tembakau lainnya di masyarakat.

Berdasarkan data yang beredar, jumlah perokok di Indonesia mengalami peningkatan khususnya di kalangan remaja dan perempuan, dengan rata-rata perhitungan secara berurut adalah 4,8 persen dan 9 persen.

Kenaikan tarif cukai rokok dan HJE sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152 tahun 2019. Dalam peraturan ini dijelaskan, kenaikan tarif terbesar ada pada jenis rokok Sigaret Putih Mesin yakni sebesar 29,96 persen.

Khusus cukai rokok jenis Sigaret Kretek Tangan Filter mengalami kenaikan hanya sekitar 25,42 persen. Lalu disusul pula kenaikan tarif cukai rokok untuk jenis Sigaret Kretek Mesin dan Sigaret Kretek Tangan masing-masing secara berurut, yaitu 23,49 persen dan 12,84 persen.

Jika kebijakan ini dilihat dari sudut pandang Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia, dapat disimpulkan bila kebijakan tersebut justru membebani Industri Hasil Tembakau (IHT).

Pasalnya, pelaku IHT ini juga pasti mengalami penurunan produksi, akibat kenaikan cukai yang mencapai 23 persen serta HJE yang juga mengalami lonjakan hingga 35 persen. Belum lagi, saat ini tengah tren rokok elektrik yang diketahui peraturannya sedikit berbeda dengan rokok konvensional.

Mau mengembangkan bisnismu? Gampang kok! Tinggal unduh aplikasi Kredivo kemudian aktivasi akun kreditmu. Limit yang diberikan juga cukup besar loh, bisa mencapai Rp30 juta.

Enggak perlu takut akan bunganya, karena Kredivo hanya membebankan bunga sebesar 2,95 persen per bulannya. Cuma, kalau kamu bisa melunasi pembayaran dalam 30 hari, itu berarti tidak ada beban bunga yang perlu dibayarkan. Untung bukan?

Tentang Penulis

Ayunindya Annistri

Penulis amatir yang hobi merantau