Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Penipuan Gestun Kartu Kredit, Begini Modusnya

by Rini Agustina on 31 Januari, 2020

Modus penipuan gestun kartu kredit beragam, mulai dari penawaran gratis voucher belanja hingga gratis menginap. Imbal jasanya adalah data penting pengguna kartu kredit yang akan disalahgunakan oleh pelaku.

Penipuan Gestun Kartu Kredit

Penipuan gestun berkedok pay later maupun pinjaman online tengah marak terjadi, dengan korban sudah mencapai ratusan mulai dari kota besar hingga pelosok desa. Rata-rata korban tergiur dengan besaran limit yang bisa dicairkan. Padahal kartu kredit biasanya membatasi limit pinjaman yang sudah disesuaikan dengan pendapatan bulanan.

Kerugian yang diderita tidak main-main, bisa jutaan rupiah per orang. Modusnya mereka ditawari kartu kredit limit besar namun harus menyerahkan sejumlah dana sebagai ganti biaya administrasi. Rata-rata korban adalah bukan pengguna kartu kredit yang tidak mengetahui bahwa biaya administrasi kartu kredit keluaran bank ini sifatnya tahunan.

Karena terbuai dengan pencairan dana yang besar, akhirnya mereka justru menelan kerugian dan tak bisa meminta ganti rugi kepada siapapun. Sebab penipuan gestun kartu kredit ini biasanya tidak punya kantor resmi maupun perusahaan yang terdaftar. 

Anda yang masih awal dengan penggunaan kartu kredit mungkin belum paham apa itu gestun. Karena itu pahami dulu apa itu gestun, bagaimana pemerintah mengaturnya dan modus penipuan yang mengatasnamakan gestun.

Apa itu Gestun?

Gestun merupakan singkatan dari gesek tunai, dalam artian pemilik kartu kredit sengaja menggesek kartu di merchant untuk mendapatkan uang cash, uang ini diambil dari limit kartu kredit mereka. Praktik ini seakan-akan memperlihatkan bahwa kamu sedang berbelanja produk dengan kartu kredit padahal tidak ada barang yang ditransaksikan. 

Artinya ada kerjasama atau kesepakatan antara merchant dengan pemilik kartu kredit. Merchant berpura-pura menjual barangnya (yang diganti dengan uang cash), sementara pemilik kartu kredit tetap membayar tagihan bulanan atau cicilan layaknya ia berhutang barang dengan kartu kredit.

(Baca Juga: Keamanan Gesek Tunai pada Kartu Kredit)

Banyak nasabah memilih gestun karena tingginya limit kartu kredit mereka. Sehingga ada lebih banyak dana yang bisa ditarik dibanding penarikan kartu debit. Selain itu biaya gesek tunai kartu kredit biasanya lebih murah dibanding debit.Limit kartu kredit yang tinggi seakan jadi pinjaman uang instan.

Sementara penipuan gestun melalui merchant biasanya dilakukan dengan mesin EDC (Electronic Data Capture), yang dapat membuat transaksi tersebut seolah-olah terjadi. Sementara Anda membayar barang yang diinginkan dengan kartu kredit, tidak ada barang yang akan datang ke tempat Anda.

Mengapa Gestun Lebih Disukai Nasabah?

Setidaknya ada 4 keuntungan yang dirasakan nasabah ketika melakukan gestun kartu kredit, berikut diantaranya:

1. Tidak ada limit pengambilan

Pada gesek tunai nasabah bebas mengambil dana sebanyak apapun. Ini berbeda dengan kartu debit yang biasanya membatasi jumlah penarikan per harinya misalnya 10 Juta atau 20 juta saja. Kartu kredit memberikan fasilitas penarikan cash hingga 60% dari limit kartu kredit nasabah.

Inilah mengapa banyak orang lebih suka gesek tunai dengan kartu kredit dibanding debit. Namun sayangnya sering tidak diimbangin dengan pengeluaran lain yang tidak jarang membuat nasabah gagal bayar. Ingat, uang yang diambil dari kartu kredit adalah hutang yang mesti dibayar beserta bunganya.

2. Bunga Rendah

Hal lain yang mendorong nasabah lebih senang gestun dengan kartu kredit adalah beban bunga yang lebih rendah dibanding tarik tunai ATM. Bank menetapkan bunga penggunaan kartu kredit sama dengan transaksi ritel yang besaran bunganya sekitar 2,25 persen per bulan. Sementara bunga untuk tarik tunai di ATM adalah sekitar 2,95 persen perbulan. Artinya bank kehilangan potensi pendapatan mereka jika transaksi Tarik tunai lebih sering digunakan dengan kartu kredit, sementara nasabah diuntungkan dengan bunga yang lebih rendah.

3. Biaya Penarikan Rendah

Gesek tunai dengan kartu kredit juga termasuk transaksi berbiaya rendah. Jika biaya penarikan di ATM berada di angka 4 persen. Sementara biaya penarikan uang cash dari kartu kredit hanya berada di kisaran 2-3 persen.

Namun praktik gestun sebenarnya dilarang pemerintah, karena berpotensi menyebabkan terjadinya gagal bayar.

Yakni ketidakmampuan pemilik kartu kredit melunasi tagihan, yang menyebabkan kredit macet dan kerugian pada bank bersangkutan. Aturan ini tertuang jelas pada peraturan Bank Indonesia Nomor 14/2/PBI/2012 yang menyebutkan bahwa kartu kredit merupakan alat pembayaran yang digunakan untuk transaksi belanja di merchant, bukan praktik pinjaman uang dengan limit tinggi.

Disebutkan juga bahwa pemerintah akan menindak tegas para merchant yang membantu nasabah melakukan gesek tunai. Selain menyebabkan kredit macet, praktik gestun juga rentan menjadi ladang penipuan. Modusnya beragam, mulai dari penawaran pinjaman dana instan hingga pembayaran sejumlah merchant, yang intinya para pelaku bermodus gestun ini mengincar data penting pemilik kartu kredit.

Setelah mendapatkan data penting ini, mereka akan menggunakan kartu kredit korban untuk kepentingan pribadi. Sehingga pemilik kartu kredit akan mendapatkan tagihan pemakaian setiap bulan, kendati tidak pernah menggunakannya.

Bagi Anda yang baru akan membuat kartu kredit atau yang sudah memiliki kartu kredit sebaiknya ketahui berbagai penipuan gestun kartu kredit ini.

Modus-Modus Penipuan Gestun Kartu Kredit
1. Menawarkan Pembuatan Kartu Kredit Secara Online

Indonesia termasuk dalam negara dengan jumlah pengguna kartu kredit rendah, dengan hanya 15% dari total jumlah penduduk Indonesia. Hal ini disebabkan bukan karena masyarakat yang tidak tertarik dengan produk keuangan satu ini. Melainkan karena proses pembuatannya yang rumit dan lama. Proses pengajuan kartu kredit sering mewajibkan calon nasabahnya untuk mengumpulkan sejumlah dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk, struk gaji 3 bulan terakhir bahkan jenis pekerjaan yang dimiliki.

Setelah dokumen dilengkapi, calon nasabah masih harus bersabar menunggu cetakan kartu kredit. Sementara pihak bank akan melakukan verifikasi lebih dulu untuk menilai kelayakan besaran limit calon nasabah. Biasanya limitnya dibawah ekspektasi calon nasabah. Inilah yang membuat masyarakat ogah mengajukan kartu kredit.

Beberapa oknum memanfaatkan kesempatan ini, dengan menawarkan jasa pembuatan kartu kredit secara online tanpa harus bertatap muka dan dengan limit tinggi. Ketika korban menyetujui dan memberikan data-data penting terkait keuangan mereka, penipu akan menggunakannya untuk mendapatkan keuntungan lain secara ilegal.

Beberapa bank memang memiliki fasilitas pembuatan kartu kredit online. Namun tetap mewajibkan pertemuan tatap muka dengan pihak bank untuk pemberian kartu dan penandatanganan sejumlah dokumen. Jika Ada yang menawarkan pembuatan kartu kredit secara online dan tanpa tatap muka jelas masuk dalam modus penipuan gestun kartu kredit.

2. Modus Pemberian cashback atau voucher belanja

Praktiknya adalah penipu akan menelepon pemilik kartu kredit, menawarkan sejumlah cashback dan voucher belanja jika melakukan transaksi bersama mereka berupa belanja online. Seringkali penipuan ini juga berkedok PayLater, misalnya traveloka paylater. Pelakunya sering mengaku pemilik agen perjalanan. Anda diminta melakukan pembelian tiket pesawat dengan harga sangat murah dan gratis voucher belanja.

Nyatanya, traveloka tidak pernah bekerjasama dengan agen perjalanan tersebut. Akhirnya Anda harus berhutang untuk sesuatu yang tidak pernah Anda miliki. Sebaiknya, sebelum tergoda dengan tawaran harga lebih rendah dan beragam diskon cek dulu kredibilitas perusahaan yang menawarkan layanan tersebut.

3. Modus Dana Instan Pinjaman Besar

Modus penipuan gestun kartu kredit selanjutnya adalah menawarkan pinjaman besar secara instan. Biasanya penipu akan menelepon calon korbannya dan menawarkan pinjaman online dalam jumlah besar, atau menjadi perantara antara korban dengan lembaga keuangan yang memberikan pinjaman.

Contohnya si A, ingin mengajukan pinjaman online di Tunaiku namun jumlah pendapatan bulanannya tidak memenuhi syarat atau kriteria yang ditentukan Tunaiku. Nah, disinilah penipu masuk dengan seolah-olah memberikan bantuan dengan menggunakan data pribadinya untuk mengajukan pinjaman di Tunaiku.

Korban akan diminta mentransfer sejumlah uang sebagai uang muka. Kemudian memberikan data pribadi, namun setelah uang di transfer pinjaman yang korban butuhkan tidak pernah diterima. Sebaiknya jika Anda yang menawarkan hal seperti ini melalui sambungan telepon, langsung tolak saja.

Tips Cegah Penipuan Gestun Kartu Kredit

Maraknya penipuan gestun kartu kredit memang harus diwaspadai. Bukan dengan berhenti menggunakan kartu kredit namun lebih mawas diri dengan potensi yang kemungkinan terjadi. Ada beberapa kiat yang bisa Anda upayakan untuk mencegah bentuk penipuan ini, berikut diantaranya:

Jangan mudah tergiur

Jika ada yang menelpon dan menawarkan pinjaman limit besar bermodal kartu kredit jangan mudah percaya, kecuali tawaran datang dari perbankan resmi. Tidak ada lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman tanpa bunga, karena esensi adanya industri keuangan adalah menciptakan keuntungan dari penggunaan produk keuangan baik dari lembaga bank maupun non bank.

Segera tolak tawaran

Jika mendapati tawaran gesek tunai yang memberikan fasilitas cash melalui merchant, sebaiknya langsung tolak tawaran ini. Sebab pemerintah sudah jelas melarang para merchant memberikan cash kepada pengguna kartu kredit jika tidak ada transaksi. Jika tawaran datang dari telepon segera tutup telepon Anda. Jangan biarkan penipu mengambil kesempatan mencuri data dari dalam ponsel Anda.

Cek review perusahaan

Tawaran gesek tunai banyak ditemukan di laman pencarian internet. Ada yang menjanjikan dana cair 5 menit hingga jutaan rupiah ada yang menawarkan paket potongan harga untuk produk tertentu bahkan cashback dalam jumlah jutaan. Jelas tawaran ini tidak masuk akal, segera cek review perusahaan apakah memiliki alamat yang jelas, apakah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

(Baca Juga: Pilihan Kartu Kredit Terbaik Untuk Milenial)

Kemudian yang tidak kalah penting adalah review pengguna. Biasanya sedikit banyak ada yang membahas soal penawaran tersebut. Namun tetap harus jeli menelaah, sebab banyak review palsu bertebaran yang berasal dari lingkaran perusahaan tersebut. Jika masih ragu sebaiknya urungkan niat Anda untuk menggunakan fasilitas gesek tunai.

Di bawah ini adalah indikasi bahwa Anda menjadi sasaran penipu:

  • Seseorang memanggil Anda dan meminta informasi identifikasi pribadi Anda.
  • Anda menerima SMS yang berisi kata sandi satu kali (OTP) atau konfirmasi untuk aplikasi pinjaman yang belum pernah Anda dengar.
  • Anda menerima SMS / email yang menunjukkan pengaturan ulang kata sandi atau upaya masuk dari lokasi yang tidak dikenal.
  • Anda menerima SMS / email yang mengarahkan Anda untuk membuka situs web  yang tidak dikenal, di mana Anda diminta untuk membagikan nama pengguna / kata sandi / OTP Traveloka Anda.
  • Seseorang menawarkan layanan swipe cash (swipe cash atau “gestun”).
  • Contoh aneh lainnya, seperti email yang mengonfirmasi pembelian yang tidak Anda lakukan.

Segera miliki kartu kredit secara aman hanya di Cekaja.com.

Tentang Penulis