Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Penjelasan Lengkap Hantavirus, Virus Baru asal China?

by Rini Agustina on 26 Maret, 2020

Saat dunia masih berjibaku dengan pandemi virus Covid-19, kini muncul virus baru yang juga berasal dari China yakni hantavirus. Kasusnya muncul pertama kali Provinsi Yunnan, China barat daya. Beberapa media melaporkan adanya temuan pria yang meninggal ketika melakukan perjalanan ke ke Provinsi Shandong di timur, dengan gejala yang mencurigakan.

Penjelasan Lengkap Hantavirus, Virus Baru asal China?

Awalnya petugas medis menduga kematian pria ini dikarenakan virus Corona (Covid-19). Sebab gejala yang timbul sebelum kematiannya memang mirip pasien pandemi Covid-19.

Yakni menunjukkan adanya tanda-tanda permasalahan pada sistem pernapasannya. Namun, setelah dilakukan penelitian lebih lanjut ternyata kematian pasien berkaitan dengan virus lain yang dinamakan hantavirus.

(Baca juga: Setelah Virus Corona Mereda, Berbagai Wisata Seru di Jambi Ini Bisa Kamu Kunjungi)

Virus ini diketahui menjangkit binatang pengerat ke manusia lewat cairan urin dan feses. Siapapun yang menyentuh dan menghirup cairan urin dan feses hewan yang terinfeksi akan tertular hantavirus.

Berita baiknya, virus ini tidak menular antar manusia. Hanya mereka yang berinteraksi langsung dengan hewan pengerat terinfeksi, yang kemungkinan tinggi bakal tertular.

Tikus dan hamster adalah salah satunya. Anda harus waspada jika lingkungan sekitar rumah terdapat banyak tikus, sebab urin, feses dan air liurnya bahkan berpotensi mengandung Hantavirus.

Mengenal Lebih dalam Hantavirus

Hanta virus merupakan infeksi zoonosis yang ditularkan oleh hewan rodentia (hewan pengerat) ke manusia. Infeksi ini menyebabkan gangguan kesehatan ringan hingga berat.

Gejala ringannya ditandai dengan demam, bintik perdarahan pada muka, sakit kepala, kemudian hipotensi, oliguria (sedikit buang air kecil), lalu diuretik (sering buang air kecil).  Sementara pada kasus yang lebih berat Hantavirus dapat menyebabkan kelainan ginjal dan paru-paru.

Perjalanan Hantavirus

Hantavirus sebenarnya bukanlah jenis virus baru, karena diketahui sudah muncul sejak 1951. Kemunculan pertama Hantavirus justru terjadi di luar China, yakni di negara tetangga Korea.

Kasus pertama ditemukan pada periode 1951-1954 ketika 3000 tentara Amerika yang sedang berada di Korea mengalami gejala infeksi Hantavirus. Kemudian ke-3000 tentara ini membawa serta virus ini ke Amerika. Menyebabkan banyak kematian warga Amerika yang diakibatkan karena gagal jantung.

Hantavirus pernah mewabah di tahun 1993 di empat kota besar Amerika Serikat, yaitu Arizona, New Mexico, Utah, dan Colorado. Selain itu, virus ini sempat ditemukan menjangkit sejumlah orang di Taman Nasional Yosemite (Yosemite National Park) di California, AS pada tahun 2012. 

(Baca juga: Beda, Ini Tata Cara Mengurus Jenazah Pasien Virus Corona)

Hantavirus pertama kali diisolasi pada tahun 1976. Kemudian penelitian lebih lanjut dilakukan hingga teridentifikasi beberapa strain/galur/serotype hantavirus lainnya.

Mengutip dari Kompas, setidaknya ada 22 hantavirus bersifat patogen bagi manusia, dan menyebabkan dua tipe penyakit, yaitu tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Hantavirus beramplop sehingga tidak tahan terhadap pelarut lemak, seperti deterjen, pelarut organik, dan hipoklorit, dapat juga diinaktivasi dengan pemanasan dan sinar ultraviolet. Berjemur dibawah terik matahari dapat menjadi salah satu upaya menghindari serangan hantavirus.

Gejala Orang Terinfeksi Hantavirus

Gejala orang yang terinfeksi Hantavirus ini mirip seperti gejala Demam Berdarah. Virus ini juga diketahui bisa menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS).

HPS dan HFRS seringkali menunjukkan gejala yang berbeda. Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) gejala Hantavirus terdiri dari gejala awal dan gejala lanjutan.

  • Gejala HPS

Biasanya gejala yang ditimbulkan hantavirus HPS ini meliputi kelelahan, demam, pusing, sakit kepala, kedinginan, muntah, diare, serta nyeri otot khususnya di paha, punggung, pinggul, dan bahu.

Setelah fase pertama yakni antara hari ke 4 sampai 10 hari, seseorang yang terpapar hantavirus akan mengalami batuk, sesak napas, dan paru-paru yang dipenuhi cairan. Gejala ini hampir mirip seperti flu biasa, namun dapat menyebabkan komplikasi serius terutama gagal ginjal.

  • Gejala HFRS

Gejala untuk kasus HFRS biasanya muncul cepat, diantaranya sakit perut, punggung, kepala, mual, kedinginan, dan demam. Wajah penderita biasanya akan meradang dan memerah sehingga menyebabkan kemampuan penglihatannya berkurang. 

Hal ini diikuti dengan tekanan darah rendah dan syok akut, kebocoran pembuluh darah, serta gagal ginjal akut. Bila seseorang terpapar hantavirus yang menyebabkan HFRS, satu hingga 15 persen pasien meninggal dunia.

Itulah beberapa gejala yang dialami para penderita Hantavirus , jika menemui kondisi serupa segera bawa ke dokter karena penanganan yang terlambat dapat menyebabkan indikasi penyakit serius bahkan kematian.

Proses Penularan Hantavirus ke Manusia

Sebenarnya kasus penularan Hantavirus dari hewan ke manusia ini jarang terjadi. Namun sebagai negara dengan hewan pengerat cukup banyak kita wajib berhati-hati karena hewan ini adalah inang paling baik untuk Hantavirus.

Di Amerika Serikat, tikus rusa (bersama dengan tikus kapas dan tikus padi di negara bagian tenggara dan tikus putih di Timur Laut) adalah reservoir hantavirus.

Proses penularan Hantavirus ke manusia terjadi ketika hewan pengerat menumpahkan virus ke dalam urin, kotoran, dan air liur mereka.  Tingkat kematian HPS adalah 38%, kematian terjadi pada kurang dari 1% hingga 15% pasien.

Virus ini terutama ditularkan kepada orang-orang ketika mereka menghirup udara yang terkontaminasi oleh virus. Ketika urin hewan pengerat dan kotoran menyatu, inilah saat proses penciptaan Hantavirus.

Akan muncul uap atau tetesan kecil yang timbul dari penyatuan urin dan feses yang mengandung virus kemudian dihirup oleh manusia, proses ini dikenal sebagai “transmisi udara”.

Ada beberapa cara lain tikus dapat menyebarkan hantavirus kepada orang-orang:

  • Jika tikus dengan virus menggigit seseorang, virus mungkin menyebar ke orang itu, tetapi jenis penularan ini jarang terjadi. Para ilmuwan percaya bahwa kemungkinan terbesar orang dapat terjangkit virus adalah ketika mereka menyentuh sesuatu yang telah terkontaminasi dengan urin tikus, kotoran, atau air liur, dan kemudian menyentuh hidung atau mulut mereka.
  • Para ilmuwan juga menduga orang bisa jatuh sakit jika mereka makan makanan yang terkontaminasi oleh urin, kotoran, atau air liur dari tikus yang terinfeksi.

Hantavirus yang menyebabkan penyakit manusia tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain. Misalnya, Anda tidak bisa terinfeksi virus ini hanya karena menyentuh atau mencium seseorang yang menderita HPS atau dari petugas kesehatan yang telah merawat seseorang dengan penyakit tersebut.

Namun ada temuan baru yang didapat Di Chili dan Argentina, kasus yang jarang, yakni adanya penularan dari orang ke orang terjadi di antara kontak dekat seseorang yang sakit dengan jenis hantavirus yang disebut virus Andes.

Diagnosis & Perawatan

Mendiagnosis HPS pada individu yang baru terinfeksi beberapa hari terbilang cukup sulit, karena gejala awalnya mirip flu biasa seperti demam, nyeri otot, dan kelelahan.

Namun, jika individu tersebut mengalami demam dan kelelahan dan memiliki riwayat potensi paparan hewan pengerat, bersama dengan sesak napas, kemungkinan besar diagnosis mengarah ke HPS. Jika 

Apakah banyak kasus HPS berakhir dengan komplikasi dalam jangka panjang? Jawabannya adalah jarang. Memang, masa pemulihan pasien Hantavirus terbilang lama yakni mencapai berbulan-bulan, namun belum ada bukti yang memperlihatkan ada efek penyakit kronis dalam jangka panjang. 

Meski begitu bukan berarti kita boleh berleha-leha sehingga tidak menjaga kebersihan dan melakukan pencegahan sedini mungkin.

Mengobati HPS

Tidak ada perawatan khusus, penyembuhan, atau obat untuk infeksi hantavirus. Namun, kita tahu bahwa jika orang yang terinfeksi dikenali lebih awal dan menerima perawatan medis di unit perawatan intensif, mereka mungkin bisa lebih cepat pulih.

Dalam perawatan intensif, pasien diintubasi dan diberikan terapi oksigen untuk membantu mengurangi masalah pada sistem pernapasan yang parah.

Semakin awal pasien dibawa ke perawatan intensif, semakin baik. Jika seorang pasien datang ke rumah sakit dengan gejala yang sudah akut kecil kemungkinan ia dapat sembuh. 

Karena itu, jika Anda telah berada di sekitar hewan pengerat dan memiliki gejala demam, nyeri otot dalam, dan napas pendek, segera temui dokter Anda.

Pastikan untuk memberi tahu dokter Anda bahwa Anda telah berada di sekitar hewan pengerat. Penjelasan Anda akan sangat membantu dokter memutuskan diagnosa yang tepat. 

Pencegahan

Bagi Anda yang tinggal di kawasan padat penduduk, bertemu dengan hewan pengerat seperti tikus sudah jadi hal biasa. Bahkan kotoran tikus dan urinnya biasa ada di sudut-sudut rumah. Jangan anggap remeh pemandangan ini, karena jika tersentuh oleh tangan bukan tidak mungkin dapat menyebabkan Hantavirus.

Salah satu tindakan pencegahan atau menghindari serangan Hantavirus adalah dengan menampilkan kontak dengan tikus di rumah, tempat kerja, atau daerah sekitar Anda.

Tutup lubang dan celah di rumah atau garasi Anda. Pasang lem tikus jika mendapati tikus berkeliaran di dalam rumah. Bersihkan remah-remah makanan yang dapat mengundang tikus.

  • Hindari Tikus

Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa banyak orang yang mengidap HPS karena sering berhubungan dengan tikus dan / atau kotorannya di sekitar rumah atau tempat kerja.

Disisi lain, banyak orang yang jatuh sakit melaporkan bahwa mereka sama sekali tidak melihat tikus. Karena itu, jika Anda tinggal di kawasan dengan tikus yang berkembang pesat jagalah kebersihan rumah.

  • Melakukan Vaksinasi

Selain menjaga kebersihan dan mengurangi interaksi dengan tikus, kita juga bisa melakukan vaksinasi. Kini sudah ada vaksin multivalent rekombinan yang terdiri dari beberapa strain/serotype hantavirus yang dapat mencegah infeksi hantavirus.

Vaksin hanta yang berasal dari jaringan ginjal gerbil dan hamster telah banyak diproduksi. Di China dan Korea, pemberian vaksinasi hantavirus terbukti dapat menurunkan kasus infeksi pada manusia.

Cara membersihkan lingkungan

Penting diketahui juga bahwa cara membersihkan area yang sudah terpapar kotoran tikus ini tidak boleh sembarang. Jangan gunakan penyedot debu maupun sapu untuk membuangnya.

Pertama yang harus dilakukan adalah membuka lebar-lebar semua ventilasi di rumah, kemudian gunakan lap atau tisu yang sudah disemprot dengan desinfektan, kemudian barulah bersihkan area tersebut dengan lap basah dan buang sisa kotoran ke tempat basah.

Ketika melakukan pembersihan, lindungi diri dengan menggunakan sarung tangan latex. Buang segera sarung tangan jika sudah terkontaminasi feses maupun urin tikus. Biasakan mencuci tangan setelah bersih-bersih walaupun Anda telah menggunakan sarung tangan.

Itulah beberapa pencegahan yang bisa kita lakukan untuk menghindari serangan hantavirus. Jagalah kebersihan diri dan lingkungan. Jangan membunuh tikus didalam rumah, sebab bisa jadi darah, urin dan fesesnya mengandung Hantavirus. Selalu jaga kesehatan anda, dengan memproteksikan diri.

Untuk memenuhi pembayaran mu, kini kamu bisa bayar belanja di ecommerce pilihan kamu tanpa kartu kredit dengan menggunakan Kredivo. Dengan Kredivo, data dan dokumen kamu dijamin aman karena sudah diawasi dan terdaftaf di OJK.

Untuk memenuhi kebutuhan mu disaat banyak virus menyerang, gunakan Kredivo!

Tentang Penulis