Penyebab Jamur Pada Kulit, Beserta Langkah Pencegahan dan Cara Pengobatannya

Tahukah kamu, kalau ternyata penyebab jamur pada kulit sangat banyak. Umumnya, jamur tersebut timbul akibat ulah dari golongan jamur tertentu, seperti Dermatophyta penyebab kurap, dan Candida penyebab Kandidiasis.

Namun selain dua jamur itu, masih ada ada golongan jamur lainnya, yang juga menjadi penyebab jamur pada kulit timbul dan berkembang.

Jika ingin tahu apa saja penyebab jamur pada kulit secara lengkap, pada kesempatan kali ini CekAja.com akan mengulasnya secara lengkap, khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Apa Itu Jamur Kulit?

Sebelum membahas lebih jauh tentang penyebab jamur pada kulit, hal pertama yang perlu kamu ketahui yaitu definisi dari jamur kulit itu sendiri.

Buat kamu yang belum tahu, jamur kulit merupakan salah satu bentuk penyakit kulit, yang disebabkan oleh jamur.

Seperti yang diketahui, jamur bisa tumbuh di area yang cukup lembap, seperti misalnya di sela-sela jari, beberapa lipatan kulit, hingga organ intim.

Orang yang sudah terinfeksi jamur pada kulit, biasanya akan mengalami gatal-gatal akibat dari timbulnya ruam pada kulit.

Hal itu memang tidak berbahaya, namun akan sangat mengganggu penampilan, khususnya bagi wanita. Sebab, infeksi jamur pada kulit ini bisa terjadi pada semua kelompok usia, serta jenis kelamin.

Apalagi, jamur sebagai organisme primitif juga hidup dan berkembang di lingkungan sekitar, seperti tanah, udara, bahkan ada beberapa jamur yang bisa hidup di dalam tubuh hewan dan manusia.

(Baca Juga: Perbedaan Panu, Kudis, dan Kurap)

Penyebab Jamur Pada Kulit

Setelah mengetahui sekilas informasi tentang jamur kulit, maka selanjutnya kamu akan mengetahui penyebab jamur pada kulit.

Yang mana, penyebab jamur pada kulit sebenarnya ada banyak. Namun jika dilihat secara umum, penyebab jamur tersebut dibagi menjadi dua jenis, yaitu golongan Dermatofita dan golongan non Dermatofita.

  • Golongan Dermatofita, adalah golongan jamur yang terdiri dari spesies Trichophyton, Microsporum dan Epidermophyton, yang mampu menimbulkan infeksi kulit mulai dari kulit kepala hingga kulit kaki dan kuku.
  • Golongan non Dermatofita, adalah golongan jamur seperti Candida, yang sering menginfeksi daerah lipatan kulit, seperti lipatan di bagian paha dan payudara.

Perlu diketahui, semua penyebab jamur pada kulit tersebut memang menyerang banyak manusia, baik pria maupun wanita.

Namun, bukan berarti semua jenis jamur itu berhasil menginfeksi kulit manusia, karena tidak semua orang rentan mengalami infeksi jamur.

Ada beberapa kondisi, yang membuat seseorang rentan terhadap infeksi jamur, di antaranya yaitu:

  • Orang yang mudah berkeringat
  • Orang yang menjaga kebersihan tubuh
  • Orang yang menggunakan pakaian ketat
  • Orang yang menggunakan pakaian tidak menyerap keringat
  • Orang yang tinggal di iklim lembap
  • Orang yang tinggal serumah dengan orang pengidap infeksi jamur
  • Orang yang memiliki gangguan kekebalan tubuh, seperti penderita HIV atau diabetes yang kadar gula darahnya tidak terkontrol
  • Orang yang memiliki berat badan berlebih
  • Dan lain sebagainya.

Gejala Timbulnya Jamur Kulit

Salah satu gejala timbulnya jamur kulit yang paling banyak diketahui, yaitu muncul bintik atau ruam merah pada kulit, yang menimbulkan rasa gatal.

Padahal, selain itu jamur kulit juga bisa diketahui melalui gejalanya yang timbul bintik seperti jerawat di atasnya, serta lapisan atas kulit yang mengelupas.

Namun disisi lain, gejala jamur pada kulit pun berbeda-beda sesuai dengan jenis penyakit kulitnya. Jika ingin tahu secara lengkap, yuk simak ulasan berikut ini!

  • Gejala Kurap, yaitu muncul warna kemerahan yang berbentuk lingkaran seperti cincin di area kulit yang terinfeksi
  • Gejala Panu, yaitu muncul bintik berwarna putih di area kulit dalam jumlah banyak dan terpisah
  • Gejala Tinea Cruris dan Tinea Capitis, yaitu kulit terasa seperti terbakar, gatal, kemerahan dan juga pecah-pecah
  • Gejala Infeksi Kuku, yaitu warna kuku terdapat perubahan yang signifikan
  • Gejala Kandidiasis, yaitu area kulit yang terinfeksi jamur akan muncul benjolan isi nanah serta ruam, yang juga disertai dengan rasa gatal dan terbakar.

Langkah Pencegahan dan Cara Mengobati Jamur Kulit

Setelah informasi dasar seputar definisi, penyebab jamur pada kulit dan gejalanya sudah kamu ketahui di pembahasan sebelumnya, maka kini saat yang tepat untuk kamu mengetahui bagaimana langkah pencegahan, serta cara mengobati jamur kulit yang bisa dilakukan.

Sebenarnya, ketika kamu didiagnosa terinfeksi jamur kulit, akibat ditemukannya ruam merah yang menimbulkan rasa gatal, kamu tidak harus langsung mengonsumsi obat-obatan.

Kamu bisa melakukan beberapa langkah pencegahan terlebih dahulu untuk mengatasinya, seperti misalnya:

  • Mulai menggunakan pakaian yang menyerap keringat
  • Tidak menggunakan lagi pakaian ketat
  • Tidak menggunakan handuk secara bersamaan dengan anggota keluarga yang lain
  • Rajin membersihkan tubuh
  • Segera mengeringkan kulit dengan handuk, apabila tubuh basah atau berkeringat
  • Rutin mengganti pakaian, kaos kaki dan juga sepatu jika tubuh atau kaki sering berkeringat
  • Khusus untuk penderita diabetes melitus, mulai atur waktu dan porsi makan, serta konsumsi obat-obatan dengan baik, agar kadar gula darah lebih terkontrol.

Apabila semua langkah pencegahan itu sudah dilakukan, namun infeksi jamur pada kulit tetap belum membaik, itu artinya kamu harus melakukan beberapa langkah pengobatan, baik itu secara alami maupun mengonsumsi obat-obatan.

Untuk pengobatan secara alami sendiri, kamu bisa membuat semacam salep dari bahan masakan yang ada di rumah, seperti kunyit, bawang putih, minyak kelapa, cuka apel, oregano hingga lidah buaya.

Hal tersebut karena, semua bahan masakan itu dinilai ampuh dalam mengobati infeksi jamur pada kulit, meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Namun disamping itu, untuk mempercepat proses penyembuhan, kamu juga bisa menggunakan dan mengonsumsi beberapa obat-obatan antijamur.

Perlu diketahui, obat-obatan antijamur pun sangat beragam, ada yang antijamur topikal atau obat oles, ada juga yang antijamur oral.

Semua jenis obat antijamur itu sebenarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu menghancurkan dinding sel jamur agar isi sel jamur keluar dan mati, maupun menghambat pertumbuhan dan perkembangan sel jamur.

Hanya saja, yang membedakannya adalah cara penggunaannya dan peruntukkannya. Untuk cara penggunaannya sendiri, ada obat yang dioles langsung ke area yang terinfeksi jamur, ada juga obat dalam bentuk kapsul, pil dan cair yang harus dikonsumsi seperti obat biasa.

Sedangkan untuk peruntukkannya, semua jenis obat antijamur memiliki kandungan yang berbeda, yang bisa dipilih sesuai dengan jenis penyakitnya, seperti misalnya kurap atau panu.

Meskipun ada beberapa kandungan yang berbeda, tetapi setiap obat antijamur yang pasti mengandung clotrimazole, nystatin, miconazole, ketoconazole maupun kombinasi dari beberapa kandungan tersebut.

Intinya semua jenis obat antijamur diatas bisa dibeli secara bebas di apotek, tanpa harus menggunakan resep dokter.

Sebelum membeli, pastikan saja kalau zat yang terkandung dalam obat antijamur yang akan kamu beli, sesuai dengan kebutuhan dan jenis penyakit mu.

Setelah itu, jangan lupa untuk selalu menggunakan obatnya sesuai dengan aturan pakai, agar kulit yang terinfeksi jamur dapat sembuh dengan maksimal, dan pulih lebih cepat.

(Baca Juga: Cara Menghilangkan Panu di Wajah)

Apabila setelah penggunaan semua obat antijamur tersebut tidak kondisi kulit yang terinfeksi jamur tak kunjung membaik, maka sebaiknya kamu memeriksakannya ke dokter, untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Mungkin pemeriksaan tersebut akan memakan biaya yang lebih mahal, namun itu tidak menjadi masalah selama kamu memiliki asuransi kesehatan.

Sebab, asuransi kesehatan akan menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan selama kamu sakit.

Sehingga, nantinya kamu tidak perlu lagi pusing memikirkan besarnya biaya pengobatan yang harus dibayarkan, karena sudah ditanggung oleh asuransi kesehatan.

Maka dari itu, buat kamu yang belum memiliki asuransi kesehatan hingga saat ini, yuk segera ajukan melalui CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk asuransi kesehatan dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com juga sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajukan asuransi kesehatan terbaik mu sekarang juga, dan dapatkan segudang promo menariknya!