6 Penyebab Oli Mesin Motor Cepat Habis yang Wajib Diketahui

8 min. membaca Oleh Nadhillah Kusindriani on

Sebagai pemilik kendaraan, kamu tentu harus merawat mesin dengan baik, agar terhindar dari beberapa penyebab oli mesin motor cepat habis. Mengingat, oli mesin merupakan komponen penting yang dapat menunjang kinerja mesin kendaraan.

Karena jika berbicara tentang penyebab oli mesin motor cepat habis, pada ada banyak sekali faktor yang menyebabkan oli mesin cepat habis.

Dan salah satu faktor utamanya adalah penggantian oli mesin yang jarang dilakukan. Hal ini biasanya terjadi, karena pemilik kendaraan kurang memperhatikan kebutuhan kendaraannya.

Namun, selain itu masih banyak lagi faktor penyebab oli mesin cepat habis, yang di antaranya akan CekAja.com ulas secara lengkap pada kesempatan kali ini.

Kenali Tanda Oli Mesin Motor Berkurang dan Habis

Sebelum kamu mengetahui apa saja penyebab oli mesin motor cepat habis, alangkah baiknya kamu ketahui lebih dulu tanda-tanda apabila oli mesin motor berkurang dan akan habis.

Yang mana, tanda-tanda oli mesin motor yang akan habis sendiri pada dasarnya sangat banyak, di antaranya yaitu:

  • Warna oli berubah menjadi hitam pekat dengan tekstur encer, akibat dari oli yang sudah terkontaminasi banyak zat, seperti bensin dengan NOx
  • Timbul suara “tek tek tek” saat RPM rendah, yang disebabkan oleh oli mesin yang tidak masuk ke bagian kepala silinder, dan membuatnya tidak mendapat cukup pelumasan
  • Mesin motor lebih cepat panas, setidaknya dalam jangka waktu sekitar 30 detik, dari waktu yang seharusnya relatif lebih lama
  • Tarikan motor tertahan atau terasa lebih berat, yang disebabkan oleh kurangnya oli yang melumasi komponen mesin
  • Asap knalpot berubah menjadi warna putih, akibat dari oli mesin yang tidak masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar
  • Mesin motor tidak bisa di starter atau bahkan mati tiba-tiba, akibat dari volume oli mesin yang terdeteksi berada di bawah normal, yang seharusnya berada pada kapasitas 150 cc ke bawah atau sekitar 800 MI
  • Suara mesin transmisi menjadi kasar, yang disebabkan oleh gesekan antar komponen mesin
  • Piston terkunci atau macet, akibat dari piston yang terlalu panas karena tidak mendapat cukup oli mesin, yang membuatnya memuai dan memiliki ukuran lebih besar dari biasanya
  • Suhu mesin menjadi lebih tinggi, yang bisa dirasakan di area blok mesin ke arah kaki yang sebelumnya tidak terasa.

(Baca Juga: Langkah-langkah Ganti Oli Sendiri di Rumah)

Penyebab Oli Mesin Motor Cepat Habis

Salah satu penyebab oli mesin motor cepat habis adalah penggantian oli mesin yang jarang dilakukan. Namun, itu hanya satu dari sekian banyak penyebab oli mesin motor cepat habis yang terjadi.

Sejatinya, masih ada banyak lagi faktor penyebab oli mesin motor cepat habis. Lantas, apa saja faktor penyebab tersebut? Yuk, simak bersama-sama ulasan berikut ini.

1. Oli mesin motor jarang diganti

Penyebab oli mesin motor cepat habis yang pertama adalah motor jarang dilakukan penggantian oli mesin. Padahal, mengganti oli mesin motor secara rutin itu sangat penting, untuk menjaga komponen mesin agar tetap dalam kondisi baik.

Pasalnya, oli yang digunakan secara terus-menerus dalam jangka waktu lama, dapat membuat volume oli menjadi berkurang.

Hal itu tentu saja disebabkan oleh oli yang terus mengalami penguapan. Sehingga, apabila tidak diganti secara berkala, maka ketika oli sudah berada di bawah batas minimal, oli sudah tidak lagi mampu melindungi komponen mesin dengan maksimal.

Akibatnya, komponen mesin pun secara bertahap akan mengalami kerusakan, terlebih jika dibiarkan begitu saja untuk jangka waktu lama.

2. Seal oli mengalami kebocoran

Kebocoran yang terjadi pada seal oli, juga menjadi salah satu penyebab oli mesin motor cepat habis. Biasanya, bocornya seal oli ini terjadi karena oli diisi lebih dari kapasitasnya, serta usia dari seal oli itu sendiri.

Hal itulah yang membuat oil up, yaitu kondisi di mana oli yang berlebihan tersebut keluar melalui lubang pernapasan ke filter udara dan ruang karburator.

Dengan begitu, oli yang masuk ke ruang karburator ini akan terbakar, dan membuat knalpot menghasilkan asap berwarna putih.

3. Piston dan ring piston aus atau kotor

selain dua hal di atas, piston dan ring piston yang aus atau kotor juga menjadi penyebab oli mesin motor cepat habis.

Bagaimana tidak, komponen yang terletak di dalam mesin ini dapat mengalami kerusakan, seperti aus, kotor maupun tergores, apabila mesin tidak mendapat cukup oli.

Karena pada dasarnya, kerapatan ring piston sendiri berguna untuk mencegah terjadinya banyak campuran bahan bakar udara yang masuk ke ruang oli.

Dan apabila ring piston tidak mendapat cukup oli dan aus, maka kerapatannya akan berkurang, kendur dan udara pun akan dengan mudah masuk ke ruang oli.

Jika sudah begitu, maka turunnya tekanan kompresi mesin tidak dapat dihindari.

Inilah yang nantinya membuat motor mengeluarkan banyak asap akibat oli yang terbakar, dan oli pun akan lebih cepat habis.

4. Motor digunakan dengan tidak normal

Siapa di antara kamu yang pernah mengendarai motor ugal-ugalan? Eits, hati-hati!

Selain membahayakan diri, berkendara secara ugal-ugalan juga dapat membuat oli mesin motor cepat habis.

Tidak hanya itu, berkendara dengan gas penuh atau full to full, penggunaan throttle yang tidak beraturan, serta berkendara dengan stop go juga mampu membuat oli mesin motor berkurang.

Hal tersebut tentunya disebabkan oleh penggunaan kendaraan yang sangat kasar. Sehingga, mesin motor menjadi lebih cepat panas dan oli pun lebih cepat menguap.

Maka dari itu, berkendara dengan baik dan hati-hati itu sangat penting, agar penyebab oli mesin motor cepat habis yang satu ini dapat dihindari.

5. Tingkat kekentalan oli mesin tidak sesuai dengan spesifikasi mesin

Nyatanya, tingkat kekentalan oli mesin yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin motor pun, menjadi penyebab oli mesin motor cepat habis.

Untuk itu, sebisa mungkin kamu ketahui terlebih dahulu spesifikasi mesin motor, agar nantinya bisa membeli oli mesin yang sesuai dengan kebutuhan mesin.

Jangan sampai kamu membeli oli mesin motor, yang lebih kental dari yang direkomendasikan. Sebab, hal itu hanya akan membuat motor terasa lebih berat saat digunakan.

Begitu pun sebaliknya, jangan sampai kamu membeli oli mesin motor yang lebih cair dari yang dibutuhkan. Hal itu pasalnya akan membuat motor terasa lebih ringan dari biasanya.

6. Oli mesin mengalami penguapan

Penyebab oli mesin motor cepat habis yang terakhir adalah oli mengalami penguapan. Ini biasanya terjadi ketika oli terkena panas, pada saat macet dalam perjalanan.

Yang mana, pada saat itu suhu mesin akan semakin naik dan panas, hingga oli mengalami penguapan.

Cara Mengatasi Oli Mesin Motor yang Habis

Setelah di pembahasan sebelumnya kamu telah mengetahui apa saja penyebab oli mesin motor cepat habis, maka kali ini kamu akan mengetahui cara mengatasinya.

Sebenarnya, cara mengatasi oli mesin motor yang cepat habis ini sangat mudah, kamu hanya perlu melakukan beberapa hal seperti berikut ini.

Melakukan penggantian oli secara rutin

Cara pertama yang perlu kamu lakukan, untuk mengatasi oli mesin motor yang habis adalah dengan menggantinya secara berkala.

Kamu bisa menggantinya di bengkel maupun sendiri di rumah. Namun, sebelum melakukan penggantian oli, pastikan terlebih dahulu kalau oli motor memang sudah dalam kondisi yang harus diganti, atau sudah waktunya, yaitu setiap 2500 – 3000 km.

Sebab, jika kamu terlambat mengganti oli motor, maka bisa saja motor akan kehabisan oli lebih dulu, yang nantinya akan berakibat fatal pada kendaraan, baik itu kerusakan komponen mesin motor dan lain sebagainya.

Perhatikan kondisi ring piston

Selanjutnya, kamu juga perlu memperhatikan kondisi ring piston dan memastikannya berada dalam kondisi baik-baik saja. Jangan sampai, ring piston mengalami kerusakan atau aus.

Namun, apabila hal itu terjadi, maka cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah mengecek kondisi ring piston motor secara langsung dan memperbaikinya ke bengkel.

Selain itu, jika ring piston sudah benar, maka untuk kedepannya kamu harus rutin mengganti oli motor, agar ring piston tidak aus, dan pelumas oli mesin di bagian silinder pun dapat tersapu dengan sempurna.

Pilih oli mesin yang sesuai dengan spesifikasi mesin motor

Memilih oli mesin yang sesuai dengan spesifikasi mesin motor pun, menjadi cara yang patut kamu lakukan, sebagai langkah antisipasi oli motor yang cepat habis.

Dengan memilih oli yang sesuai, maka nantinya performa yang dihasilkan motor akan lebih maksimal.

Selain itu, motor pun akan lebih terawat, nyaman digunakan dan terhindar dari berbagai jenis masalah

Maka dari itu, mengetahui spesifikasi mesin motor sangat penting, untuk mencegah oli mesin motor yang cepat habis.

Usahakan kamu tidak membeli oli motor yang terlalu kental, karena itu hanya akan membuat motor terasa lebih berat saat digunakan.

Begitupun sebaliknya, jangan membeli oli motor yang terlalu encer yang tidak sesuai spesifikasi, karena itu akan membuat motor terasa lebih ringan dari seharusnya.

Perhatikan seal oli motor

Untuk mencegah oli motor cepat habis, pastikan kalau tempat seal oli motor berada di tempat yang seharusnya, yaitu diantara sambungan mesin motor.

Namun tidak hanya itu, kamu juga bisa mencegah oli motor cepat habis dengan cara berkendara secara hati-hati dan perlahan, untuk menjaga seal agar tidak rusak.

Apabila hal itu kamu lakukan dengan benar, maka seal oli motor pun akan terjaga dengan baik, dan risiko terjadinya kebocoran akan terminimalisir.

Pastikan motor digunakan dengan baik dan hati-hati

Menggunakan motor dengan baik dan hati-hati, nyatanya dapat mengurangi risiko oli mesin motor yang cepat habis, loh!

hal tersebut dikarenakan, motor tidak dipaksa untuk melakukan gaspoll atau full to full, stop go maupun pemakaian throttle yang tidak beraturan.

Sehingga, kondisi oli mesin pada motor akan tetap terjaga dengan baik, terawat dan memiliki usia yang lebih lama, dari oli mesin motor yang digunakan ugal-ugalan.

Usahakan oli agar tidak mengalami penguapan

Cara terakhir yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi oli motor agar tidak cepat habis, yaitu dengan mengusahakannya agar oli mesin tidak mengalami penguapan.

Mengingat bentuk oli sendiri berupa cairan, maka tidak heran apabila oli akan sangat mudah menguap jika terkena panas.

Maka dari itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini, yaitu dengan rutin memanaskan motor setiap hari sebelum berkendara.

(Baca Juga: Cara Cek Kondisi dan Volume Oli Mobil)

Nah, itulah beberapa penyebab oli mesin motor cepat habis yang sudah kamu ketahui.

Semua penyebab tersebut sebenarnya dapat dicegah, dengan melakukan beberapa cara yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satunya yaitu dengan mengganti oli secara rutin.

Sebab, hal itu tidak hanya mampu mencegah oli mesin cepat habis, tetapi juga menjaga setiap komponen mesin agar terjaga dengan baik dan terawat.

Dengan begitu, motor pun nantinya akan semakin nyaman digunakan. Selain itu, kamu pun ada baiknya melindungi motor dengan asuransi kendaraan.

Karena, itu berguna untuk menjaga kendaraanmu dari berbagai jenis risiko kerusakan, baik yang disebabkan oleh bencana alam maupun kecelakaan.

Oleh karena itu, buat kamu yang hingga saat ini belum melindungi kendaraanmu dengan asuransi kendaraan, yuk segera ajukan melalui CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk asuransi kendaraan yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajukan asuransi kendaraan terbaikmu sekarang juga dan dapatkan perlindungan yang maksimal!

Tentang kami

Nadhillah Kusindriani

Nadhillah Kusindriani