Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Perayaan Tahun Baru Islam di Negara-negara Asia

by Rafly Aditia on 21 September, 2017

tips traveling_ asuransi perjalanan - CekAja.com

Tahun baru Hijriyah atau yang biasa dikenal dengan tahun baru Islam memang memiliki penanggalan berbeda dengan tahun baru masehi yang digunakan secara umum di seluruh dunia. Beberapa negara pun memiliki keunikan tersendiri dalam merayakannya.

Bulan Muharram yang merupakan bulan pertama dalam kalender Islam adalah bulan yang suci bagi kaum muslimin. Sehingga, berbagai negara dan daerah yang mayoritas dihuni oleh umat muslim melakukan peringatan dan tradisi untuk merayakan kedatangan tahun baru Hijriyah.

Beberapa negara di Asia Tenggara yang memiliki penduduk muslim memiliki beberapa tradisi unik dalam merayakannya. Berikut ini adalah daftarnya;

Malaysia

Dalam memperingati Tahun Baru Hijriyah, warga Malaysia khususnya mereka yang tinggal di Kuala Lumpur akan mengikuti pengajian bersama di Masjid Negara Kuala Lumpur. Perdana Menteri dan Wakil Perdana Menteri turut andil dalam perayaan satu ini, bersama warganya mereka merayakan tahun baru hijriyah dengan cara membaca surat Yasin dan berdoa di Masjid.

Selain itu, di beberapa tempat lainnya masyarakat di Malaysia juga merayakan tahun baru hijriah dengan mengadakan upacara di lapangan. Semua hal tersebut dilakukan sebagai bentuk syukur para penganut agama Islam dan mengingat bagaimana perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam berhijrah dari Mekkah ke Madinnah.

Brunei Darussalam

Tidak begitu berbeda di Brunei Darussalam, untuk merayakan tahun barunya umat muslim ini mereka mengadakan berbagai kegiatan keagamaan yang dilakukan selama satu minggu penuh.

Misalnya pada tahun 2015 lalu, kementerian agama Brunei mengadakan pembacaan doa di masjid-masjid saat malam hari di seluruh negeri. Setelah itu, ketika malam tahun baru berakhir, pada siang harinya dilakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan masjid. Belum selesai, mereka juga mengadakan forum diskusi agama khusus yang dilakukan di kantor distrik Brunei-Muara pada saat itu.

Melihat cara masysarakt Brunei merayakan tahun baru hijriyah ini memang penuh nuansa positif. Sepertinya, semangat seperti ini patut kita tiru di Indonesia!

Indonesia

Kalau berbicara tentang tradisi dan budaya, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, bisa dibilang Indonesia adalah yang nomor satu. Bagaimana tidak, pasalnya setiap tanggal malam tahun baru Islam atau yang biasa disebut oleh orang Jawa malam satu suro, banyak sekali tradisi-tradisi unik yang dilaksanakan untuk memperingatinya.

Mulai dari tradisi Kirab Kebo Bule di kota Solo, festival Tabot di Bengkulu, hingga tradisi Mubeng Benteng yang dilakukan di Keraton Ngayogyakarta, Yogyakarta.

Walau bercampur dengan sentuhan budaya dan kedaerahan, semua tradisi-tradisi unik yang dilakukan memiliki satu tujuan yang sama. Ya, semua tradisi tersebut bertujuan untuk memperingati proses hijrahnya junjungan besar umat muslim, Nabi Muhammad SAW. Tradisi-tradisi yang ada dijalankan untuk mengungkap rasa syukur atas segala kenikmatan yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Kuasa.

Sejarah tahun baru Islam

Selain mengetahu beberapa tradisi unik yang ada di negara-negara tersebut, kita pun bisa mengetahui lebih lanjut mengenai arti, makna dan tradisi tahun barunya umat muslim ini. Berikut adalah ulasan bagaimana sejarah lahirnya tahun baru Hijriah sebagai tahun barunya umat muslim.

Peristiwa hijrah

Jika ditilik dari sejarah, tanggal 1 Muharam ditetapkan sebagai tahun barunya umat muslim untuk mengingat pertistwa hijrahnya nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinnah.

Sebenarnya pada masa itu, sejarah tahun baru Islam terbentuk karena kebimbangan umat Nabi Muhammad SAW dalam menentukan tahun. Mengingat fakta dan sejarah dimana sebelum zaman Nabi Muhammad SAW, masyarakat Arab tidak menggunakan angka dalam menentukan tanggal.

Karena itu pula, akhirnya para sahabat dan Khalifah berkumpul guna menentukan penanggalan kalender Islam. Pada saat itu ada beberapa usulan, misalnya kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai awalan tanggal kalender Islam, waktu pertama Nabi Muhammad SAW diangkat sebagai rasul, dan lainnya.

Namun, usulan yang diterima adalah usulan dari Ali Bin Abi Thalib yang mengajukan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah sebagai awal mula dari tanggal kalender Islam. Setelah dilakukan perundingan, akhinya diputuskanlah bahwa peristiwa hijrahnya Rasullullah SAW dijadikan sebagai tahun barunya umat muslim.

Makna Tahun Baru Islam

Para Khalifah dan sahabat Nabi Muhammad SAW menetapkan peristiwa hijrahnya Nabi sebagai tolak awal perhitungan kalender Islam, karena peristiwa hijrahnya Rasulluah SAW dari Mekkah ke Madinnah menjadi momentum dimana umat Islam secara resmi diakui keberadaaanya secara hukum internasional.

Peristiwa tersebut merupakan pelecut utama berkembangnya Islam di Madinah dan daerah-daerah sekitarnya. Bukan tanpa alasan, Nabi Muhammad SAW menjalani hijrah karena mendapatkan wahyu dari Tuhan yang Maha Esa sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab beliau dalam menanggapi umatnya yang kurang berkenan dengan ajaran Islam pada saat itu.

Sejak peristiwa hijrah tersebut Islam mulai menunjukkan taring dan eksistensinya sebagai sebuah agama yang diakui orang banyak. Negara-negara Islam mulai terbentuk, negara-negara Islam pada saat itu nyatanya begitu menjunjung tinggi yang namanya toleransi yang terkamktub dalam piagam Madinah. Karena peristiwa itu pula, akhirnya Islam memiliki sistem undang-undang yang formal, punya pemerintahan yang resmi dan memiliki jati diri yang berdaulat.

Tentang Penulis

Writer. Fitness enthusiast.