Perbedaan Hari Ibu dan Mother’s Day yang Ternyata Sejarahnya Tak Sama

Seringnya kita menganggap Hari Ibu itu adalah Mother’s Day namun dalam versi Inggris. Akan tetapi, nyatanya ada perbedaan Hari Ibu dan Mother’s Day, terutama dari sisi sejarah yang dimiliki.

Perbedaan Hari Ibu dan Mother’s Day yang Ternyata Sejarahnya Tak Sama

Perbedaan Hari Ibu dan Mother’s Day Menurut Kowani

Hari Ibu dan Mother’s Day dinilai sebagai hari kasih sayang, sekaligus ungkapan terimakasih kepada para wanita yang telah berperan menjadi seorang ibu dalam keluarganya.

Bagi sebagian orang, Hari Ibu yang dirayakan serentak di Indonesia pada 22 Desember, dan Mother’s Day yang dirayakan secara internasional tiap 9 Mei ini, sama saja bahkan tak ada bedanya.

Namun, nyatanya terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara Hari Ibu dan Mother’s Day. Perbedaannya ini terletak dari sejarah panjang mengenai dua perayaan tersebut.

Bahkan hal senada juga disetujui oleh Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubinato, dalam webinar “Hari Ibu Bukan Mother’s Day” yang digelar pada 11 Desember 2020 lalu.

Mengutip dari laman Kompas.com, dalam webinar tersebut, Giwo menjelaskan bahwa terdapat pergeseran makna mengenai Hari Ibu, terutama pada kalangan milenial.

Menurutnya, Hari Ibu adalah tentang sejarah perjuangan pergerakan perempuan dalam menggalang persatuan maupun kesatuan, yang maknanya masih terkait dengan perjuangan bangsa Indonesia kala itu.

Sehingga bisa dibilang Hari Ibu Nasional bukanlah sekedar hari di mana anak-anak memberikan “kasih sayang lebih” kepada ibunya, misal dengan memberikan setangkai bunga, sepucuk surat cinta, ataupun hadiah.

(Baca Juga: Intip Perayaan Seru Hari Ibu di 6 Negara Ini)

Sejarah Mengenai Perayaan Hari Ibu Nasional

Sejarah Mengenai Perayaan Hari Ibu Nasional - Perbedaan Hari Ibu dan Mother’s Day

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, perbedaan Hari Ibu dan Mother’s Day yang dirayakan secara global itu nyatanya memang tak sama, bahkan jika kita berbicara mengenai sejarahnya.

Hari Ibu Indonesia tak ubahnya adalah perayaan atas kebangkitan wanita di era pembangunan bangsa.

Perayaan ini dicetuskan oleh Presiden Soekarno, kala Kongres Perempuan Indonesia I digelar pada 22-25 Desember 1928 silam, di Yogyakarta.

Saat kongres berlangsung, setidaknya ada tujuh organisasi perempuan yang bisa disebut sebagai “penggagasnya”, yaitu Wanito Utomo, Wanito Katholik, Putri Indonesia, Aisyiyah, Jong Islamieten Bond, Jong Java Meisjeskring, dan Wanita Taman Siswa.

Agenda yang dibahas selama kongres adalah tentang peranan seorang perempuan terhadap sistem pendidikan, pembangunan bangsa, kemerdekaan, perbaikan gizi dan anak, sampai kesejahteraan perempuan sendiri.

Selain membahas kelima hal tersebut, dalam kongres ini pula lahirlah sebuah organisasi wanita Indonesia pertama yang mandiri, yakni “Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia”atau disingkat PPPI.

Organisasi tersebutlah yang kemudian berubah nama menjadi Kongres Wanita Indonesia (Kowani), hingga saat ini.

Perayaan Hari Ibu Nasional 2020

Perayaan Hari Ibu Nasional 2020 - Perbedaan Hari Ibu dan Mother’s Day

Perayaan Hari Ibu Indonesia yang jatuh tiap 22 Desember akan selalu mempunyai makna yang berbeda. Dan di tahun ini, perayaannya sendiri bakal bertemakan “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”.

Sementara untuk subtemanya, peringatan Hari Ibu ke-92 ini mengangkat 4 subtema yang sarat akan makna perjuangan wanita. Dan berikut subtemanya yang dikutip dari laman Tirto.id:

  • Perjuangan Perempuan Masa Kemerdekaan: Perempuan Pejuang-Perjuanganku Bagian Sejarah Perjuangan Bangsaku
  • Perjuangan prempuan-Masa Kini: Perempuan-Inspirasiku untuk Kemajuan Bangsaku
  • Perjuangan Perempuan di Era Tatanan Baru: Perempuan-Penyemangat dan Garda Terdepan di Era New Normal
  • Kemitraan Perempuan dan Lak-laki untuk 5 Prioritas Kemen PPPA: Perempuan dan Laki-laki Bersama dan Berbagi untuk Negeri

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Hari Ibu Indonesia 2020 mungkin akan sedikit berbeda, mengingat di tahun ini pula terjadi pandemi Corona.

Mengutip dari laman Kompas.com, Hari Ibu Nasional akan diadakan secara online dan offline.

Untuk onlinenya, menurut Wakil Ketua Umum Panitia Nasional Peringatan Hari Ibu, Titi Eko Rahayu, kegiatan bakal dibuka dengan bazar virtual dan webinar.

Sedangkan kegiatan offline akan diadakan dengan berziarah ke taman makam pahlawan. Kegiatan ini tentu saja akan sangat terbatas dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Menyoal acara puncak peringatannya sendiri, pihak Kowani rencananya bakal berkolaborasi bersama BPIP dan Kompas TV, dengan mengangkat teman “Senyum Ibu Pertiwi”. Acara ini bakal diadakan tepat pada Selasa (22/12/2020).

(Baca Juga: Ini Negara Paling ‘Baik’ bagi Wanita)

Lalu, Bagaimana dengan Mother’s Day?

Bagaimana dengan Mother’s Day_ - Perbedaan Hari Ibu dan Mother’s Day

Kalau tadi kita sudah bahas mengenai Hari Ibu Nasional, maka di poin ini kita bakal berbicara mengenai sejarah Mother’s Day.

Mother’s Day adalah perayaan mengenai peran wanita dalam masyarakat maupun keluarga. Perayaan ini diadakan tiap 9 Mei dalam agenda internasional.

Melansir dari National Geographic dan HISTORY, Mother’s Day pertama kali dicetuskan oleh seorang penulis, Julia Ward Howe, dan Ann Reeves Jarvis.

Bersama rekannya itu, Julia mempromosikan persatuan global setelah kengerian Perang Sipil Amerika dan Franco-Prusia Eropa.

Pada 1914, Preside Amerika Woodrow Wilson kala itu mendeklarasikan Minggu kedua di bilan mei sebagai Mother’s Day. Bahkan perayaan tersebut ditetapkan sebagai libur nasional.

Alhasil, banyak toko bunga, maupun toko hadiah lainnya yang menjadikan perayaan Mother’s Day sebagai bagian dari komersil.

Meski disambut meriah, namun nyatanya Ann Jervis selaku salah satu pencetus Mother’s Day, justru tidak senang akan hal tersebut.

Dia pun lalu mendesak orang-orang untuk berhenti menjadikan momen Mother’s Day dengan perayaan manis seperti membeli bunga, permen, maupun kado lainnya kepada sang ibu, karena maknanya berbeda.

Namun tradisi tersebut masih dilakukan oleh warga Amerika bahkan sampai saat ini.

Jadi, Sudah Tahu Perbedaan Hari Ibu dan Mother’s Day?

Perbedaan Hari Ibu dan Mother’s Day_ - Perbedaan Hari Ibu dan Mother’s Day

Nah itu tadi informasi mengenai perbedaan Hari Ibu dan Mother’s Day secara global.

Meski punya sejarah yang berbeda, namun sebetulnya perayaan ini bermaksud sama ya, apalagi kalau bukan sebagai ucapan terimakasih kepada para wanita di dunia.

Memang sih, Hari Ibu itu bukanlah perayaan satu hari saja di mana anak akan memberikan kejutan istimewa untuk ibunya. Sebab, tiap harinya adalah Hari Ibu bagi semua wanita.

Tapi, enggak ada salahnya juga kok untuk kamu merayakannya bersama sang ibu.

Nah, mumpung masih tersisa satu hari lagi sebelum perayaannya, kamu bisa lho memberikan kado istimewa untuk ibumu. Misalnya, dengan membelikan barang favoritnya atau memasak makanan kesukaannya.

Kalau kepingin membelikan barang favoritnya seperti baju, tas, ataupun barang lainnya, kamu bisa mencari terlebih dulu lewat official tokonya atau melalui marketplace.

Agar pembelian barang lebih murah, jangan lupa ya gunakan kartu kredit.

Dengan kartu kredit, kamu bisa mendapatkan promo menarik berupa diskon maupun cashback, apalagi di momen akhir tahun ini.

Kalau belum memiliki kartu kredit, kamu bisa langsung mengajukandi CekAja.com.

CekAja memiliki banyak sekali produk kartu kredit dari mitra bank terbaik.

Kamu juga bisa membandingkan dulu mana sekiranya kartu kredit yang pas dengan gaya hidup dan bujetmu.

Gimana, tertarik? Yuk, langsung kepoin produk kartu kredit di laman utama CekAja.com, atau dengan klik tabel di bawah ini.