Perbedaan Seleksi CPNS dan PPPK, Pahami Dulu Yuk!

Sebentar lagi, seleksi aparatur sipil negara (ASN) yang ditunggu-tunggu jutaan masyarakat Indonesia, segera dibuka. Namun, masih banyak yang belum tahu dan paham apa sih perbedaan seleksi CPNS dan PPPK?

Seleksi tersebut akan diselenggarakan secara paralel, meliputi seleksi taruna/taruni Sekolah Kedinasan, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan digelar melalui portal resmi terintegrasi yaitu Sistem Seleksi Calon ASN (SSCASN).

(Baca Juga: Mengenal Fitur Portal SSCASN 2021)

Berdasarkan hasil rapat Kemenpan RB, besaran kuota penerimaan ASN di 2021 ditetapkan sekitar 1,3 juta ASN.

Terdiri dari 1 juta guru PPPK, 189.000 formasi ASN di pemerintah daerah, 83.000 formasi CPNS/PPPK ASN di pemerintah pusat.

Perbedaan CPNS dan PPPK

Nah, sebelum kamu memutuskan mengikuti seleksi ASN 2021, kamu harus memahami dulu perbedaan antara PNS dan PPPK yang telah CekAja rangkum pada ulasan berikut:

  • Definisi

CPNS singkatan dari Calon Pegawai Negeri Sipil, yang diangkat langsung jadi PNS setelah memenuhi persyaratan dan juga sudah dinyatakan lolos ujian, lalu mendapatkan Penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP).

PNS bisa menduduki seluruh jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga memiliki jenjang karir hingga bisa menduduki level pimpinan utama.

Sedangkan PPPK merupakan singkatan dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

P3K merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah melengkapi syarat tertentu, lalu diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk masa waktu tertentu dalam rangka menjalankan tugas jabatan pemerintahan.

  • Status

Setelah dinyatakan lolos seleksi CPNS dan memperoleh NIP maka peserta sudah dianggap sebagai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki status sebagai pegawai tetap.

Sedangkan PPPK saat sudah dinyatakan lolos seleksi, peserta akan diangkat sebagai pegawai kontrak dengan masa waktu minimal 1 tahun.

  • Gaji

Berdasarkan Perpres Peraturan Presiden No.98 Tahun 2020 telah diatur terkait besaran gaji dan tunjangan P3K yang sama dengan PNS.

Besar kecilnya gaji pun ditentukan oleh golongan, baik yang berada instansi pemerintahan pusat maupun yang berada di daerah.

Jenjang gaji yang paling rendah merupakan Golongan I a yaitu sebesar Rp1.747.900 sedangkan golongan IV e merupakan jenjang gaji tertinggi yaitu Rp.6.786.500.

Dalam perpres tersebut juga telah diatur mengenai PPPK, yaitu memiliki hak untuk naik gaji secara berkala sesuai pasal 3 ayat 4 terkait tentang teknis kenaikan gaji telah diatur lewat PermenPAN-RB.

  • Tunjangan PNS

Pemerintah memberikan tunjangan kepada PPPK sama besarnya dengan tunjangan yang diberikan kepada PNS.

Tunjangan yang diberikan pemerintah tersebut terdiri dari tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan struktural, tunjangan jabatan fungsional, tunjangan jabatan, dan tunjangan lainnya.

  • Dana Pensiun atau Jaminan Hari Tua

Untuk kategori ini, antara PNS dan PPPK memiliki sedikit perbedaan. Jika sudah berstatus PNS kamu mempunyai hak mendapatkan dana pensiun.

Sedangkan PPPK, tidak mempunyai hak mendapatkan dana pensiun dikarenakan PPPK berstatus kontrak kerja bukan pegawai tetap.

Hal ini diatur pada BAB VI UU Nomor 5 Tahun 2014 yang menyebutkan perbedaan hak dan kewajiban PNS dengan PPPK.

  • PPPK tidak otomatis diangkat menjadi PNS

Pengangkatan PPPK menjadi PNS tidak secara otomatis. Jika memang ingin menjadi PNS, maka kamu harus ikut seleksi CPNS terlebih dulu.

PPPK mengisi pos-pos jabatan fungsional seperti auditor, guru atau pustakawan. Mereka bisa masuk dari jalur awal, tengah, atau tertinggi.

Sedangkan PNS mengisi jabatan struktural dan dimaksudkan pembuat kebijakan.

  • Usia Pelamar CPNS dan PPPK

PNS memiliki batasan usia pelamar, yakni maksimal 35 tahun. Sedangkan PPPK tak menetapkan batasan usia, sehingga siapapun yang memenuhi syarat bisa mendaftar maksimal satu tahun sebelum masa pensiun PNS berakhir.

Nah, itu dia perbedaan hal-hak antara CPNS dan PPPK setelah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Perbedaan Seleksi CPNS DAN PPPK

1. Syarat Umum CPNS dan PPPK

Berdasarkan pasal 23 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, tertera syarat umum pelamar CPNS yaitu:

  • Usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun
  • Sehat jasmani dan rohani serta memenuhi kualifikasi pendidikan sesuai persyaratan
  • Tidak pernah mendapatkan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat atas permintaan tersendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara Nasional indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau pun sebagai pegawai swasta
  • Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik maupun terlibat politik praktis
  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI atau negara lain yang ditentukan oleh Instansi Pemerintah

Akan ada persyaratan tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan bidang masing-masing instansi.

2. Syarat Umum PPPK Guru

Sama seperti syarat umum CPNS, adapun tambahan kriteria untuk seleksi PPPK Guru yaitu:

  • Guru honorer sekolah negeri dan swasta (termasuk guru eks-Tenaga Honorer Kategori 2 yang belum pernah lulus seleksi menjadi PNS atau PPPK di tahun sebelumnya).
  • Terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
  • Lulusan pendidikan profesi guru (PPG) yang saat ini tidak sedang mengajar.

3. Syarat Berkas CPNS

Melansir dari data CNBC Indonesia, dokumen yang perlu disiapkan sebagai syarat ikut daftar CPNS adalah:

  • Akta Kelahiran
  • Kartu Keluarga
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Ijazah dan Transkrip Nilai
  • Pas foto ukuran 4 x 6
  • SKCK
  • TOEFL yang mengacu pada instansi
  • Dokumen lain sesuai dengan ketentuan instansi yang akan dilamar

Sedangkan untuk syarat berkas PPPK masih belum diketahui secara pasti, jadi lakukan pengecekan sesering mungkin di situs SSCASN.

Yaitu situs yang dipersiapkan BKN untuk keperluan proses rekrutmen, beralamat di https://sscasn.bkn.go.id/.

4. Rencana Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK (non-guru)

Berdasarkan dari hasil rapat koordinasi penyederhanaan birokrasi dan pengadaan CASN tahun 2021, berikut rencana jadwal seleksi CASN 2021 yang masih tentative:

  • Pendaftaran : Mei hingga Juni 2021
  • Proses Seleksi : Juli hingga Oktober 2021
  • Pengumuman Kelulusan : November 2021
  • Pemberkasan dan Penetapan NIP : November 2021 – Januari 2022

5. Rencana Jadwal Seleksi PPPK (Guru)

Perekrutan 1 juta formasi untuk Guru PPPK mengambil porsi terbanyak pada seleksi ASN tahun ini.

Setiap pendaftar PPPK guru akan diberi kesempatan mengikuti ujian seleksi sampai tiga kali.

Jika gagal pada kesempatan pertama, pendaftar dapat belajar dan mengulang ujian hingga tiga kali di tahun yang sama atau di tahun berikutnya.

Kemdikbud akan menyediakan materi pembelajaran secara daring untuk membantu pendaftar mempersiapkan diri sebelum ujian seleksi dan seleksi pun tidak dipungut biaya.

  • Pendaftaran : Mei -Juni 2021
  • Seleksi (Tahap I) : Pertengah Agustus 2021
  • Pengumuman, Pemberkasan, dan Penetapan NIP (Tahap I) : Akhir Agustus – September 2021
  • Seleksi (Tahap II) : Awal Oktober 2021
  • Pengumuman, Pemberkasan, dan Penetapan NIP (Tahap II) : Akhir Oktober – November 2021
  • Seleksi (Tahap III) : Awal Desember 2021
  • Pengumuman, Pemberkasan, dan Penetapan NIP (Tahap III) : Akhir Desember 2021 – Januari 2022

6. Metode Seleksi

Pendaftaran dan verifikasi PPPK guru 2021 akan dilakukan melalui Sistem Seleksi PPPK (SSPPPK).

Ujian seleksinya direncanakan dengan menggunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara itu, pendaftaran dan verifikasi CPNS 2021 akan dilakukan melalui Sistem Seleksi CPNS (SSCN). Ujian seleksinya akan menggunakan CAT-BKN.

Paling lambat tanggal 1 Juni 2021, pihak BKN akan menyerahkan naskah Soal Kompetensi Bidang (SKB) CPNS dan soal seleksi kompetensi teknis PPPK kepada Sekretariat Panselnas CASN.

Aplikasi CAT BKN diharapkan bisa menjawab tantangan pelaksanaan seleksi pada masa pandemi Covid-19.

Sekaligus adanya pemanfaatan optimal fitur monitoring dengan menggunakan aplikasi video conference sebagai sarana dalam pengawasan oleh petugas saat ujian berlangsung.

Nah, itu dia pengertian mengenai CPNS dan PPPK juga perbedaan seleksinya yang perlu kamu pahami dulu sebelum memilih.

Proses seleksi tentu memakan waktu panjang karena pemerintah memproses jutaan peserta yang berlomba-lomba mengambil kursi kosong pemerintahan.

(Baca Juga: Faktor yang Mengharuskan Kita Memiliki Asuransi Kesehatan)

Proses yang panjang ini tentu membutuhkan stamina yang kuat dan terjaga, namun di kondisi wabah virus Covid-19 ini ancaman kesehatan meningkat dan tidak diduga-duga.

Menjaga kesehatan tubuh dan protokol kesehatan tentu menjadi aspek utama saat ini untuk melawan dari ancaman virus.

Namun, perlu diingat proteksi kesehatan dari berbagai risiko kesehatan dan kecelakaan melalui asuransi kesehatan kini menjadi aspek penting yang wajib kamu miliki.

Dengan memiliki asuransi kesehatan, kamu tidak perlu khawatir lagi untuk jaminan perlindungan kamu dan keluarga, juga dapat meminimalkan risiko keuangan untuk kebutuhan medis.

Wah, pokoknya banyak sekali keuntungan yang kamu dapatkan dari asuransi kesehatan agar merasa tenang, aman dan nyaman untuk mengikuti proses seleksi CPNS dan PPPK di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini.

Segera ajukan asuransi terbaik kamu melalui CekAja.com yuk! proses online memudahkan kamu untuk mengajukan dimanapun dan kapanpun.

CekAja.com siap membantu kamu mendapatkan asuransi kesehatan terbaik sesuai kebutuhan dan kemampuan dari berbagai pilihan produk asuransi kesehatan ternama di Indonesia.

Yuk, segera kunjungi laman CekAja.com.