6 Perbedaan Tuberkulosis dan Corona, Masyarakat Harus Paham!

Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia yang jatuh pada Rabu (24/3) nanti, CekAja secara khusus akan membahas tentang perbedaan tuberkulosis dan corona. Yuk, dicek.

6 Perbedaan Tuberkulosis dan Corona, Masyarakat Harus Paham!

Indonesia Negara Ketiga dengan Kasus TBC Terbesar Dunia

Masyarakat Indonesia mungkin sudah paham betul mengenai penyakit tuberkulosis atau biasa disebut TBC.

Penyakit yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis ini, menjadi salah satu penyakit menular dengan angka kasus penyebaran yang tinggi.

Bahkan, Indonesia termasuk salah satu negara dengan angka kasus penyebaran TBC tertinggi di dunia.

Hal itu juga serupa dengan apa yang disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kemenkes Republik Indonesia, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes.

Dalam keterangan resminya, dr. Wiendra memaparkan bahwa Indonesia termasuk negara ketiga terbesar untuk kasus TBC di dunia, setelah India dan China.

Menurut data Kemenkes yang CekAja kutip dari laman Covid-19.go.id, perkiraan kasus TBC di Indonesia bisa mencapai 845 ribu jiwa, dengan persentase yang telah ditemukan sekitar 69 persen atau 540 ribu jiwa.

(Baca Juga: Berikut Penyebab TBC dan Cara Mengatasinya)

Kenapa Harus Mewaspadai TBC Selayaknya Corona?

Di tengah pandemi corona yang masih bergulir di Indonesia, tak sedikit dari masyarakat yang takut akan tingginya potensi penyebaran virus tersebut.

Pasalnya, corona atau biasa disebut Covid-19, termasuk penyakit berbahaya dengan tingkat penularan yang tinggi.

Namun, tingginya penularan virus corona sendiri, sebetulnya hampir serupa dengan tingkat penularan dari kuman mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit TBC.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, TBC merupakan salah satu penyakit awam di kalangan masyarakat, dan termasuk yang berbahaya.

Dengan beban angka kematian yang cukup tinggi, penyakit tuberkulosis kemungkinan bisa membunuh 13 nyawa per jamnya.

Umumnya, TBC paling sering menyerang bagian paru-paru. Tetapi, dalam beberapa kasus tertentu, TBC juga bisa dialami pada bagian tubuh mana saja.

Seseorang yang telah didiagnosa menderita penyakit tuberkulosis akan sangat mungkin menularkannya pada orang lain.

Penularannya sendiri serupa dengan virus corona, yakni melalui semburan air liur setelah batuk atau bersin.

Sederet Perbedaan Tuberkulosis dan Corona

Meski sama-sama ditularkan dari droplet atau percikan ketika batuk atau bersin, namun sebetulnya jika diamati secara teliti, terdapat sederet perbedaan tuberkulosis dan corona lho.

Mau tahu apa sajakah itu? Cek informasinya di bawah ini.

1. Perbedaan Gejala

Gejala - Perbedaan Tuberkulosis dan Corona

Perbedaan tuberkulosis dan corona yang pertama dan paling penting untuk diketahui adalah mengenai gejalanya.

Meski sama-sama ditularkan lewat percikan air liur dan menyebabkan batuk, namun kedua penyakit menular ini nyatanya punya gejala penyakit yang berbeda lho. Berikut informasinya:

Gejala Tuberkulosis

  • Gejala terjadi lebih dari dua minggu
  • Sesak napas secara bertahap dan semakin lama kian memberat
  • Demam kurang dari 38 derajat Celsius
  • Sering berkeringat di malam hari diikuti dengan penurunan berat badan
  • Batuk berdahak dan muncul bercak darah

Gejala Corona

  • Gejala yang muncul kurang dari dua minggu
  • Demam cenderung lebih dari 38 derajat Celsius
  • Mengalami batuk kering
  • Sesak napas setelah merasakan gejala awal
  • Pilek serta mengalami gangguan penciuman dan pengecepan
  • Mengalami nyeri kepala hingga sendi

2. Perbedaan Diagnosis

Diagnosis - Perbedaan Tuberkulosis dan Corona

Selain dari gejala, perbedaan tuberkulosis dan corona pun dapat kita ketahui dari hasil diagnosisnya.

Mengutip dari laman Covid-19.go.id, pada pasien TBC, penularannya terjadi akibat kuman mycobacterium tuberculosis, sedangkan corona terjadi karena virus.

3. Perbedaan Penyebab

Penyebab - Perbedaan Tuberkulosis dan Corona

Berdasarkan penyebabnya pun, ternyata memang terdapat perbedaan tuberkulosis dan corona. Bahkan, penyebabnya sendiri bisa jauh lebih berisiko, karena beberapa hal berikut ini.

Penyebab Tuberkulosis

  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah, seperti pengidap HIV/AIDS dan penderta diabetes
  • Pecandu narkoba
  • Perokok aktif
  • Orang yang kekurangan gizi
  • Petugas medis yang sering berkontak langsung dengan pasien TBC

Penyebab Corona

  • Percikan air liur dari pasien positif.
  • Sering menyentuh tangan atau wajah dari orang yang terinfeksi.
  • Memegang hidung, mulut, ataupun mata setelah menyentuh barang yang terkontaminasi dari pasien pengidap virus corona

(Baca Juga: 5 Fakta Mutasi Virus Corona B.1.1.7)

4. Perbedaan Teknik Pengambilan Sampel

Teknik Pengambilan Sampel - Perbedaan Tuberkulosis dan Corona

Perbedaan tuberkulosis dan corona yang selanjutnya adalah dari teknik pengambilan sampel yang dilakukan.

Meski keduanya menggunakan metode Tes Cepat Molekuler alias TCM, namun untuk urusan sampelnya, baik tuberkulosis atau corona itu berbeda.

Pada pasien tuberkulosis, tim medis biasanya akan mengambil sampel berupa dahak.

Sebaliknya untuk pasien positif corona, sampel yang diambil berupa swab lendir dari hidung ataupun tenggorokan.

5. Perbedaan Pengobatan

Pengobatan - Perbedaan Tuberkulosis dan Corona

Untuk perihal pengobatan, juga terdapat perbedaan tuberkulosis dan corona.

Pada pasien tuberkulosis, biasanya dokter akan memberikan obat khusus berupa antituberculosis yang wajib diminum selama kurang lebih 6 bulan.

Sedangkan pasa pasien positif corona, dokter hanya akan menyarankan penderitanya untuk lebih banyak beristirahat sembari mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin untuk antibiotik.

Karena hingga saat ini, belum ada satu ahli medis dunia yang berhasil menemukan obat khusus untuk virus corona.

6. Perbedaan Pencegahan

Pencegahan - Perbedaan Tuberkulosis dan Corona

Perbedaan tuberkulosis dan corona yang terakhir adalah dari cara pencegahannya.

Pada pasien tuberkulosis, biasanya dokter menganjurkan agar pasiennya menerima vaksin BCG alias Bacillus Calmette-Guerin.

Tidak hanya itu saja, penderita tuberkulosis pun wajib mengenakan masker atau paling tidak menggunakan tisu saat akan bersin, batuk, ataupun tertawa.

Dilarang pula untuk membuang dahak maupun meludah sembarangan karena tetesan air liurnya tersebut masih bisa menulari orang lain.

Sedangkan untuk penderita corona atau yang belum pernah sama sekali terkena penyakit tersebut, bisa mencoba mengikuti beberapa langkah pencegahannya, seperti:

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir paling tidak selama 20 detik
  • Tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang kotor
  • Hindari kerumunan atau berkontak langsung dengan orang yang sakit
  • Tidak menyentuh hewan sembarangan
  • Kenakan masker saat berobat ke fasilitas kesehatan ataupun di tempat umum
  • Tutup hidung maupun mulut dengan tisu ketika akan bersin atau batuk
  • Buang tisu bekas bersin atau batuk ke tempat sampah dan cuci tangan hingga bersih

Nah, itu dia enam perbedaan tuberkulosis dan corona yang wajib kamu tahu.

Ingat, kedua penyakit ini sama-sama berisiko tinggi dalam penularannya, sehingga kamu harus tetap menjaga kesehatan maupun kebersihan.

Lindungi Diri dan Keluarga dari Bahaya Penyakit Menular

Selain itu, ada baiknya pula untuk memiliki asuransi kesehatan sebagai bagian dari perlindungan tambahan.

Adanya asuransi kesehatan tentu saja akan meringankan beban kamu, terutama dari segi finansial.

Sebab, penggunaan asuransi kesehatan memang ditujukan untuk meng-cover biaya medis yang kadang kala tidak murah.

Asuransi kesehatan ini bisa kamu beli lewat layanan CekAja.com. Di CekAja, banyak terdapat produk asuransi kesehatan dari mitra terbaik.

Seluruh manfaatnya bisa dinikmati kapan saja saat dibutuhkan, dan pastinya dengan jaringan rumah sakit yang luas, dan bantuan klaim cepat.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, langsung cek produk asuransi kesehatan di CekAja.com, dan ajukan secara online kapanpun kamu membutuhkannya.