Ini Perbedaan Vegan dan Vegetarian, yang Sering Dianggap Sama!

5 min. membaca Oleh Estrin Vanadianti Lestari on

Jangan ngaku pelaku diet, kalau perbedaan vegan dan vegetarian saja, kamu tidak tahu. Pasalnya, kedua hal tersebut sering dianggap sama dan banyak yang masih salah kaprah. Jadi, yuk cari tahu perbedaanya di sini!

Dikenal tidak makan daging, membuat vegan dan vegetarian, selalu dianggap istilah yang sama. Namun, untuk yang belum tahu persis, ternyata vegan dan vegetarian adalah hal yang berbeda.

Buat kamu yang sedang menjalankan program diet, sepertinya perlu mengetahui informasi ini, sebelum mantap memilih jenis diet yang diambil.

Tidak hanya dari jenis makanannya, pola atau pengelompokan cara makannya pun berbeda.

Vegan dan Vegetarian, Sudah Dikenal Sejak Zaman Dulu

Bukan tren masa kini, jenis pola makan non daging atau nabati yang paling populer, memang vegetarianisme dan veganisme.

Adapun, makanan vegetarian sendiri, bahkan sudah ada sejak 700 SM. Hingga saat ini pun, para penganut pola makan vegan dan vegetarian, masih tetap eksis.

Pasalnya, pola makan nabati, dianggap bisa memberikan dampak positif, bagi kesehatan, etika, lingkungan dan agama.

(Baca Juga: 5 Jenis Makanan Diet yang Aman Bagi Penderita Maag)

Jadi, bagaimana? Sudah siap mengetahui informasi lebih banyak, terkait perbedaan vegan dan vegetarian?

Yuk, simak perbedaan vegan dan vegetarian berikut ini, yang dilansir dari berbagai sumber. Agar kamu bisa pilih sendiri pola makan, yang kamu inginkan dan kamu butuhkan.

Vegan

Sebenarnya, vegan dan vegetarian adalah sistem pola makan yang dilakukan seseorang, untuk tidak memakan produk dan olahan, yang terbuat atau berasal dari hewan.

Namun, ada yang membuat keduanya berbeda. Ini dia perbedaan vegan dan vegetarian.

Jika dilihat dari perbedaannya dengan vegetarian, vegan bisa dikatakan bentuk dari vegetarian, namun lebih ketat.

Bahkan, vegan tidak hanya didefinisikan sebagai cara pola makan seseorang. Tapi, juga didefinisikan oleh para Vegan Society, sebagai gaya hidup yang mungkin menghindari semua bentuk eksploitasi dan kekejaman pada hewan.

Maka tak heran, jika seorang vegan tidak hanya menghindari daging. Tapi juga termasuk olahan yang semuanya berasal dari hewan.

Seperti telur, susu, keju, dan bahan-bahan hewani lainnya, termasuk gelatin, madu, carmine, pepsin, lak, albumin, whey, kasein, dan bentuk dari vitamin D3.

Seorang vegan sendiri, biasanya berawal dari vegetarian terlebih dahulu. Awalnya, ia hanya memilih untuk tidak mengkonsumsi daging, dan masih mengkonsumsi olahan hewani.

Namun, semakin kesini, biasanya kebiasaan vegetarian, akan semakin ketat, terlebih karena adanya faktor lingkungan, hingga ia akhirnya menjadi vegan.

Vegetarian

Setelah mengetahui apa itu vegan, sekarang saatnya kamu mengetahui vegetarian, dan makanan apa saja sih, yang biasa dimakan oleh vegetarian.

Vegetarian sendiri merupakan gaya hidup seseorang, yang mengkonsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, jamur, dan beberapa makanan non-hewani.

Berbeda dengan vegan, vegetarian termasuk seseorang yang masih mengkonsumsi beberapa olahan makanan yang berasal dari hewan, seperti susu, madu, telur, dan lainnya.

Namun, vegetarian tidak mengkonsumsi makanan, yang dibuat dengan bantuan produk, yang terbuat dari tubuh hewan hidup atau mati.

Jika dilihat lebih rinci, vegetarian juga memiliki tingkatan atau tipe-tipe vegetarian. Yuk, intip rangkumannya.

  • Lacto-ovo vegetarian: Vegetarian yang menghindari daging tapi masih mengkonsumsi susu dan telur.
  • Lacto vegetarian: Vegetarian yang menghindari daging dan telur, tapi masing mengkonsumsi produk susu.
  • Ovo vegetarian: Vegetarian yang menghindari segala jenis produk dari hewan kecuali telur.
  • Vegan: Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, vegan merupakan seorang vegetarian, yang menghindari segala jenis dan bentuk makanan yang berasal dari hewan.

Perbedaan Vegan dan Vegetarian Secara Umum

Intinya, perbedaan vegan dan vegetarian terletak pada vegan, yang lebih ketat dalam memilih pengelompokan konsumsi sebuah makananan.

Adapun vegan, tidak mengkonsumsi segala hal yang berhubungan dengan hewan, sekalipun itu susu dan telur. Sedangkan vegetarian, masih mengkonsumsi susu, telur, dan olahan hewani lainnya.

Seorang vegetarian yang berubah tingkatannya menjadi vegan, akan sangat meminimalkan eksploitasi hewan. Sedangkan vegetarian, hanya meminimalisasi penyembelihan langsung.

Karena, para vegetarian sangat menentang pembunuhan hewan untuk makanan. Namun, masih mengkonsumsi produk sampingan hewan seperti susu dan telur.

Jika vegetarian seperti, vegan lebih memiliki etika dan pemikiran terkait perlindungan hewan. Dimana, vegan peraya bahwa hewan juga memiliki hak untuk bebas dari penggunaan manusia.

Sebut saja, seperti untuk makanan, pakaian, ilmu pengetahuan, bahkan untuk hiburan.

Sehingga, mereka sangat mengesampingkan olahan makanan, yang berasal dari hewan. Karena para vegan, berkeinginan untuk menghindari segala bentuk eksploitasi hewan, termasuk tidak mengkonsumsi telur dan susu.

Lantas, dari Mana Vegan dan Vegetarian Memenuhi Asupan Protein?

Seperti yang diketahui bahwa, tubuh manusia sangat memerlukan protein, untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.

Namun, perlu kamu tahu juga, bahwa protein sendiri terbagi menjadi dua, yakni protein nabati (dari tumbuhan) dan protein hewani (dari hewan).

Berhubung seorang vegan dan vegetarian tidak mengkonsumsi daging, apakan protein nabati, cukup untuk memenuhi kebutuhan protein di tubuh mereka?

Dilansir dari sains.kompas.com, dr Ida Gunawan, M.S., Sp. GK (K), yang merupakan seorang ahli gizi klinis menjelaskan, bahwa vegetarian terbagi menjadi empat, yakni ovo, lacto, lacto-ovo, dan vegan.

Nah, disini dijelaskan juga bahwa para vegetarian dengan tipe ovo dan lacto, masih mengkonsumsi susu dan telur. Dua makanan tersebut, tentu masih mengandung protein hewani.

namun, bagi para vegetarian tipe vegan, mereka murni hanya mengkonsumsi sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, tanpa olahan hewani sama sekali.

Di sini, para vegan sebenarnya harus berhati-hati, karena protein nabati saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh. karena Vitamin B12, biasa didapat dari telur, susu, dan ikan.

Apa Akibat Kekurangan Vitamin B12?

Seseorang yang kekurangan vitamin B12, cenderung lebih pucat, lebih mudah lelah, dan adanya penurunan keseimbangan.

Sehingga, bagi para vegan, disarankan untuk mengkonsumsi susu kedelai, yang mengandung cukup vitamin B12.

(Baca Juga: Cara Membuat Tempe Paling Mudah ala Rumahan)

Selain susu kedelai, tempe juga sangat disarankan untuk para vegan, karena dipercaya bisa memenuhi kebutuhan protein, baik hewani maupun nabati.

Nah, itu dia beberapa informasi penting, terkait perbedaan vegan dan vegetarian, yang wajib diketahui. Jadi, bagaimana? Sudah siap jadi vegan atau vegetarian?

Nah, karena asupan para vegan dan vegetarian mayoritas adalah yang berasal dari tumbuhan, sehingga kamu harus memilih makanan nabati yang berkualitas.

Kamu bisa membeli berbagai sayuran, kacang-kacangan, hingga biji-bijian segar, di berbagai aplikasi penjual sayur dan buah loh.

Belanja Sayur dan Buah pakai Kartu Kredit, Jadi Lebih Praktis dan Hemat!

Selain lebih praktis, kamu bisa lebih hemat, apalagi jika pembayarannya menggunakan kartu kredit.

Terlebih, saat ini kita sedang meminimalisir kegiatan tatap muka. Sehingga, membeli buah dan sayur online jadi solusi yang praktis dan menguntungkan.

Nah, berbelanja menggunakan kartu kredit, kamu juga bisa berkesempatan mendapatkan diskon, cashback, rewards, hingga cicilan nol persen.

Mau belanja dengan mudah dan praktis sekaligus dapat untung? Yuk, yang belum memiliki kartu kredit, bisa langsung mengajukan secara online, hanya di CekAja.com.

Terlebih, CekAja.com juga menyediakan banyak produk kartu kredit terbaik, dari berbagai bank ternama di Indonesia.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi situs CekAja.com, dan pilih kartu kredit terbaik pilihanmu, untuk membeli buah dan sayur segar secara online!