Perilaku Betrand Peto ke Sarwendah Diprotes, Ini Tanda Puber Anak Lelaki

3 min. membaca Oleh Sindhi Aderianti on

Betrand Peto, anak angkat pasangan Ruben Onsu dan Sarwendah, tengah menjadi bulan-bulanan netizen. Sebelumnya, Betrand Ruben menjadi sorotan karena meminum stok ASI perah milik Sarwendah.

Betrand Sarwendah

Sejak menjadi anak angkat, Betrand memang kerap diperlakukan sama dengan kedua puteri kandung pasangan selebriti tersebut yaitu Thalia dan Thania. Namun di luar urusan kasih sayang, perilaku Betrand terhadap Sarwendah dianggap kelewat batas.

Terutama saat di beberapa kesempatan, Betrand kerap memeluk Sarwendah terlalu erat. Pada suatu foto, remaja 13 tahun ini bahkan tampak menyenderkan kepalanya di bagian dada sang bunda. Terakhir di tayangan acara Brownis Jalan Jalan Trans TV, Betrand juga berkali-kali meminta cium eks personil Cherrybelle tersebut.

Dari situlah langsung muncul pro dan kontra dari netizen. Mengingat selain tak sedarah, secara usia pun Betrand sudah beranjak dewasa. Nah, berkaca dari perilaku Betrand terhadap Sarwendah yang jadi sorotan, ada baiknya mengenal tentang fase pubertas pada anak-anak laki. 

Umur Puber Anak Lelaki

Pubertas adalah fase yang menjembatani masa kanak-kanak dengan dewasa. Secara usia, masa pubertas anak laki-laki dimulai lebih lambat dibanding perempuan. Biasanya mereka baru dikatakan puber ketika usia sudah memasuki 9 sampai 14 tahun.

Tubuh dan psikis mereka umumnya akan mengalami perubahan. Kelak saat memasuki usia 15 – 16 tahun, perubahan-perubahan ini akan berhenti.

(Baca juga: Jadwal Imunisasi Anak Terlengkap yang Tidak Boleh Terlewatkan)

Tanda Anak Lelaki Sudah Puber

Jika menstruasi adalah ciri puber yang paling fixed bagi perempuan, anak lelaki punya beragam tanda pubertas. Berikut di antaranya:

1. Ereksi dan mimpi basah

Tanda pubertas yang pertama bagi anak laki-laki, mereka akan mengalami mimpi basah yakni kondisi keluarnya cairan semen ketika sedang tidur. Selain itu, diikuti pula kemampuan ereksi jika terangsang sesuatu. Semisal ketika melihat adegan ciuman di film superhero yang ditontonnya. Jadi bukan hanya ereksi yang terjadi saat terbangun di pagi hari.

2. Tumbuh rambut di area tubuh

Pertumbuhan rambut pada area kemaluan terjadi secara bertahap, sampai menyebar ke paha bagian dalam maupun pusar. Rambut juga akan tumbuh pada kaki, lengan, wajah hingga dada.

3. Perubahan suara

Suara anak lelaki yang puber tentunya juga mengalami perubahan signifikan. Dari awalnya lembut, jadi lebih nge-bass. Hal ini tak lain dikarenakan pitas suara yang juga ikut membesar.

4. Bertambah tinggi dan berat

Anak laki-laki yang sudah beranjak remaja, otomatis akan bertambah tinggi. Selain itu, bobot tubuh pun naik cukup signifikan. Bahkan pertumbuhan pesatnya ini (growth spurt), bisa ‘membalap’ orangtua mereka.

5. Organ kemaluan mulai berkembang

Terakhir yang mungkin tak diketahui orangtua secara gamblang, organ kemaluan anak lelaki di masa puber pun mengalami sejumlah perubahan. Mulai dari ukuran testis yang semakin besar, serta kulit skrotum yang tadinya berwarna kemerahan berubah lebih gelap dan ditumbuhi rambut kemaluan.

(Baca juga: Persiapan Kelahiran Anak Pertama: 20 Jenis Barang yang Perlu Dibeli)

Cara Ibu Hadapi Anak Lelaki Puber

Saat anak mengalami masa pubertas, orang tua wajib untuk lebih menyadari, memahami dan membimbingnya agar tidak salah langkah.

Bagi ibu dan anak lelakinya, ini juga saat yang tepat untuk memberi batasan. Seperti tak lagi mengganti pakaian sembarangan di depan lawan jenis, sekalipun itu ibunda kandung sendiri. Hal ini sebaliknya juga berlaku untuk ibu dan saudara perempuannya.

Jangan pula merasa tabu untuk memberi edukasi tentang seks. Beri tahu kalau sekarang, orang reproduksinya sudah berfungsi sebagaimana lelaki dewasa. Tidak jauh berbeda dengan anak perempuan, lelaki juga perlu menjaga diri mereka dari seks bebas yang merugikan.

Terakhir, anak lelaki biasanya lebih sulit untuk terbuka. Apalagi jika sudah beranjak remaja. Entah karena mulai merasa punya dunia sendiri, atau ketertarikan pada lawan jenis yang ia malu untuk ceritakan kepada orangtua. Menghadapi hal ini, posisikan dirimu seperti sahabat baginya. Jadilah pendengar yang baik untuk mereka dan tidak judgemental. Sehingga anak lebih nyaman berbagi cerita hanya dengan orangtuanya.

Itu sekilas gambaran tentang masa pubertas anak laki-laki dan bagaimana menghadapinya. Jangan lupa, lindungi keluarga kamu dengan asuransi kesehatan terbaik. Cek pilihannya di CekAja.com!

Tentang kami

Sindhi Aderianti

Sindhi Aderianti Penulis yang kadang jadi pedagang