Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Peringati Hari AIDS, Simak Berbagai Fakta Penyakit Ini

by Sindhi Aderianti on 3 Desember, 2018

Tanggal 1 Desember selalu identik dengan peringatan Hari AIDS. Ide ini pertama kali digagas oleh dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global, Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) di Geneva, Swiss pada Agustus 1987. Hari AIDS sendiri diperingati dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.

Hari AIDS - CekAja

Bagi hampir semua orang, AIDS adalah momok yang menakutkan. Sebab, hampir tidak ada orang yang bisa selamat karena penyakit ini. Terlebih hingga kini belum ada obat yang bisa secara tuntas menyembuhkannya.

Tapi seperti yang selalu dikatakan dalam setiap penyuluhan, “Jauhi virusnya, bukan pengidapnya”. Lalu, bagaimana cara menghindari virus HIV tersebut? Berikut fakta-fakta seputar AIDS yang perlu Anda ketahui lebih lanjut.

Seks Bebas Menjadi 70 Persen Penyebab Utama AIDS

 Bila melihat laporan dari tiap provinsi di Indonesia, ada sekitar 100 ribu kasus per hari. Jumlah kasus HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta 38.464 kasus, Jawa Timur 24.104, Papua 20.147, Jawa Barat 17.075 dan Jawa Tengah 12.267 kasus.

Diketahui pula, kasus AIDS di dalam negeri kebanyakan terjadi pada mereka yang berusia produktif antara 21-29 tahun. Sebanyak 72 persen penyebab utamanya tak lain adalah hubungan seks yang tidak terproteksi. Entah karena tanpa pengaman ataupun berganti-ganti pasangan.

Dalam hal ini, pelaku seks heterogen dan homogen memiliki risiko yang sama besarnya. Bahaya penyakit AIDS jika sekali terjangkit bukan hanya dirasa oleh pengidap. Jika pengidap seorang wanita dan melahirkan anak, kemungkinan anak tersebut pun akan tertular virus HIV yang dibawa ibunya.

Sementara itu, penularan AIDS sisanya diakibatkan oleh penggunaan jarum suntik yang tidak steril serta bergantian. Misalnya ketika membuat tato atau menggunakan NAPZA (Narkoba dan Zat Psikotropika). Alat suntik ini tergolong media yang paling cepat untuk menularkan virus HIV karena darah yang terinfeksi langsung dimasukkan pada aliran darah orang lain.

(Baca juga: Wanita Ini Tertular HIV dari Alat Facial Wajah, Cek Faktanya!)
Tertular Virus HIV Belum Tentu AIDS, Apa Bedanya?

Meski saling berhubungan, tapi sebenarnya HIV dan AIDS adalah dua hal yang berbeda. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang hingga mudah terkena berbagai penyakit.

Seseorang bisa dikatakan terjangkit virus HIV apabila virus tersebut masuk ke dalam saluran peredaran darah.  Sedangkan AIDS yang memiliki kepanjangan Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan stadium akhir dari infeksi virus HIV.

Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya. Orang yang terjangkit HIV belum tentu AIDS. Tapi orang yang divonis AIDS, berarti ia telah terjangkit virus HIV yang semakin memburuk tadi.

Kisah Freddie Mercury Melawan AIDS

Di luar dari apa yang kita tahu soal HIV dan AIDS, faktanya adalah setiap orang bisa terjangkit HIV, tak peduli orang paling kaya atau terkondang di dunia. Sebut saja ketika dunia hiburan sempat dihebohkan oleh kasus vokalis band rock legendaris Queen, Freddie Mercury.

Pada akhir tahun 1991, pria asal Inggris itu meninggal akibat komplikasi AIDS hanya beberapa hari setelah mengumumkan kepada publik bahwa ia merupakan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).

AIDS yang diidap olehnya menyerang imun pada paru-paru hingga turut menyebabkan bronkopneumonia. Mercury berusia 45 tahun itu setelah berjuang melawan penyakit tersebut selama kurang lebih 5 tahun.

Tak lama seusai kematiannya, dibentuk badan organisasi resmi untuk menampung dana amal bernama Mercury Phoenix Trust. Organisasi ini dibentuk oleh kerabat serta penggemarnya yang masih setia sampai sekarang.

(Baca juga: Wow, Harga Obat HIV dan Kanker Capai 10 Juta Rupiah per Butir)

Saat ini, untuk penyakit AIDS memang belum ada obat yang pasti bisa menyembuhkan. Namun kabar baiknya, meski tak ada obat penyembuh, kini tingkat harapan hidup mereka yang terinfeksi HIV dan menjalani terapi Antiretroviral hampir menyamai tingkat harapan hidup mereka yang tidak terinfeksi.

Meski demikian, di hari AIDS ini pemerintah tentu mengharapkan sesuatu yang lebih baik untuk masa depan generasi bangsa nantinya. Kalau bisa pada 2030 mendatang, Indonesia bisa mencapai 3Zero yakni tidak ada lagi kasus penularan HIV, angka kematian AIDS berkurang, dan terhapusnya stigma buruk maupun diskriminasi terhadap ODHA.

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.