Perlukah Pakai Masker di Rumah? Cek Fakta Terbarunya di Sini!

Pandemi virus Corona masih terjadi di Indonesia. Dan kini kasus terbarunya banyak bermunculan pada klaster keluarga. Hal ini tentu mengundang tanya, perlukah pakai masker di rumah?

Sejak kemunculannya pada awal Maret 2020 lalu, kasus Corona di Indonesia hingga kini terus mengalami penambahan pasien hingga mencapai 543.975 orang.

Bahkan per 1 Desember kemarin, total kasus baru Corona dalam 24 jam terakhir diketahui mencapai 5.092, berdasarkan data dari pemerintah.

Karena hal tersebut, pemerintah pun tak henti-hetinya menghimbau masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatannya.

Salah satu cara yang dinilai efektif untuk mencegah terpaparnya virus Corona selain dengan rutin mencuci tangan adalah menggunakan masker.

Masker sejatinya kini menjadi barang wajib yang harus dikenakan oleh tiap individu, terutama saat beraktivitas di ruang publik.

Tidak hanya itu saja, bahkan masyarakat juga dihimbau untuk mengenakan masker di rumah, jika kondisinya tidak memungkinkan. Sebab saat ini, kasus baru Corona banyak bermunculan pada klaster keluarga.

Klaster Keluarga Sumbang Kasus Positif Corona di Beberapa Wilayah

Bukan hanya di lingkungan perkantoran saja, saat ini klaster keluarga bisa dibilang sebagai salah satu penyumbang terbanyak dalam kasus positif Corona.

Bahkan kasus klaster keluarga ini tak hanya terjadi di Jakarta saja. Namun di beberapa wilayah lainnya seperti Bogor, Bandung, hingga Kabupaten Tabanan, Bali.

Mengutip dari laman Bisnis.com, di Jakarta sendiri, kasus positif Covid-19 terkonfirmasi hampir mencapai 40 persen selama 2 pekan terakhir pada September lalu.

Hal tersebut dikarenakan adanya pelonggaran pada bulan sebelumnya, sehingga acara-acara yang sifatnya kekeluargaan, seperti akad, pengajian, sampai meeting keluarga mulai kembali aktif.

Klaster keluarga juga menjadi penyumbang kasus positif Corona terbesar di Bogor, seperti yang dikutip dari CNN Indonesia.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menuturkan bahwa terdapat 277 keluarga dengan kasus positif Covid-19 mencapai 170 pasien.

Penularan di klaster keluarga ini menurutnya bisa terjadi karena mungkin ada salah satu anggota keluarga yang sering bepergian ke luar rumah, baik untuk bekerja atau sekedar pergi ke luar kota.

Hampir serupa dengan kasus klaster di Bogor, Bandung juga masih mendominasi sebagai kota dengan penularan kasus Corona terbesar pada klaster keluarga.

Menghimpun dari laman Detik News, mayoritas warga di usia produktif lah yang mendominasi kasus Corona.

Sementara untuk kasus kematiannya banyak menyasar usia lanjut karena memiliki penyakit bawaan.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Gugus Tugas Covid-19 di Kota Bandung per 12 November lalu, kasus positifnya terkonfirmasi mencapai 309 pasien. Sedangkan untuk pasien yang terkonfirmasi sembuh totalnya 1.920 jiwa.

Kasus positif Corona pada klaster keluarga juga melonjak di Kabupaten Tabanan, Bali. Per 19 November, total kasus baru yang terkonfirmasi mencapai 14 kasus, dengan sebaran wilayahnya mencakup 5 kecamatan.

Mengutip dari laman Jawa Pos, rincian kecamatan yang mengalami penambahan kasus positif Corona diantaranya:

  • Kecamatan Tambanan 2 orang
  • Kecamatan Selemadeg Timur 3 orang
  • Kecamatan Kediri 4 orang
  • Kecamatan Kerambitan 3 orang
  • Kecamatan Marga 2 orang

(Baca Juga: 3 Klasifikasi Masker Kain Ber-SNI)

Lantas, Perlukah Pakai Masker di Rumah?

Karena klaster keluarga terus bermunculan seperti yang sudah CekAja jabarkan pada poin sebelumnya, lantas masih perlukah pakai masker di rumah?

Ternyata, pembahasan mengenai hal itu sempat di bahas pada laman Good Doctor.

Mengutip dari laman tersebut, nyatanya penggunaan masker di dalam rumah juga dianjurkan, terutama bila salah satu dari anggota keluarga baru bepergian dari luar.

Pernyataan itu juga senada dengan penjelasan dari Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Dr Agus Dwi Susanto Sp.P(k), yang juga dikutip Good Doctor dari Kantor Berita Antara.

Menurutnya, jika anggota keluarga baru saja dari luar atau menunjukkan gejala mirip Covid-19, sebaiknya anggota keluarga yang lain juga memakai masker, guna mencegah munculnya kasus positif di klaster keluarga.

Kapan Anggota Keluarga Perlu Menggunakan Masker di Rumah?

Selain saat anggota keluarga baru bepergian dari luar, kamu mungkin masih bertanya-tanya mengenai waktu yang tepat untuk memakai masker di dalam rumah.

Nah sebetulnya, mengenakan masker di rumah ini tergantung pada persepsi masing-masing individu.

Kamu hanya perlu melihat situasi saja lho, apakah memungkinkan untuk menggunakan masker di rumah atau tidak.

Meski begitu, secara umum sih ada beberapa situasi yang mewajibkan kamu dan anggota keluarga lainnya untuk memakai masker di rumah, diantaranya:

1. Ketika Tamu Berkunjung ke Rumah

Saat orang tak serumah atau tamu berkunjung ke rumah, sebaiknya gunakanlah masker untuk mencegah penyebaran virus. Sekalipun tamu tersebut tampak sehat.

Pasalnya seperti yang kita tahu sendiri, memang ada beberapa orang yang terserang virus Corona namun tanpa gejala sedikitpun.

Mereka yang mengalami hal ini umumnya terjadi pada usia produktif.

2. Ketika Anggota Keluarga Sakit

Apabila salah satu anggota keluarga di rumah ada yang sakit atau mengalami gejala hampir serupa dengan Covid-19, maka sebaiknya tak hanya dia saja yang memakai masker namun juga kamu dan anggota keluarga lainnya.

Bukan hanya mengenakan masker, individu yang sakit tersebut wajib melakukan isolasi mandiri dengan ‘mengasingkan’ diri di rumah.

Akan lebih baik lagi jika tidak menggunakan kamar mandi yang sama, karena ditakutkan virus menempel di benda-benda yang telah dipegang oleh individu tersebut.

(Baca Juga: 6 Institusi yang Membuat Vaksin Corona di Indonesia)

Jenis Masker yang Direkomendasikan Kemenkes

Jadi, sudah tahukan di kondisi seperti apa saja kamu mesti mengenakan masker di rumah.

Nah, masih berbicara mengenai masker sendiri, setidaknya ada 3 jenis masker yang direkomendasikan oleh Kemenkes.

Pertama, masker N95 yang memang berkualitas dan memenuhi standar selayaknya masker medis. Masker jenis ini biasa dipakai oleh tenaga kesehatan untuk merawat orang sakit dan untuk mencegah tertular virus.

Kedua, masker bedah. Masker jenis ini juga yang paling banyak dipakai oleh tenaga medis maupun masyarakat. Kamu bisa membeli masker bedah di supermarket ataupun apotik. Penggunaannya sendiri dimaksudkan untuk sekali pakai saja.

Ketiga, masker kain. Masker kain yang dimaksud di sini bukanlah masker yang berbahan scuba dan buff. Karena kedua bahan ini sangat tidak memenuhi standar. Sebagai gantinya, gunakanlah masker kain yang berbahan katun, nilon, maupun serat alami.

Nah, itu dia informasi mengenai penggunaan masker di rumah.

Tetap patuhi protokol kesehatan agar kamu dan keluarga terhindar dari virus Corona ataupun penyakit menular lainnya.

Selain itu, supaya perlindungan untuk diri kian maksimal, ada baiknya untuk memiliki asuransi kesehatan. Karena asuransi ini tak hanya meminimalisir masalah kesehatan saja, namun juga finansial.

Kamu bisa mendapatkan produk asuransi kesehatan terbaik lewat CekAja.com.

CekAja menyediakan beragam pilihan asuransi kesehatan, di mana kamu dapat terlebih dulu membandingkan produknya.

Untuk informasi lebih lanjut, langsung saja klik tabel asuransi kesehatan di bawah ini.