Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Persiapan Dana Pendidikan SD Mulai dari Uang SPP hingga Bimbel

by Estrin Vanadianti Lestari on 6 April, 2020

Ketika kedua orang tua sudah siap untuk memiliki anak, itu artinya Anda juga harus siap dengan segala macam urusan. Mulai dari biaya bersalin, biaya makanannya, biaya sekolah TK, hingga persiapan dana pendidikan SD anak Anda.

persiapan dana pendidikan sd

Sekolah SD, jadi Jenjang Awal Memulai Pendidikan Anak

Pasalnya, pendidikan anak merupakan salah satu kepentingan utama, untuk mempersiapkan tumbuh kembangnya agar menjadi anak yang cerdas. Maka dari itu, Anda sebagai orang tua harus berkonsentrasi penuh dalam menyiapkan pendidikan anak, seperti melakukan persiapan dana pendidikan SD bahkan hingga kuliah.

Memang tak bisa dipungkiri, bahwa dalam 10 atau 20 tahun ke depan, biaya pendidikan anak pun akan terus bertambah. Berhubung pendidikan pertama pada anak adalah tingkat SD, maka penting bagi Anda untuk ketahui persiapan dana pendidikannya.

Pasalnya, tidak hanya menyiapkan dana bersih pendidikan di sekolah, Anda juga harus memperhitungkan biaya pendidikan anak di luar sekolah. Misalnya seperti biaya bimbel, biaya komunitas (tari, olahraga, hobi dan lain-lain), ongkos anak, uang jajan, dan masih banyak lagi.

(Baca Juga: Berikan Yang Terbaik Bagi Anak, Berikut Asuransi Pendidikan AXA Mandiri)
Tips Lakukan Persiapan Dana Pendidikan SD Anak

Tak perlu bingung, daripada pusing memikirkan, yuk coba disimak bagaimana cara melakukan persiapan dana pendidikan SD anak, bahkan bisa sekaligus berinvestasi:

1. Cari Tahu Rata-rata Biaya Pendidikan SD Negeri, Swasta dan Internasional

Untuk persiapan dana pendidikan SD anak yang pertama, Anda bisa mencari tahu terlebih dahulu terkait rata-rata biaya sekolah SD negeri, swasta atau internasional.

Nah, berhubung sebentar lagi tahun ajaran baru sudah mulai dibuka, di sini Anda bisa langsung mencari tahu informasi khususnya bagi calon murid SD kelas 1.

Kalau Anda masih bingung memilih jenis sekolah SD, mungkin informasi berikut ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk Anda.

  • Sekolah Negeri

Sekolah negeri merupakan pilihan sekolah yang cukup diminati, bagi anak dan orang tua kebanyakan dan memiliki biaya cukup terjangkau, bahkan gratis.

Jika dilihat dari perkiraan, biaya masuk SD negeri berkisar antara Rp500.000 hingga Rp3 juta, dengan biaya SPP mulai dari Rp100.000-Rp300.000. Namun, hal tersebut tergantung kebijakan sekolah masing-masing.

Nah, jika si kecil memiliki kemampuan yang cukup dalam menguasai materi dan pelajaran secara cepat, mungkin sekolahkan di SD negeri bisa jadi pilihan tepat.

Tidak hanya itu, sekolah negeri biasanya memiliki materi ajar yang sangat berbobot dan padat.

Metode pengajaran serta kurikulumnya pun saat ini masih sama, belajar di kelas dan praktek. Sehingga masih menggunakan metode hafalan dalam memahami materi pelajaran. Sekolah negeri juga mengikuti kurikulum Standar Nasional Pendidikan (SNP).

  • Sekolah Swasta

Berbeda dengan sekolah negeri, sekolah sekolah memiliki biaya yang relatif mahal. Anak yang memiliki masalah dalam memahami pelajaran, dapat memilih sekolah ini agar bisa mendapatkan bimbingan intensif dari guru.

Metode pembelajaran di sekolah ini cenderung variatif dan dinamis. Untuk kualitas mengajar mungkin lebih baik, karena rata-rata memiliki guru yang profesional.

Untuk perkiraan biayanya sendiri, SD swasta bisa memiliki biaya masuk sekitar di atas 20 juta-an. Sebut saja uang pangkal masuk SD swasta seperti di Al Azhar 1 Islamic Elementary School, bisa sebesar Rp44,3 juta, dengan iuran SPP Rp2,2 juta per bulan (tahun ajaran 2019).

Meski mengikuti kurikulum SNP, sekolah swasta biasanya mengajarkan anak bahasa asing seperti inggris, untuk berkomunikasi sehari-hari. Maka tidak heran kalau biayanya jauh lebih tinggi ketimbang sekolah negeri.

  • Sekolah Internasional

Hampir sama dengan sekolah swasta, karena jika dilihat dari segi biaya juga nampak lebih mahal, dan fasilitas jauh lebih memadai. Nah, jika Anda menginginkan si kecil melanjutkan pendidikan ke luar negeri, dapat memilih sekolah ini.

Uang pangkal masuk SD internasional bisa mencapai ratusan juta rupiah lho. Seperti di salah satu sekolah SD di Jakarta yakni, Primary Years program Cikal Cilandak, yang memiliki uang pangkal sebesar Rp99,3 juta, di mana biaya tahun pertama hingga kelima sebesar Rp313,5 juta, sedangkan di tahun keenam Rp68,2 juta (tahun ajaran 2018).

Metode yang diajarkan pun gak jauh berbeda, hanya ditambah dengan kurikulum Internasional Baccalaureate, Cambridge dan lainnya. Bahasa pengantarnya pun menggunakan bahasa asing.

(Baca Juga: Alasan Pentingnya Asuransi Pendidikan Anak)
2. Sesuaikan Persiapan Dana Pendidikan SD, Dengan Penghasilan Orang Tua per Bulan

Dalam melakukan persiapan dana pendidikan SD, Anda juga disarankan untuk memilih sekolah yang memiliki biaya yang bisa disesuaikan dengan penghasilan orang tua per bulannya.

Jika, Anda hanya mampu menyekolahkan si kecil di sekolah SD negeri, silahkan pilih sekolah tersebut. Jangan sampai Anda memaksakan tanpa memikirkan kondisi finansial ke depannya, terutama biaya pendidikan si kecil setelah SD hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Anda bisa memperhitungkan persiapan dana pendidikan SD, dengan cara hitung jumlah persentase penghasilan rata-rata yang akan dialokasikan untuk pendidikan anak, tergantung dari besar dana yang dibutuhkan.

Hitunglah persentase tersebut untuk menyekolahkan si kecil, dari usia 0 hingga perguruan tinggi. Bahkan, hal ini juga masih bisa berubah-ubah, karena tidak ada nilai yang pasti untuk biaya pendidikan setiap tahunnya.

Dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan per tahun adalah 15 persen, idealnya Anda wajib mengalokasikan 20 hingga 30 persen dari gaji, seperti contoh perhitungan berikut ini:

  • Gaji: Rp 27.000.000,-
  • 30% dari Rp 27.000.000: Rp 8.100.000,-

3. Perhitungkan juga Biaya Lainnya

Tidak hanya melakukan persiapan pendidikan SD si kecil di sekolah, di masanya yang akan banyak melakukan aktivitas, Anda juga diharapkan untuk menyiapkan dana tambahan, seperti biaya bimbel, biaya kursus (tari, olahraga, kesenian, hobi dan lain-lain), hingga ongkos atau bekal ke sekolah.

Nah, di sini Anda bisa memperhitungkan dan mengalokasikan semua biaya-biaya yang keluar setiap bulannya. Misalnya seperti perhitungan berikut ini:

  • Biaya hidup (belanja kebutuhan sehari-hari, listrik, pulsa, dan lain-lain): 50%
  • Biaya gaya hidup (membeli pakaian, kebutuhan rumah, bensin, dan lain-lain): 20%
  • Biaya pendidikan anak (uang pangkal, SPP per bulan, iuran bimbel, ongkos atau bekal per bulan, dan lain-lain: 30%

Nah, itulah beberapa tips persiapan dana pendidikan SD si kecil. Jika, Anda masih merencanakan untuk memiliki anak, Anda setidaknya masih memiliki waktu sekitar 6 tahun untuk mengumpulkan uang untuk persiapan dana pendidikan SD.

Ajukan Dana Tambahan Untuk Pendidikan Bersama KTA SCB

Sudah ada tabungan namun masih belum cukup atau ada kebutuhan mendesak yang memerlukan dana tambahan? kini Anda bisa mengajukan pinjaman dana bersama KTA SCB.

Dengan proses cepat dan aman melalui CekAja.com, sehingga data diri Anda dipastikan aman dan terjaga. Tunggu apa lagi, segera ajukan pinjaman dana pendidikan bersama KTA SCB.

Tentang Penulis

Estrin Vanadianti Lestari

Sisuka makan banyak, tapi enggak gemuk-gemuk