Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Persiapan Diri Sebelum Ramadhan di Tengah Wabah COVID-19

by Teti Purwanti on 23 April, 2020

Bulan Ramadhan pada tahun ini mungkin akan menjadi yang terberat sepanjang sejarah. Karena harus dijalani di tengah pandemic penyebaran virus corona (COVID-19).

persiapan diri sebelum ramadhan

Akibatnya, umat muslim tidak bisa menjalankan ritual keagamaan secara normal di bulan mulia ini seperti tidak bisa melakukan shalat tarawih berjamaah di masjid, buka bersama, I’tikaf di masjid, silaturahim, dan aktivitas lainnya di luar rumah.

Akan tetapi, kendala yang ada akibat penyebaran virus corona tersebut bukan hambatan untuk tetap menyambut bulan suci Ramadhan dengan gegap gempita serta mempersiapkan diri untuk menyambutnya.

Agar ibadah di bulan Ramadhan nanti berjalan dengan hikmat, ada beberapa kegiatan yang perlu dilakukan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan:

Bertaubat

Sebagai manusia, tentu tidak akan pernah luput dari salah dan khilaf yang berujung pada dosa. Oleh karena itu, perlu menyucikan diri dengan bertaubat sebelum datangnya bulan suci Ramadhan.

Mungkin kita sering melalaikan shalat lima waktu, bergunjing, menyakiti hati orang lain, mendzolimi orang lain, dan perbuatan tercela lainnya. Segala perbuatan tersebut perlu ditinggalkan dan diganti dengan aktivitas yang jauh lebih baik dengan melakukan taubat.

Taubat yang perlu dilakukan adalah sebenar-benarnya taubat. Dengan berkomitmen untuk tidak lagi mengulangi kesalahan dan dosa yang sama di kemudian hari.

Perlu keteguhan hati untuk mengakui segala kesalahan dan khilaf. Serta komitmen diri yang kuat untuk memperbaiki amal perbuatan di kemudian hari. Agar bisa menjadi insan yang lebih baik lagi.

Memperbaiki dan meningkatkan kualitas ibadah

Ini masih berkaitan dengan poin taubat. Apabila kita sudah berkomitmen untuk taubat, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki kualitas ibadah dan meningkatkannya.

Bila sebelum Ramadhan shalat lima waktu masih sering bolong, jarang membaca Alquran, tidak sering bersedekah, atau bahkan pada tahun-tahun sebelumnya sering meninggalkan puasa Ramadhan, maka menjelang Ramadhan tahun ini aktivitas dan kualitas ibadah perlu semakin diperbaiki.

Kemudian, aktivitas ibadah juga perlu ditingkatkan. Misal sebelumnya kita hanya terbiasa menjalankan shalat wajib 5 waktu, maka perlu ditingkatkan dengan ditambah shalat sunnah seperti tahajud, dhuha, dan shalat Sunnah lainnya.

Terlebih lagi saat Ramadhan ada shalat tarawih yang sebaiknya diusahakan untuk dilaksanakan hingga hari terakhir Ramadhan. Pada bulan Ramadhan aktivitas membaca Alquran juga bisa ditingkatkan dan diperbanyak. Sehingga setelah selesai Ramadhan akan semakin terbiasa untuk membaca Alquran.

Saling maaf memaafkan kesalahan dengan sesama

Kita pasti pernah melakukan kesalahan yang membuat orang lain sakit hati. Sebelum datangnya bulan Ramadhan, ada baiknya kita meminta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti.

Karena saat ini kita tidak bisa bertemu secara fisik, permintaan maaf bisa dilakukan melalui telepon ataupun video call. Sehingga bisa tetap bertatap muka.

Selain itu, kita juga perlu memaafkan kesalahan orang lain yang mungkin pernah menyakiti kita. Karena dengan memaafkan bisa membuat hati dan jiwa menjadi lebih lapang.

Dengan saling maaf memaafkan kita bisa memasuki bulan suci Ramadhan dengan kondisi suci lahir dan batin. Karena tidak menyimpan dendam dan marah kepada orang lain.

Membayar utang puasa

Apabila kamu memiliki utang puasa pada Ramadhan sebelumnya entah karena sakit ataupun karena datang bulan dan alasan syar’i lain yang diperbolehkan untuk membatalkan puasa, maka sebelum masuk ke bulan Ramadhan berikutnya, utang puasa tersebut harus dibayar terlebih dahulu. Dengan mengganti puasa di hari lainnya atau disebut puasa Qadha sesuai dengan jumlah hari puasa yang batal.

Kewajiban membayar puasa ini tercantum di dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 184 yang memiliki arti:

(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Memanjatkan do’a jelang Ramadhan

Menjelang bulan ramadan, memperbanyak doa dan amal salah sangat dianjurkan. Doa bisa menjadi media komunikasi antara hamba dan Tuhannya. Doa yang dimaksudkan di sini adalah memohon kepada Allah SWT untuk dikarunia umur panjang, hingga berjumpa dengan bulan Ramadan.

Pada persiapan menyambut ramadan, ada baiknya untuk berdoa kepada Allah SWT agar dipertemukan dengan bulan ramadan sejak enam bulan sebelumnya dan selama enam bulan berikutnya juga berdoa agar puasanya diterima oleh Allah SWT.

Berikut doa untuk menyambut bulan ramadan:

Allahumma Sallimni Ila Ramadan wa Sallim li Ramadan wa Tasallamhu Minni Mutaqabbalan

Artinya:

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Menyambut Ramadhan dengan riang gembira

Bulan Ramadhan adalah bulan mulia yang penuh ampunan. Pada bulan ini Alquran diturunkan. Pintu-pintu taubat dibuka dan juga ada malam lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan. sehingga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Apabila umat muslim mengetahui keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan, pasti berharap sepanjang tahun adalah bulan Ramadhan.

Namun, bulan Ramadhan hanya datang satu kali dalam satu tahun yakni pada bulan kesembilan dalam kalender hijriyah. Selain itu, kita belum tentu juga bisa bertemu dengan bulan Ramadhan pada tahun berikutnya.

Oleh karena itu, seorang muslim seyogyanya bisa menyambut bulan Ramadhan dengan keadaan riang gembira dan penuh suka cita. Karena masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu bulan Ramadhan pada tahun ini.

(Baca Juga: Penting! 10 Persiapan Puasa saat Corona yang Perlu Dilakukan)

Selain itu, kita juga dianjurkan untuk berdo’a agar bisa kembali dipertemukan dengan bulan Ramadhan di tahun berikutnya.

Walaupun bulan Ramadhan tahun ini harus dijalani dalam kondisi yang memprihatinkan karena virus corona, namun bukan menjadi alasan untuk menyambut Ramadhan dengan kesedihan.

Semoga bulan Ramadhan bisa menjadi jalan dari dihapusnya wabah penyakit tersebut dari muka bumi. Allah juga sudah menjanjikan di dalam Alquran bahwa setiap kesulitan pasti akan selalu diikuti dengan kemudahan. Setiap peristiwa pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya.

Oleh karena itu, mari jadikan bulan Ramadhan tahun ini menjadi bulan Ramadhan terbaik yang pernah kita lakukan dan mengisinya dengan aktivitas ibadah yang jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Memperdalam ilmu agama

Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk belajar dan memperdalam ilmu agama. Dengan memperdalam ilmu agama, bisa semakin mendekatkan kita pada Allah swt.

Misalnya, kalau kamu belum bisa membaca Alquran dengan baik dan benar, maka tidak ada salahnya dan tidak usah malu untuk belajar mengaji di bulan Ramadhan. Sehingga setelah Ramadhan usai, bacaan Alquranmu bisa menjadi lebih baik dan lancar.

Saat ini banyak sarana dan metode untuk memperdalam ilmu agama baik lewat buku-buku, menghadiri majelis kajian, ataupun melalui video keagamaan.

Namun, dalam mempelajari ilmu agama harus didampingi dengan guru agar tidak salah langkah dan salah menafsirkan ajaran agama yang mungkin dipelajari sendirian. Karena salah menafsirkan maksud dari perintah dan ajaran agama juga bisa membuat kita menyimpang dari maksud dan tujuan yang sebenarnya Allah perintahkan.

Belajar agama bisa dimulai dari yang paling dasar seperti belajar fiqih mulai dari bab bersuci tentang tata cara wudhu dan lainnya. Lakukan semuanya secara bertahap.

Satu hal yang perlu dipahami adalah belajar agama bukan untuk menjadi yang paling tahu dan paling benar serta menganggap orang lain yang belum tahu itu salah dan berdosa. Niatkan diri dalam belajar agama untuk memperbaiki kadar keimanan dan ibadah kita agar bisa menjadi lebih baik, bukan untuk menghakimi orang lain yang belum baik. Karena orang yang belum paham agama justru harus kita bimbing dengan dakwah yang baik.

Melatih diri berpuasa di bulan Sya’ban

Aktivitas lain yang perlu dilakukan menjelang Ramadhan adalah dengan belajar dan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban.

Salah satu cara untuk mempersiapkan jiwa dan spiritual untuk menyambut Ramadhan adalah dengan jalan melatih dan memperbanyak ibadah di bulan sebelumnya, minimal di bulan Sya’ban ini seperti memperbanyak puasa Sunnat.

Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban merupakan sunnah Rasul Shalallahu ‘alaihi Wassallam. Aisyah ra, ia berkata, “Aku belum pernah melihat Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassallam berpuasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan aku belum pernah melihat Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassallam berpuasa sebanyak yang ia lakukan di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain, dari Usamah bin Zaid r.a ia berkata, aku bertanya, “Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihatmu berpuasa pada bulan-bulan lain yang sesering pada bulan Sya’ban”.

Beliau bersabda, “Itu adalah bulan yang diabaikan oleh orang-orang, yaitu antara bulan Ra’jab dengan Ramadhan. Padahal pada bulan itu amal-amal diangkat dan dihadapkan kepada Rabb semesta alam, maka aku ingin amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.” (HR. Nasa’i dan Abu Daud serta dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

Mari bersama-sama mempersiapkan diri menyambut Ramadhan agar bisa menjadi ladang amal dan pahala. Sehingga setelah Ramadhan nanti kita bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi.

Tentang Penulis

Teti Purwanti

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.