Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Pertama Kali Tingkat Kemiskinan RI di Level Terendah Sejak 1999

by Achmad Fauzi on 18 Juli, 2018

Perekenomian Indonesia kembali menunjukkan perbaikan. Pasalnya, tingkat kemiskinan di Indonesia makin menurun. Dan, untuk pertama kalinya sejak 1999, angkanya terbilang paling rendah. Hanya satu digit.

beda orang miskin dan orang kaya _ kartu kredit - CekAja.com

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Indonesia pada Maret berada di posisi 9,82 persen. Angka itu memperlihatkan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai angka di bawah dua digit. Posisi ini merupakan pertama kalinya sejak tahun 1999 lalu.

Angka tersebut juga jauh berkurang dibandingkan dengan posisi tingkat kemiskinan pada periode yang sama tahun 2017. Saat itu angkanya masih dua digit yaitu 10,64 persen.

Data juga memperlihatkan, jumlah penduduk miskin Indonesia pada Maret 2018 mencapai 25,95 juta orang atau turun 633,2 ribu orang dibandingkan  September 2017 yang mencapai 26,58 juta orang. Lebih rinci, jumlah penduduk miskin di perkotaan turun sebesar 128.200 orang. Sedangkan penduduk miskin di pedesaan turun sebesar 505.000 orang.

Sementara, garis kemiskinan yang menjadi batas untuk mengelompokkan penduduk jadi miskin atau tidak miskin, telah naik sebesar 3,63 persen, yaitu dari Rp387.160 per kapita pada September 2017 menjadi Rp401.220 per kapita pada Maret 2018.

(Baca juga: Jurus Bank Indonesia Genjot UMKM untuk 'Go International')

Beras Berpengaruh Besar Terhadap Garis kemiskinan

Ternyata komoditi beras memberikan pengaruh besar terhadap garis kemiskinan di Indonesia. Beras memberi sumbangan 20,95 persen terhadap garis kemiskinan di perkotaan dan 26,79 persen di perdesaan.

Hal ini karena mayoritas profesi penduduk Indonesia sebagai petani. Sehingga jika harga beras mengalami kenaikan, maka akan berimbas pada pendapatan petani.

BPS pun mensinyalir, kenaikan harga beras yang cukup tinggi, yang mencapai 8,57 persen pada periode September 2017–Maret 2018, mengakibatkan penurunan kemiskinan menjadi tidak secepat periode Maret 2017–September 2017 saat harga beras relatif tidak berubah.

Tingkat Ketimpangan Penduduk Kaya dan Miskin Turun

Tidak hanya tingkat kemiskinan yang turun, tetapi pada Maret 2018 tingkat ketimpangan antara penduduk kaya dan miskin juga atau lebih dikenal gini ratio menurun. BPS mencatat, gini ratio sebesar 0,389 pada Maret 2018. Capaian tersebut mengalami penurunan sebesar 0,002 poin dibandingkan gini ratio pada September 2017 yang sebesar 0,391.

(Baca juga: Ternyata Perempuan Lebih Banyak Menggeluti UMKM)

Jika dibandingkan secara year-on-year, yakni dengan gini ratio pada Maret 2017 yang sebesar 0,393, penurunannya adalah sebesar 0,004 poin.

Menurut BPS, ketimpangan turun karena adanya kenaikan pengeluaran per kapita pada kelompok bawah secara nasional dalam kurun waktu September 2017-Maret 2018. Meski begitu, kenaikan pengeluaran per kapita kelompok bawah di perdesaan masih lebih lambat ketimbang kelompok teratasnya.

Selain itu, BPS melihat program pemerintah seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), turut membantu turunnya ketimpangan ekonomi Indonesia.

(Baca juga: Cek! 5 Kebutuhan Utama Pasangan yang Baru Menikah)

Dengan capaian tingkat kemiskinan dan gini ratio yang turun ini membuktikan bahwa perekonomian Indonesia semakin bertumbuh. Harapannya, makin banyak penduduk di pedesaan mendapatkan fasilitas yang sama dengan perkotaan. Sehingga, pendapatan penduduk makin merata.

Tentang Penulis

Achmad Fauzi

Jurnalis yang hampir menjadi pemain bola internasional.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami