Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Pertemuan IMF-Bank Dunia: Peserta Bayar Akomodasi Sendiri Hingga Pemerintah Tak Butuh Utang

by Giras Pasopati on 11 Oktober, 2018

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab kritikan sejumlah kalangan mengenai penyelenggaraan Annual Meeting atau Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia di Bali, 8-14 Oktober ini terkait anggaran yang digunakan. Ia memastikan peserta  pertemuan IMF-Bank Dunia membayar akomodasi sendiri.

“Annual Meeting sebesar itu 15.000 (orang) yang datang jadi rebutan semua negara, karena meeting seperti itu pasti memiliki dampak, paling tidak memberikan citra yang baik terhadap negara yang dipakai untuk pertemuan itu,” kata Presiden Jokowi dilansir dari situs resmi Sekretariat Kabinet.

Mengenai anggaran yang disebut sejumlah kalangan sebagai cukup besar, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa anggaran tersebut dipakai untuk memperluas appron di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, dipakai untuk membuat terowongan, persimpangan yang ada di Bali sehingga tidak macet.

(Baca juga: 5 Keuntungan Pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali)

“Artinya, itu juga akan kita gunakan terus, terowongan dan appron untuk parkir bandara akan kita gunakan terus bukan sesuatu yang hilang,” ujar Presiden.

Meskipun dihadiri oleh lebih dari 15.000 peserta, Presiden Jokowi menegaskan, bahwa mereka itu membiayai dirinya sendiri. “Hotel bayar sendiri, makan bayar sendiri,” ucapnya.

Presiden Jokowi justru berharap Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia itu akan memperkuat promosi untuk tempat wisata yang ada di Indonesia.

“Saya kira tujuannya ke sana,” kata Jokowi.

Pemerintah tak berniat utang dari IMF

Meskipun menjadi tuan rumah Annual Meeting IMF dan Bank Dunia di Bali, 8-14 Oktober, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, Indonesia tidak akan memanfaatkan forum itu untuk meminta pinjaman dana dari IMF.

Sri Mulyani mengingatkan, bahwa IMF hanya akan memberikan pinjaman bagi negara yang sedang mengalami krisis neraca pembayaran. Sementara Indonesia saat ini tidak sedang dalam posisi krisis. Bahkan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde juga telah menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan baik.

“Sehingga kami tegaskan bahwa kami tidak meminjam IMF,” kata Sri Mulyani.

(Baca juga: Fakta-fakta Pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali)

Menurut Sri Mulyani, banyak yang ingin mencoba untuk membuat seolah-olah ini (pinjaman ke IMF) menjadi isu.

Ia menegaskan, bahwa Indonesia hanya menjadi anggota IMF seperti 189 negara yang lain, sama seperti Indonesia sebagai anggota Bank Dunia dengan 189 negara atau Indonesia sebagai anggota PBB dengan 192 negara lain di dunia.

Sebagai anggota IMF, Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia seperti juga negara lain mencoba berkontribusi untuk menciptakan kondisi yang lebih baik.

“Indonesia berupaya berkontribusi terhadap pemikiran untuk membuat perekonomian global lebih baik, sehingga dunia bisa menjadi tempat yang aman dan bisa menciptakan kesejahteraan bersama,” tandas Menkeu.

Tidak membutuhkan utang

Sementara itu Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde memastikan, Indonesia saat ini tidak membutuhkan bantuan maupun pinjaman dari IMF.

“Pinjaman dari IMF bukan pilihan karena ekonomi Indonesia tidak membutuhkannya,” kata Lagarde .

Lagarde menilai, ekonomi Indonesia saat ini telah dikelola dengan sangat baik oleh Presiden Joko Widodo, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dan rekan-rekan mereka.

Tentang Penulis

Giras Pasopati

Penulis dan mantan jurnalis. Penikmat sate kambing, musik punk dan rock. Senang membaca buku sejarah dan sastra.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami