Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Pertimbangan dan Cara Take Over Pinjaman Bank

by lhmdi on 4 Mei, 2017

take over KPR - CekAja.com

Sebagian masyarakat yang tengah kesulitan melakukan pembayaran utang biasanya punya solusi jitu mengatasinya dengan cara take over pinjaman kredit bank lama ke bank baru.

Secara umum melakukan pemindahan nilai kredit ini biasanya berlaku bagi masyarakat atau nasabah yang sedang memiliki kredit rumah atau kendaraan bermotor seperti mobil. Bahkan terdapat juga masyarakat yang mengajukan take over kredit karena membutuhkan pinjaman dana tunai sebagai pengganti pengajuan pinjaman yang sudah ditolak bank.

Tidak hanya itu, proses pergantian kredit usaha sering dijadikan pilihan ketika masyarakat atau nasabah merasa bank penyedia kredit sebelumnya terlalu tinggi dalam memberikan cicilan bunga, sehingga masyarakat tidak mampu membayarnya sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

(Baca juga: Beli Rumah Oper Kredit Memang Lebih Murah, Tapi Ada Rambu-rambunya)

Dari berbagai macam jenis dan cara take over pinjaman bank yang sudah kamu ketahui, terdapat beberapa hal penting yang perlu dipahami sebelum melakukan memindahkan kredit dari satu bank ke bank lainnya. Berikut beberapa diantaranya:

Pahami utang

Utang bukan saja tentang bagaimana meminjam uang dan kemudian membayarnya sesuai dengan nilai yang disepakati. Begitu juga utang saat mengajukan berbagai pinjaman.

Oleh karena itu, penting untuk mengenal struktur utang untuk mengidentifikasi kenapa kamu kesulitan dalam pelunasan kredit. Di sini pentingnya membuat pembukuan sendiri tentang daftar utang serta biaya-biaya yang mesti dikeluarkan secara detil dan lengkap.

Setelah membuat pembukuan tersebut, buat rincian secara detil tentang bagaimana membayar utang-utang tersebut. Jika memiliki lebih dari satu jenis utang, seperti pinjaman tanpa agunan, kartu kredit, KPR, hingga kredit pemilikan kendaraan bermotor.

Negosiasi dengan bank lama

Ketika dirasa nilai utang secara keseluruhan sudah terlalu berat bagi keuangan, mulailah bernegoisasi dengan bank lama yang menyalurkan kredit.

Apalagi jika dirata-ratakan, salah satu permasalahan dalam pinjaman ke bank adalah bunga utang yang cukup besar. Sebelum pindah atau melakukan take over pinjaman ke bank lain, negoisasi kembali dengan pihak bank.

(Baca juga: Ingin Pindah Bank Karena Bunga KPR Mencekik Leher? Take Over Saja)

Jika alasannya dirasa tepat dan sesuai dengan kondisi keuangan, bukan tidak mungkin bank penyalur kredit akan memberikan kemudahan dalam pembayaran sisa cicilan.

Pilih bank yang tepat

Saat akan mengajukan take over pinjaman jenis apa pun, hal penting yang perlu dipertimbangkan adalah tempat baru atau bank baru yang dijadikan sebagai tempat memindahkan pinjaman. Oleh Karena itu, sangat penting bagi kamu menelusuri jejak rekam bank yang akan dituju.

Sebagai contoh, apakah bank tersebut memang benar-benar memiliki kemampuan dan layanan yang baik bagi produk berupa pinjaman dan juga peralihan pinjaman.

Pertimbangan take over pinjaman bank

Take over kredit atau pinjaman biasanya dilakukan untuk mengurangi berbagai macam biaya atau beban bunga.  Sebagai contoh, Bapak Amri memiliki sisa utang pinjaman atau kredit bank Mandiri sebesar Rp 100.000.000,- dengan suku bunga yang dipilih 18% fix.

Setelah menjalani proses pinjaman dalam beberapa waktu, Bapak Amri mendapat kabar bahwa pinjaman yang dilakukannya dapat lebih menghemat pengeluaran dengan mengajukan pemindahan kredit bank Mega. Bank Mega menawarkan pembayaran sisa utang dari pinjaman dengan bunga yang lebih rendah yaitu 12%.

Lalu, apa yang sebaiknya dipertimbangkan oleh Bapak Amri mendapatkan penawaran menarik tentang pengajuan pemindahan kredit dari bank Mega? Sebelum melakukan cara take over pinjaman, ada baiknya bapak Amri mempertimbangkan beberapa hal berikut ini.

Bandingkan biaya utang yang meliputi nilai pokok, bunga dan biaya lain-lain dari bank Mandiri dengan utang dari bank Mega dengan memasukkan unsur-unsur yang sama.  Jika ditemukan biaya utang di bank Mega, lebih meringankan ketimbang bank Mandiri, tentunya, tidak salah rasanya mengambil tawaran pemindahan pinjaman dari bank.

Jika kamu sedalam dalam proses atau rencana pemindahan utang dari pinjaman yang telah diajukan kepada pihak bank, kamu bisa mencoba tips tadi. Bahkan kamu bisa bernegoisasi dengan pihak bank yang baru untuk memberikan diskon bunga dengan tenor yang lebih panjang.

Sebagai tambahan kamu bisa mencoba take over bank Syariah dengan skema yang tidak kalah dari bank konvensional. Bahkan beberapa bank Syariah tidak menawarkan skema bunga sebagai bentuk pembayaran dari pinjaman yang dilakukan oleh nasabah.

Setelah mengetahui celah-celah yang bisa dimanfaatkan, maka cara take over pinjaman bank pun bisa kamu lakukan. Sebagai persiapan tambahan, terdapat beberapa biaya tambahan yang mesti dikeluarkan.

Beberapa diantaranya adalah biaya notaris, pengikatan hak tanggungan, SKHMT, asuransi hingga biaya penilaian independen. Setelah yakin dan menyiapkan segala macam biaya yang sudah dipersiapkan, beberapa keuntungan pun sudah bisa dinikmati dari take over pinjaman yang dilakukan.

Secara umum, beberapa keuntungan dari take over pinjaman bank diantaranya adalah jumlah pinjaman yang lebih tinggi dari bank sebelumnya. Nilai bunga yang lebih besar. Selain itu perkiraan pembayaran utang pun memiliki kemungkinan untuk dilunasi lebih cepat oleh nasabah.

Tentang Penulis

Penulis yang hobi traveling ke daerah pelosok yang belum terjamah.