Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Pertimbangkan 5 Hal Ini, Saat Bayar Tagihan KTA

by JTO on 21 Juli, 2014

Banyak keperluan yang mendasari seseorang ketika meminjam uang. Biasanya, alasannya adalah karena kebutuhan yang sangat mendesak atau pun darurat. Misalnya saja, biaya anak sekolah, renovasi rumah, membayar biaya rumah sakit, atau keperluan-keperluan lainnya. Pinjaman ini pun memiliki masa kredit cukup singkat yakni 2-3 tahun. Ada yang menggunakan jaminan, tapi ada juga tanpa jaminan atau disebut kredit tanpa agunan.

Pinjaman pribadi ini terkadang menuai masalah manakala Anda tidak bisa melakukan pembayaran tepat waktu. Pada akhirnya, Anda pun akan dikenakan biaya dan denda. Yang lebih penting, riwayat kredit kita pun menjadi buruk dalam catatan Bank Indonesia alias masuk black list. Tentunya, Anda tidak mau hal itu, bukan?

Namun, disini adalah tentang bayar tagihan dan pelunasan. Anda memang tinggal bayar segala tagihan yang ada atau melunasi semuanya. Ternyata, semua itu ada aturannya. Nah, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda hindari saat melakukan pembayaran KTA:

1. Ambil Kredit Lain

Hampir semua orang mengajukan aplikasi kredit pinjaman pribadi, tapi setelah beberapa waktu mungkin merasa angsurannya terlalu besar sehingga ingin segera melunasi. Masalahnya, dana yang ada dan tersedia tidak mencukupi. Kemudian, Anda berpikir untuk mengambil kredit jangka panjang yang cicilannya bisa lebih ringan guna menutup pinjaman tersebut. Satu hal yang pasti; Anda tidak disarankan untuk melakukan itu.

Yang harus Anda tahu, hampir semua pinjaman jangka pendek, diantaranya pinjaman pribadi, memiliki perhitungan bunga flat, dimana jumlah bunga tiap bulan tetap. Sementara, pinjaman jangka panjang menggunakan sistem bunga efektif, atau artinya jumlah bunga yang dibayarkan semakin lama semakin kecil.

Anda bisa bayangkan jika Anda mengambil kredit jangka panjang untuk menutup kredit jangka pendek, hal ini sama saja dengan membayar bunga lebih banyak (bunga dari kredit jangka panjang) untuk menutup pinjaman pribadi yang sebenarnya bisa dilunasi kapan saja dan tidak perlu terburu-buru karena besarnya bunga adalah tetap. Jadi, coba pertimbangkan. (Baca juga: Mau Menggunakan Jasa Penutupan Kartu Kredit? Simak Dulu Tips Berikut ini!)

2.  Pakai Kartu Kredit

Umumnya pinjaman pribadi digunakan untuk keperluan mendesak, sedangkan kartu kredit lebih banyak dipakai untuk mempermudah transaksi jual beli. Namun, tidak jarang seseorang berpikir untuk melakukan pelunasan tagihan pribadi dengan tujuan agar cepat lunas menggunakan kartu kredit. Tapi, bila tidak cukup dengan satu kredit maka pelunasan dikombinasikan dengan beberapa kartu kredit.

Apakah Anda diperkenankan untuk melakukan hal ini? Sayangnya tidak! Biasanya perhitungan bunga kartu kredit berdasarkan harian dan bulan. Kalau dana kita tidak mencukupi untuk membayar tagihan selama 1 bulan, hal ini akan berakibat Anda bisa dikenakan bunga harian dan bulanan pada bulan berikutnya dari sisa tagihan kartu kredit Anda. Dan, hal itu malah akan menambah beban tagihan kartu kredit Anda.

3. Jual Aset Investasi

Memiliki pinjaman pribadi dan aset investasi bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Tapi, memiliki tujuan berbeda. Biasanya pinjaman untuk keperluan darurat, sedangkan investasi digunakan untuk meningkatkan nilai aset di atas bunga bank atau bunga kredit.

Jika memiliki pinjaman pribadi dan investasi dalam waktu bersamaan, maka satu hal yang tidak disarankan adalah Anda berusaha melunasi pinjaman pribadi dengan menjual aset investasi yang Anda miliki. Kenapa? Karena investasi dirancang jangka panjang. Sedangkan pinjaman pribadi bersifat jangka pendek. Sehingga, nilai timbal balik investasi Anda akan lebih kecil dibandingkan dengan bunga dari pinjaman pribadi Anda tersebut. (Baca juga: 4 Jurus Jitu Bebas Tunggakan Kartu Kredit)

4. Sistem Top Up

Biasanya pinjaman pribadi dengan sistem bunga flat memungkinkan Anda mendapatkan bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi bunga pinjaman pada waktu yang berbeda. Bagaimana menghitungnya?

Misalnya, Anda mengambil pinjaman kredit setahun lalu dengan bunga 7% flat per tahun. Sedangkan tahun ini, bunga pinjaman sudah turun dan menjadi 6% per tahun. Mungkin, hal ini membuat Anda tergiur untuk memanfaatkan fasilitas top up yang ditawarkan oleh pihak bank pemberi pinjaman. Pengertian top up pinjaman adalah pinjaman baru yang diberikan kepada pemilik pinjaman pribadi yang mempunyai riwayat pembayaran baik, dengan cara menutup pinjaman sebelumnya.

Kemudian, sisa dari nominal pinjaman baru akan diberikan kepada peminjam dengan perhitungan bunga dan jangka waktu kredit yang berlaku saat pengajuan pinjaman baru tersebut. Ingat, tujuan Anda adalah adalah melunasi pinjaman dan bukan membuka pinjaman baru. (Baca juga: Cara Ajukan Pinjaman Bunga Rendah)

5. Lunasi Pinjaman Terlalu Cepat

Anda mungkin sudah tahu sebelumnya, bahwa sebagian besar pinjaman online dikenai denda atau pinalti jika dilunasi sebelum jangka waktu kredit berakhir. Berapa nilainya, semuanya bervariasi. Namun, untuk pinjaman pribadi biasanya persentasenya sebesar 5%. Karena kredit tanpa agunan biasanya menggunakan sistem bunga flat, jika Anda melunasi pinjaman terlalu cepat (kurang dari sepertiga jangka waktu kredit), ada beberapa kerugian yang harus Anda pertimbangkan, yaitu biaya pinalti dan biaya administrasi. (*)

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami