Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Pinjam Uang di Bank Syariah

by Satrya Agung on 24 November, 2016

Mungkin kamu pernah mendengar ada orang yang berkata atau beranggapan bahwa jika kita melakukan pinjam uang di bank syariah, maka kita tidak akan dikenakan bunga seperti bank konvensional lainnya. Sehingga jika kita pinjam uang sebesar 5 juta rupiah maka yang akan kita bayarkan juga 5 juta rupiah?

Lalu kalau bank syariah tidak menetapkan bunga, keuntungan yang mereka dapatkan dari mana? Sedangkan suku bunga bagi bank konvensional merupakan sumber keuntungan yang menjadi roda penggerak operasional mereka.

Lalu juga ada ungkapan yang menyebutkan bahwa meminjam uang di bank syariah, segala bentuk untung ruginya akan ditanggung oleh kedua belah pihak, nasabah dan bank. Maksudnya apa dari ungkapan tersebut? Buat kamu yang belum mengetahui sistem kerja di bank syariah, tentu ini akan menjadi tanda tanya besar. Terlebih dari mana sumber keuntungan bank syariah.

Bank syariah mempunyai sistem kerja yang berbeda dari bank konvensional. Sebagai lembaga keuangan yang berjalan sesuai dengan tuntunan agama Islam, bank syariah terlepas dari riba yang mana hukumnya haram dalam agama Islam dan merupakan salah satu dosa besar. Dan bunga yang diterapkan dalam transaksi finansial seperti pinjam-meminjam atau hutang piutang adalah termasuk ke dalam riba. Perihal kaitan bunga perbankan dan riba ini bisa kamu baca di sini.

Meski tidak menggunakan sistem bunga, bukan berarti jika kita pinjam uang di bank syariah 5 juta, lalu yang dibayarkan 5 juta juga. Biar kamu tidak semakin bingung, berikut penjelasan sistem kerja di bank syariah:

Dengan tidak menggunakan sistem bunga, bank syariah menerapkan sistem transaksi finansial yang ditetapkan dalam Islam, yakni akad. Ada beberapa akad yang terdapat dalam sistem finansial Islam.

Untuk sistem bagi hasil ada akad Mudharabah dan Musyarakah. Kemudian untuk transaksi jual beli ada bebera akad yang mengaturnya sesuai dengan jenis masing-masing, yakni Murabahah, Salam, dan Istishna. Selanjutnya transaksi sewa menyewa akan diatur dalam akad Ijarah. Sedangkan perihal gadai menggadaikan akan diatur dalam akad Rahn dan akad Qardhul Hasan.

Berikut akan kami ilustrasikan cara kerja dalam bank syariah.

Yang pertama akad bagi hasil, yang mana pihak bank syariah akan mendapat imbalan berupa keuntungan yang diperoleh nasabah yang besarnya porsinya telah disepakati bersama (nasabah dan bank). Misal pembagian adalah 70:30, 65:35, atau 60:40.

Contoh, Kamu membutuhkan modal untuk mengembangkan bisnis yang sedang kamu jalani. Untuk itu kamu mengajukan pada bank syariah untuk memberi modal dengan akad Mudharabah sebesar 200 juta denga nisbah 60:40.

Dari modal 200 juta tersebut kamu menagguk keuntungan sebesar 100 juta rupiah. Maka kamu berkewajiban mengembalikan pokok modal sebesar 200 juta, serta 60% dari keuntungannya, (100 juta/60% = 60 juta). Sehingga total uang yang akan kamu serahkan pada bank syariah adalah 260 juta rupiah.

Sedangka untuk contoh jual belinya, ketika kamu membutuhkan modal 200 juta untuk membeli peralatan dan kamu tidak mempunyai uang, maka dengan kesepakatan dengan bank syariah akan dibelikan terlebih dahulu peralatan tersebut dan selanjutnya pihak bank akan mengambil untung 25%, sehingga total pembiayaan sebesar 250 juta rupiah.

Berdasarkan kesepakatan biaya tersebut akan kamu cicil selama 3 tahun. Maka setiap bulan kamu berkewajiban menyerahkan uang pada bank syariah sebesar 6.944.444 rupiah selama tiga tahun (250 juta/36 bulan).

Dari ilustrasi tersebut terlihat bahwa walau tidak menggunakan bunga, bank syariah masih tetap mendapatkan untung dan nasabahnya pun tidak akan dirugikan. Tidak hanya bertransaksi finansial saja, ternyata berinvestasi di bank syariah pun terbukti aman.

Setelah membaca artikel ini apakah kamu akan beralih dari bank konvensional dan mulai ajukan pinjam uang di bank syariah? Dan jika kamu berminat berinvestasi syariah, silakan klik di sini ya.

Tentang Penulis

Tenggelam dalam lautan kata, bernapas dengan insang bahasa.