Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Ponsel Resmi atau Black Market? Ikuti 4 Langkah Ini Untuk Memastikannya

by Miftahul Khoer on 4 November, 2019

Pemerintah menerapkan aturan untuk memblokir ponsel ilegal atau black market (BM) di Indonesia. Mekanisme pemblokiran dilakukan dengan memanfaatkan nomor IMEI perangkat yang menggunakan kartu SIM. Jangan salah, Kemenperin punya database berisi nomor IMEI ponsel yang masuk secara resmi ke Indonesia. Jika nomor IMEI sebuah ponsel tidak terdaftar pada database tersebut, kemungkinan ponsel masuk Indonesia melalui jalur tidak resmi.

smartphone 2018

Hal ini tentunya menimbulkan kecemasan bagi kamu yang membeli ponsel tidak di gerai resmi, misalnya melalui online shop ataupun membeli HP secondhand. Apakah resmi atau tidak? Apakah berpotensi kena blokir atau tidak? Supaya tidak lagi cemas, kamu bisa menggunakan cara di bawah ini untuk memeriksa apakah ponsel yang kamu beli resmi atau tidak.

1. Cek kardus terlebih dahulu

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah mengecek kardus ponsel lalu cari stiker IMEI. Jika ada keterangan “Dirakit di Indonesia” atau “Diproduksi di Indonesia” dapat dipastikan kalau ponsel itu bergaransi resmi.

Namun, bukan berarti kamu sudah aman sudah bisa dapetin ponsel ori ya. Zaman sekarang sih apa pun bisa dipalsukan. Termasuk keterangan yang ada di kardus HP yang kamu beli. So, masih ada beberapa langkah yang bisa kamu cek agar bisa dapetin gadget yang asli.

(Baca juga: Samsung M20, Smartphone Mumpuni Buat Ngegames dan Eksis di Sosmed)
2. Cek nomor IMEI

Kamu juga bisa mengecek nomor IMEI perangkat di situs resmi Kemenperin. Untuk mengecek IMEI ponsel, kamu bisa melihat di kardus perangkat. Bisa juga dilihat dengan menekan *#06# di ponsel. Cara lain untuk mengecek IMEI adalah dengan membuka menu Pengaturan – Tentang Ponsel – Cari kode IMEI. Pengaturan bisa berbeda-beda untuk tiap merek ponsel.

Setelah nomer IMEI didapat, akses situs www.kemenperin.go.id/imei. Masukkan nomor IMEI ke situs tersebut. Jika legal, maka akan muncul keterangan “IMEI terdaftar di database Kemenperin.” Sebaliknya, jika ponsel adalah barang BM, maka situs akan menampilkan keterangan “IMEI tidak terdaftar di database Kemenperin.” 

3. Cek distributor

Ada ponsel yang tidak dirakit di Indonesia, tapi diimpor penuh dari China seperti Oppo dan Huawei. Kedua merek tersebut dipasarkan di Indonesia melalui distributor resmi yaitu PT. Indonesia Oppo Electronics dan PT. Sat Nusapersada. Kamu bisa menggunakan keterangan ini untuk memeriksa legalitas ponselmu. Kalau di ponselmu terdapat stiker distributor resmi, maka ponsel itu memang diimpor dari China kemudian menjalani proses TKDN software di Batam. Ponsel dengan stiker distributor resmi bisa dipastikan legalitasnya.

4. Cek izin Postel

Selain mengecek nomor IMEI, kamu juga bisa melakukan validasi terhadap nomor sertifikat Postel di setiap perangkat. Sertifikat tersebut menandakan kalau perangkat sudah lolos uji transmisi dan penerimaan sinyal radio dari Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo.

Nah, nomor sertifikat Postel tersebut bisa ditemui di label pada kotak penjualan yang juga mencantumkan informasi nomor IMEI. Setelah kamu dapat informasi nomor sertifikat Postel, kamu bisa memasukkannya ke situs sertifikasi.postel.go.id. Kamu hanya perlu memasukkan nomor sertifikatnya saja, atau nomor paling awal tanpa diikuti dengan keterangan “SDDPI” dan tahun pembuatannya. Kamu juga harus memilih “Nomor Sertifikat” di menu dropdown terlebih dahulu agar tidak salah cari.

Jika nomor sertifikat Postel memang valid, maka akan muncul berbagai informasi terkait nama pembuat produk, nama perangkat, hingga nomor model perangkat tersebut. Cocokkan informasi-informasi yang didapat dari situs dengan keterangan di perangkat yang kamu miliki. Jika ada yang tidak sesuai, ada kemungkinan kalau perangkat tersebut adalah barang BM.

(Baca juga: 7 Tanda Kamu Butuh Smartphone Flagship untuk Cek Kuota Internet Axis)

Nah itulah guys, beberapa cara cek HP resmi atau black market alias BM tadi. Selanjutnya, untuk mencegah kamu dari mendapatkan perangkat tidak resmi, sebaiknya belilah ponsel di gerai-gerai resmi atau di toko-toko offline supaya kamu bisa mengecek terlebih dahulu sebelum membelinya. 

Buat kamu yang pengen beli gadget tapi masih terkendala dengan budget. Gak usah bingung. Kamu bisa akses CekAja.com buat mendapat panduan finansial, asuransi hingga investasi terpercaya. Kuy ah!

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.