Prihatin, Perusahaan Besar Mulai Potong Gaji Karyawan di Tengah Pandemi

3 min. membaca Oleh CekAja on

Bertahan agar bisa terus hidup di tengah pandemi akibat Covid-19 bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan. Serangan virus Corona di lebih dari 200 negara, termasuk Indonesia telah membuat banyak orang mengalami kesulitan.

Ari Ashkara Garuda

Banyak orang kehilangan pekerjaan baik karena dipecat maupun terkena PHK massal. Di sisi lain, banyak yang masih bekerja, tetapi mendapatkan pemotongan gaji lantaran hanya bekerja dari rumah atau work from home.

Pandemi Corona yang datang begitu tiba-tiba membuat banyak sektor usaha yang tidak siap, bahkan ada perusahaan yang terpaksa gulung tikar lantaran tidak mendapatkan pemasukan selama pandemi.

Di satu sisi lainnya, ada perusahaan yang tetap berdiri tetapi memotong gaji para karyawannya. Hal itu dilakukan agar perusahaan bisa terus beroperasi dengan harapan mereka bisa terus bertahan hingga pandemi Corona ini rampung.

Tidak hanya perusahaan skala kecil yang memotong gaji para karyawannya akibat pandemi Corona. Perusahaan-perusahaan besar dengan skala nasional dan sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menerapkan kebijakan tersebut. Biaya operasional yang terlampau besar membuat mereka mau tidak mau memotong gaji karyawannya di saat kondisi krisis seperti sekarang.

Bagi para pekerja atau karyawan, tidak ada pilihan lain selain menerima keputusan pemotongan gaji tersebut. Buat mereka, lebih baik gaji dipotong daripada tidak memiliki pekerjaan sama sekali terlebih dalam kondisi krisis seperti ini.

Berikut ini beberapa perusahaan di dalam negeri yang memotong gaji para karyawannya di tengah pandemi Corona.

1. Garuda Indonesia

Garuda Indonesia - Prihatin Perusahaan Besar Mulai Potong Gaji Karyawan di Tengah Pandemi

Industri penerbangan menjadi salah satu sektor usaha yang paling terpukul akibat adanya pandemi Corona ini. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pun tak dapat mengelak dari serangan virus Corona tersebut.

Kebijakan lockdown yang diterapkan banyak negara membuat Garuda Indonesia terpaksa membatalkan banyak jadwal penerbangan. Hal tersebut pun berdampak pada pemasukan perusahaan, sementara pengeluaran untuk biaya operasional seperti perawatan pesawat dan gaji karyawan tetap harus dibayarkan.

Demi bertahan dari tekanan ekonomi akibat pandemi Corona, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini memutuskan memotong gaji para karyawan mereka. Dilansir dari CNN Indonesia, keputusan perusahaan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Garuda Indonesia Nomor: JKTDZ/SE/70010/2020 tentang Ketentuan Pembayaran Take Home Pay Terkait Pandemi Covid-19.

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa besaran pemotongan gaji karyawan Garuda Indonesia tidaklah sama pada setiap level. Pemotongan gaji sebesar 50 persen dari take home pay dilakukan kepada mereka yang ada di level direksi dan komisaris.

Sementara untuk vice president, captain, first officer, flight service manager mendapatkan pemotongan gaji sebesar 30 persen. Adapun gaji senior manager dipotong sebesar 25 persen dan para flight attendant, expert, serta manager dipotong sebesar 20 persen.

Kemudian untuk level duty manager dan supervisor mendapatkan pemotongan gaji sebesar 15 persen dan staf serta siswa mendapatkan potongan gaji sebesar 10 persen. Pemotongan gaji ini mulai berlaku pada April hingga Juni mendatang.

Namun demikian, direksi Garuda Indonesia berjanji setelah krisis akibat Corona berlalu dan semua berjalan normal, maka perusahaan akan membayarkan potongan gaji selama 3 bulan tersebut. Selain itu, dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan bahwa pembayaran THR akan tetap dengan nominal yang sama sebelum pemotongan diberlakukan.

2. Matahari Department Store

Matahari Department Store - Prihatin Perusahaan Besar Mulai Potong Gaji Karyawan di Tengah Pandemi

Selain penerbangan, industri lainnya yang terpukul akibat pandemi Corona adalah ritel. Tak heran jika kemudian salah satu pemain besar dalam industri ritel Indonesia, PT Matahari Department Store Tbk memangkas gaji para karyawannya akibat pandemi Corona ini.

Kondisi ritel yang menurun tajam selama Maret 2020 ditambah dengan ketidakpastian akibat pandemi Corona memaksa Matahari melakukan pemangkasan gaji para karyawannya. Sebelumnya, mereka juga sudah menutup seluruh gerainya yang ada di Indonesia lantaran pandemi Corona ini.

Selain itu, Matahari juga menerapkan cuti tak berbayar bagi para karyawannya untuk tetap bisa bertahan di tengah krisis saat ini. Adapun pemotongan gaji paling besar diterima oleh karyawan di level manajer senior.

Tak hanya itu, jam kerja para karyawan pun ikut dikurangi imbas dari pandemi Corona ini. Matahari juga kini mencoba untuk memangkas segala beban usaha demi membuat keuangan perusahaan tetap stabil. Beban usaha itu di antaranya adalah pengurangan biaya sewa melalui kerja sama dengan pemilik mal, penurunan beban pemasaran untuk jangka menengah, dan juga melarang adanya perjalanan dinas.

3. Lion Air Group

Lion Air Group - Prihatin Perusahaan Besar Mulai Potong Gaji Karyawan di Tengah Pandemi

Maskapai penerbangan lainnya yang turut terdampak pandemi Corona adalah Lion Air Group. Adapun kebijakan yang diambil oleh Lion Air Group lebih ekstrem ketimbang PT Garuda Indonesia (Persero).

Lion Air Group memutuskan untuk meliburkan karyawannya tanpa digaji mulai awal pekan ini. Hal itu diputuskan direksi dan manajemen Lion Air Group guna mengurangi beban perusahaan dalam menghadapi pandemi Corona.

Pandemi Corona telah membuat Lion Air Group menghentikan banyak penerbangan baik rute domestik maupun internasional. Kondisi tersebut membuat Lion Air Group minim pemasukan selama pandemi Corona ini berlangsung.

Tentang kami

CekAja

CekAja