Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Prinsip ‘Gila’ Bob Sadino yang Membuatnya Kaya Raya

by Kartika Ratnasari on 30 November, 2017

Siapa yang tak kenal Bob Sadino? Pengusaha nyentrik yang memiliki pemikiran gila ini banyak menginspirasi para wirausahawan.

Meski telah berpulang, ilmu dari mendiang Bob Sadino tentang perjuangan membangun usaha tak pernah usang dan masih menginspirasi banyak orang.

Bukan tanpa alasan, kisah jatuh bangunnya dalam mengembangkan usaha membuat ia begitu terkenal hingga sekarang. Setiap kata-katanya selalu memotivasi dan membakar semangat para pebisnis Indonesia.

Kata-kata Bob Sadino yang menginspirasi banyak pengusaha Indonesia

Menurut pria yang kerap disapa “Om Bob” ini, kerja keras dan kenekatan lah yang paling diperlukan dalam membangun sebuah bisnis. Ketika membangun sebuah usaha, yang harus dilakukan adalah aksi nyata, bukan hanya ide semata. Meski prinsip beliau banyak diragukan, tak jarang pula orang yang mengikuti langkah Bob Sadino, terutama anak muda.

Setuju atau tidak dengan prinsip beliau, berikut ulasan prinsip hidup Bob Sadino yang berhasil membawanya menuju kesuksesan. Siapa tahu dengan menerapkannya dalam hidup, kita bisa menjadi pengusaha sukses seperti Bob Sadino.

1. Sebaik apapun ide kita, akan kalah dengan aksi nyata
“Orang goblok itu ga banyak mikir yang penting melangkah. Orang pintar kebanyakan mikir akibatnya tidak pernah melangkah.”

Menurut Bob Sadino, para lulusan Sarjana yang secara tidak langsung adalah orang-orang berpendidikan terlalu banyak pertimbangan ketika menjalani sesuatu. Maka dari itu banyak orang yang mengenyam bangku perkuliahan tapi masih sibuk mencari kerja dan belum berpenghasilan.

Bob sangat menghindari pertimbangan-pertimbangan yang bisa menghalanginya tersebut. Bagi Bob, berbisnis adalah melakukan apa yang harus dilakukan, secepat yang ia bisa dengan sumber daya yang dimilikinya.

2. Teori hanyalah teori, praktik di lapangan lah yang menjadikan kita pengusaha sebenarnya
“Teori adalah informasi basi. Mahasiswa dengan IPK di atas 3 lebih baik jadi karyawan, karena orang pintar bisa berusaha keras untuk melamar pekerjaan. Orang goblok sudah pasti ditolak perusahaan dan terpaksa membuka usaha sendiri”.

Dari berbagai seminar yang diberikannya, Bob mempunyai pendapat berbeda tentang bangku kuliah. Menurutnya, kuliah hanyalah sebuah kesia-siaan. Pendidikan yang ia dapat di bangku kuliah hanya membuatnya pandai bicara, namun tetap tak bisa merealisasikan rencana-rencananya.

3. Pendapatan menjadi karyawan tak seberapa dibanding berbisnis
“Bangun pagi, mandi, pamit kerja, pakai seragam, kaki dibungkus sepatu, pergi pagi pulang sore. Bayarannya nggak seberapa. Kerja atau dikerjain?”

Kata-kata Bob Sadino mungkin terkesan terlalu menyederhanakan suatu masalah. Dalam satu kesempatan, Bob Sadino pernah berkata, “Jika ingin bahagia, jangan jadi karyawan.” Tentu hal ini tidak selamanya benar.

Tetapi bukan berarti juga kata-kata bijak beliau seputar bisnis salah. Bahkan sebaliknya, kata-kata yang diucapkannya cenderung masuk akal. Salah satunya seperti berikut: “Jangan mau kalau dengan yang berdasi. Mereka hanya pegawai. Berdaganglah jika mau menjadi bos.”

4. Tujuan yang sederhana justru bisa membawa kita ke kesuksesan
“Orang pintar maunya cepat berhasil, padahal semua orang tahu itu tidak mungkin. Orang goblok cuma punya satu harapan, yaitu hari ini bisa makan.”

Seringkali kita memiliki pikiran yang rumit dan tujuan yang terlalu muluk. Namun pada akhirnya, pemikiran yang rumit tersebut lah yang mendekatkan kita dengan ketidakmungkinan. Pelajaran yang bisa diambil adalah cukup tentyukan tujuan yang sederhana. Pada akhirnya kesederhanaan itu justru bisa melapangkan jalan kita menuju kesuksesan.

5. Bukan keuntungan, justru carilah kegagalan saat menjalani bisnis
“Jika mau berhasil, cari kegagalan sebanyak-banyaknya. Sebab keberhasilan hanyalah sebuah titik di puncak gunung kegagalan.”

Pelajaran bisnis manapun tentunya selalu mengajarkan kita untuk mencari keuntungan dan menghindari kerugian. Namun lain halnya dengan Bob Sadino yang justru menyarankan paebisnis untuk mendekati kegagalan dan kerugian.

Dalam bukunya yang berjudul “Belajar Goblok dari Bob Sadino”, beliau selalu menekankan bahwa dengan banyak mengalami kegagalan, baru kita dapat membentuk keberhasilan.

6. Rencana hanya akan membawa bisnis kita ke dalam bencana
“Rencana itu cuma berlaku buat mereka yang belajar manajemen. Dari A, B, C, D, sampai Z. Padahal dalam bisnis tidak ada yang seperti itu, bisnis tidak mungkin lurus dan runut saja. Tapi sayangnya di sekolah kita sudah terlalu sering diajarkan bikin rencana. Padahal rencana itu racun, bencana!”

Melihat perjalanan bisnis Bob Sadino, kita bisa menilai bahwa usahanya terkesan seperti mengalir saja tanpa rencana. Menetap di Belanda selama 9 tahun, bekerja di sebuah perusahaan pelayaran, hingga beralih haluan menjadi pengusaha peternakan ayam saat kembali ke Indonesia.

Bob menyesuaikan kondisi pasar saat menjalani bisnisnya. Tanpa banyak rencana, peluang yang paling menguntungkan lah yang akan diambil.

7. Jangan menjadi orang angkuh karena kita selalu membutuhkan wawasan
“Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu.”

Menurut Bob Sadino, pebisnis yang baik akan selalu haus pengetahuan. Kesuksesan dan popularitas yang dimilikinya tidak membuat Bob tinggi hati. Justru, Bob selalu menyerap banyak hal dari orang baru yang ia jumpai. Baik itu pengalaman, hingga pandangan hidup mereka.

Jika dianalogikan sebagai gelas yang berisi air, bila kita bertemu seseorang yang baru dikenal dengan gelas penuh, maka akan banyak air yang tumpah ketika kita berusaha menampung kucuran air dari orang lain. Lain halnya jika kondisi gelas kosong. Masih banyak ruang untuk mengisi gelas dengan air baru yang lebih segar.

Bob Sadino dan kisahnya yang menginspirasi

Bambang Mustari Sadino atau yang lebih dikenal dengan Bob Sadino merupakan salah satu pengusaha sukses yang sempat mengalami jatuh-bangun sebelum sukses besar. Ia lahir di keluarga yang cukup berada. Saat usianya menginjak 19 tahun, kedua orang tuanya meninggal dunia dan seluruh warisan keluarga jatuh ke tangan Bob karena saudara kandungya yang lain dianggap sudah cukup mampu.

Dengan uang warisan tersebut, anak bungsu ini memilih untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya tersebut, Pak Bob singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun dan sempat bekerja sebagai seorang karyawan di perusahaan pelayaran. Ketika tinggal di Beland, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Sepulangnya ke Indonesia pada tahun 1967, Bob banting setir jadi pengusaha Mobil Mercedes sewaan, sekaligus menjadi supir. Namun sayangnya, Bob mengalami kecelakaan yang membuatnya kehilangan Mercedes kesayangannya sehingga otomatis juga kehilangan modal. Karena kondisi ekonomi keluarga yang terpuruk, Bob mau tidak mau menjadi tukang batu Rp100 per hari untuk menghidupi anak istrinya.

Di tengah keterpurukannya, seorang temannya menyarankan untuk berbisnis telur ayam negeri. Pria kelahiran 1933 ini kemudian menjajakan telur ayam negeri dari rumah ke rumah. Berawal dari  bisnis telur, usaha Bob berkembang menjadi peternakan dan supermarket makanan organik bernama Kemchick yang masih sukses berdiri hingga hari ini.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami