Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Produksi Tesla Model 3 di China Terganggu Virus Corona

by Anes Saputra on 3 Februari, 2020

Produksi sedan listrik Model 3 di Pabrik Tesla Shanghai terganggu 1,5 Minggu akibat merebaknya virus Corona. Manajemen Tesla di Shanghai mengumumkan memperpanjang masa liburan Tahun Baru China dan menutup pabrik dari 30 Januari hingga 9 Februari pekan depan akibat wabah virus Corona.

“Kami memperkirakan penundaan 1 sampai 1,5 Minggu di Shanghai dalam memproduksi Model 3 karena penutupan pabrik yang diwajibkan pemerintah setempat,” ujar Kepala Keuangan Tesla, Zachary Kirkhorn dilansir CNN.

Kirkhorn menambahkan pendapatan Tesla masih terbatas karena pabrik pembuatan mobil listrik di Shanghai ini masih dalam tahap awal. Ia juga mengatakan masih memantau rantai pasokan dari pabrik Tesla di California apakah mengalami gangguan atau tidak.

tesla google car - CekAja.com

Sementara Toyota Motor Corporation yang memiliki pabrik di China akan menutupnya hingga 9 Februari 2020. Pabrik Toyota yang berdiri di bagian Utara Kota Tianjin dan Provinsi Selatan Guangdong mengatakan penghentian produksi sementara itu berdasarkan pertimbangan lumpuhnya moda transportasi di beberapa tempat yang berdampak pada pasokan suku cadang.

Begitu juga dengan Nissan yang mengambil kebijakan serupa dengan Toyota. Pemerintah Jepang dan Amerika Serikat pun mengevakuasi warga negara yang tinggal di Wuhan.

  • Donasi Toyota

Virus Corona telah membunuh sedikitnya 170 orang sejauh ini dan membuat 7.000 orang warga di sekitarnya menjalani perawatan dengan belasan kasus, seperti di negara Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang. 

Toyota Motor Corporation sendiri telah mengumumkan mendonasikan dana 10 juta Yuan atau sekitar Rp 19,64 miliar untuk membantu penanganan virus Corona yang merebak di Wuhan dan kota-kota lain di China.

(Baca juga: Toyota Ungkap Alasan Tahan Produksi City Car Listrik di Eropa)

Pemberian dana bantuan tersebut disampaikan Akio Toyoda, Presiden Toyota kepada lembaga Palang Merah China, untuk membantu pengadaan obat serta peralatan medis seperti masker, kacamata, serta baju perlindungan khusus untuk para petugas di lapangan.

“Saya berbelasungkawa untuk keluarga korban yang keluarganya meninggal dunia akibat wabah ini, serta bersimpati bagi seluruh pasien yang terjangkiti Corona,” kata Toyoda dikutip dari laman Toyota.

Pada saat yang bersamaan, ia menyatakan memberikan rasa hormat kepada para petugas medis profesional dan pejabat pemerintahan yang berada di garis terdepan dalam menangani Corona siang dan malam.

“Toyota memiliki banyak karyawan dan keluarganya yang bekerja dan hidup di China. Saya di Jepang tidak mungkin bisa merasakan penderitaan yang dialami warga lokal. Namun kami ingin membantu,” jelasnya.

  • Tarik karyawan dari China

Toyoda menyatakan perusahaannya akan terus memantau perkembangan wabah Corona setiap hari, sekaligus tetap mengingatkan kepada para petugas medis dan masyarakat China pada umumnya untuk tetap fokus pada aspek keamanan dan keselamatan dalam melaksanakan tugas membantu warga yang terjangkit Corona.

Sebelumnya, Senior Manager Komunikasi Toyota Motor Amerika Utara (TMNA), Eric Booth mengatakan, perusahaan telah menerapkan larangan perjalanan ke China bagi seluruh karyawannya hingga situasi wabah Corona kondusif.

Sementara itu, Honda telah lebih dulu menarik karyawannya yang bekerja di sekitar Wuhan. Juru Bicara Honda mengkonfirmasi 30 karyawan dan keluarga mereka yang sehari-hari bekerja di pabrik dekat Wuhan ditarik pulang ke Jepang.

(Baca juga: Virus Corona, SARS, dan MERS. Apa Bedanya?)

Begitu juga dengan PSA Grup, perusahaan otomotif multinasional asal Perancis yang akan memulangkan karyawannya sesuai dengan usulan Pemerintah Perancis. Juru Bicara PSA, Pierre Olivier Salmon mengatakan, pihaknya akan memulangkan karyawannya.

Kalau perusahaan-perusahaan multinasional saja sudah melarang karyawannya bepergian atau bekerja di China, masa kamu masih mau meneruskan rencana mengunjungi negara Tirai Bambu yang sedang terkena wabah Corona sih?

Namun jika jadwal mengunjungi China untuk keperluan dinas tidak bisa dihindarkan lagi, sebaiknya lindungi diri dengan asuransi kesehatan yang bisa kamu pilih dan ajukan lewat CekAja.com. Tetap waspada ketika berada di keramaian dan berinteraksi dengan orang lain, serta jangan lupa kenakan masker selama berada di luar ruang.

Tentang Penulis

Anes Saputra

Artikulasi Sinekdoke