10 Profesi yang sudah Langka di Indonesia padahal Dulu Dibutuhkan

Berkembangnya zaman, berkembang pula profesi yang digeluti masyarakat. Alhasil, bekerja sebagai penjaga wartel atau pekerjaan lawas lainnya, kini termasuk profesi yang sudah langka di Indonesia.

Masyarakat Indonesia itu unik. Apapun bisa dijadikan uang selama memungkinkan.

Terlebih di zaman dulu, beberapa pekerjaan yang rasanya tak mungkin dilakukan di masa sekarang, nyatanya sangat dibutuhkan kala itu.

Lantas, apa saja sih pekerjaan lawas yang saat ini disebut sebagai profesi yang sudah langka di Indonesia? Ini dia jawabannya.

Beragam Profesi yang sudah Langka di Indonesia

1. Penjaga wartel

Anak 2000-an ke atas, enggak bakal tahu rasanya sensasi nelpon di warung telekomunikasi alias wartel. Wartel sendiri dulu tenar sekitar tahun 1990 hingga 2000 silam.

Kegunaannya, untuk menelpon sanak saudara atau muda-mudi yang ingin berkomunikasi dengan kekasihnya secara jarak jauh. Terkadang, anak sekolah pun menggunakan layanan wartel untuk meminta jemput orangtuanya saat pulang sekolah.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman yang kian modern, layanan wartel seolah terlupakan, apalagi karena adanya jaringan internet. Alhasil, penjaga wartel harus kehilangan pekerjaannya.

Nah, pekerjaan sebagai penjaga wartel inilah yang merupakan profesi yang sudah langka di Indonesia.

(Baca Juga: 10 Pekerjaan Teraneh di Dunia Gaji Fantastis)

2. Permak jeans keliling

Profesi yang sudah langka di Indonesia ini dahulu paling ditunggu-tunggu oleh para ibu komplek.

Pasalnya, dengan keberadaan tukang permak jeans keliling, ibu-ibu enggak perlu repot lagi ke tukang jahit untuk memperbaiki pakaian yang rusak.

Enggak hanya itu saja, harga yang ditawarkan untuk satu kali mereparasi jeans biasanya sangat terjangkau.

Kira-kira sekitar Rp15 ribu sampai dengan Rp30 ribu saja. Jadi, tak heran ya kalau dulu profesi ini sangat dibutuhkan.

3. Ojek payung

Zaman dulu, ojek payung paling dibutuhkan kala musim hujan tiba. Profesi ini dilakukan oleh semua kalangan, mulai dari anak kecil sampai dewasa. Namun, entah karena bayarannya kecil atau pola perilaku masyarakat yang mulai berubah, profesi ini perlahan mulai menghilang.

4. Tukang jahit kasur keliling

Profesi yang sudah langka di Indonesia berikutnya adalah tukang jahit kasur keliling. Dulu, orang-orang lebih senang tidur dengan kasur kapuk.

Ketika kasurnya terasa menipis, maka ‘orang pertama’ yang dicari adalah si tukang jahit kasur keliling ini.

Namun, lama-kelamaan, profesi tersebut mulai sepi bahkan hampir tak ada lagi di masa sekarang, seiring dengan kebutuhan konsumen yang lebih memilih kasur spring bed.

5. Tukang foto keliling

Waktu kecil, kamu pasti pernah melihat tukang foto keliling yang menawarkan jasanya, bukan? Apalagi saat kita berada di tempat wisata.

Ya, profesi ini dulu juga paling laris manis, mengingat harga kamera kala itu sangat mahal.
Tapi sayangnya, seiring dengan kecanggihan teknologi saat ini, tukang foto keliling justru menjadi profesi yang sudah langka di Indonesia.

Bahkan keberadannya perlahan mulai tergantikan, karena masyarakat memiliki kamera digital maupun ponsel pintar sendiri.

Palingan, jasa foto keliling ini cuma bisa kamu lihat saat ada event tertentu, seperti wisuda.

6. Penjual kaset bajakan

Siapa dulu yang suka beli kaset bajakan? Toko kaset bajakan di era 90-an hingga 2000 awal, bisa dibilang sangat laris manis.

Sebab, dengan harga yang relatif murah, yakni cuma Rp10 ribu, masyarakat sudah bisa menonton film favoritnya bahkan berulang kali.

Namun, lagi-lagi ketika teknologi kian canggih, penjual kaset bajakan justru menjadi profesi yang sudah langka di Indonesia.

Bahkan, hampir tak terlihat lagi, karena masyarakat mulai beralih ke aplikasi streaming film.

7. Penjual ember keliling

Profesi yang sudah langka di Indonesia lainnya adalah penjual ember keliling.

Uniknya, penjual ember keliling selalu membenturkan bagian pantat ember yang satu dengan lainnya, sebagai tanda kehadiran mereka.

Penjual ember keliling biasa berjualan dari satu komplek perumahan ke komplek lainnya.

Kehadiran mereka selalu ditunggu-tunggu oleh para ibu komplek, karena secara tak langsung konsumen enggak perlu repot ke pasar untuk beli ember.

(Baca Juga: 10 Perusahaan Swasta Terbesar di Indonesia)

8. Tukang jamu gendong

Tukang jamu gendong dahulu sempat merajalela, entah itu dipedesaan maupun perkotaan.

Masyarakat dulu memang terkenal hobi mengonsumsi jamu, apalagi saat pagi hari. Namun, kini tukang jamu gendong hanyalah profesi yang sudah langka di Indonesia.

Langkanya profesi tersebut dikarenakan beberapa faktor. Baik itu dari pola perilaku konsumen yang berubah, ataupun pendapatan yang diterima penjual tergolong kecil.

Padahal nih, kalau dipikir-pikir lagi, profesi sebagai penjual jamu gendong cukup menjanjikan.

Apalagi di masa sekarang, yang seperti kita tahu, memang tiap orang wajib menjaga kesehatannya, agar gak gampang terserang penyakit, terutama virus Corona.

9. Tukang patri

Pernah dengar tentang profesi tukang patri? Di tahun 90-an sampai 2000 awal, tukang patri ini terkenal lho, khususnya di kalangan ibu-ibu rumah tangga.

Tukang patri adalah sebuah pekerjaan di mana mereka menawarkan jasa tambal peralatan dapur yang terbuat dari logam.

Namun, profesi ini termasuk yang langka di masa sekarang, karena sepertinya masyarakat lebih memilih untuk membeli peralatan dapurnya kembali saat tidak lagi bisa digunakan.

10. Topeng monyet

Sempat hits di kalangan anak 90-an, topeng monyet termasuk profesi yang sudah langka di Indonesia saat ini.

Kelangkaannya sendiri bukan hanya karena risiko peyakit yang ditularkan oleh si monyet. Namun juga, pemerintah memang telah menegaskan untuk peniadaan topeng monyet, khususnya di DKI Jakarta.

Nah, itu dia informasi mengenai profesi yang sudah langka di Indonesia. Saat ini, memang profesi yang banyak dilakukan oleh masyarakat adalah dagang online, bisnis kuliner, hingga menjadi freelance writer.

Khusus untuk dagang online dan bisnis kuliner, para pebisnis biasanya perlu modal cukup gede, apalagi jika ingin mengembangkan usahanya tersebut.

Jika yang kamu lakukan serupa, maka untuk mendapatkan tambahan modal, kamu bisa langsung mencoba layanan CekAja.com.

Di CekAja, kamu bisa mengajukan pinjaman dari mitra bank terbaik dan pastinya berbunga rendah sekaligus ringan cicilan.

Selain mengajukan, kamu pun dapat mencoba layanan perbandingan produk, sehingga nantinya pinjaman yang didapat sesuai dengan kemampuan bayarmu.

Proses pengajuan maupun membandingkan seluruhnya dilakukan secara online. Jadi, kamu tak perlu repot lagi dan bisa dilakukan kapanpun serta dimanapun.

Tunggu apalagi? Yuk, langsung ajukan pinjaman dana tunai untuk modal usahamu lewat CekAja.com, dan nikmati seluruh manfaatnya.