Prosedur Melakukan Swab Test Untuk Mendeteksi Virus Corona

5 min. membaca Oleh Kyla Damasha on

Bagi kamu yang saat ini tengah berencana untuk berkunjung ke rumah sakit untuk mendeteksi adanya virus corona Covid-19, maka prosedur melakukan swab test memang sebaiknya diketahui.

Prosedur melakukan swab test

Di masa pandemi seperti saat ini, wajar apabila kita khawatir terinfeksi virus corona yang dikenal sangat berbahaya ini, apalagi untuk kelompok rentan dengan tingkat risiko yang lebih tinggi.

Maka dari itu, agar kita dan keluarga bisa merasa lebih aman dan terjaga, selain dengan melakukan sejumlah cara pencegahan, melakukan tes juga bisa dilakukan, guna mengetahui apakah terdapat virus corona di dalam tubuh kita atau tidak.

Untuk saat ini, terdapat dua metode deteksi virus corona yang dapat dilakukan, yaitu rapid test dan PCR (Polymerase Chain Reaction) swab test. Namun, di dalam kesempatan kali ini kita akan membahas hanya tentang prosedur melakukan swab test. Yuk disimak bersama-sama.

Apa itu Swab Test?

Dilansir dari situs sehatq.com, PCR (Polymerase Chain Reaction) atau yang sering disebut sebagai swab test merupakan salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi virus corona, yang mana petugas medis akan mengambil sampel apus dari saluran pernapasan, contohnya seperti hidung dan tenggorokan.

(Baca Juga: Remdesivir, Obat Corona yang Digunakan di Amerika Serikat)

Sampel ini kemudian dibawa untuk diperiksa di bawah mikroskop guna mengetahui ada atau tidaknya DNA virus corona di dalam tubuh sang pasien. Meskipun hanya mengandung materi genetik dengan jumlah yang sedikit, metode pemeriksaan satu ini nyatanya mampu melipatgandakan DNA atau RNA seseorang.

Mengapa Swab Test Perlu Dilakukan?

Walaupun terdapat satu metode pemeriksaan lagi yang bisa dilakukan, yaitu rapid test, namun swab test ternyata mampu memberikan hasil positif yang jauh lebih cepat dengan diagnosa yang bisa segera dipastikan.

Oleh karena itu, rapid test seringkali hanya menjadi metode pemeriksaan awal sedangkan swab test menjadi metode untuk memberikan hasil akhir yang dapat terkonfirmasi.

Siapa Saja yang Perlu Melakukan Swab Test?

Sebelum melakukan prosedur swab test, jelas kamu harus tahu terlebih dahulu tentang siapa saja yang perlu melakukan metode pemeriksaan satu ini.

  • Orang dalam pemantauan (ODP)
  • Pasien dalam pengawasan (PDP)
  • Orang yang memiliki riwayat kontak fisik dengan pasien Covid-19
  • Pasien dengan hasil rapid test positif

Waktu yang Tepat untuk Melakukan Swab Test

Prosedur melakukan swab test sudah dapat dijalani sejak dua hari setelah kamu mengalami gejala infeksi virus corona. Sementara itu, hasil pemeriksaan sudah bisa kamu dapatkan beberapa hari kemudian.

Seberapa Sering Kamu Harus Menjalani Prosedur Swab Test?

Pada umumnya, frekuensi swab test perlu dilakukan lebih dari sekali untuk bisa mendapatkan hasil diagnosa yang lebih valid. Namun, jarak pengambilan sampel ini berbeda-beda dan tergantung status dari setiap pasien, sebagaimana berikut ini:

  • ODP dan PDP

Pengambilan sampel dari ODP dan PDP perlu dilakukan setidaknya sebanyak dua kali berturut-turut, yaitu pada hari pertama dan kedua. Langkah ini juga bisa dilakukan apabila kondisi pasien sudah semakin memburuk.

  • Orang yang memiliki riwayat kontak fisik dengan pasien Covid-19

Sementara itu, prosedur swab test pada orang yang memiliki riwayat kontak fisik dengan pasien Covid-19 dilakukan pada hari pertama dan hari ke-14.

Prosedur Melakukan Swab Test

Pada umumnya, yang bisa digunakan pada prosedur melakukan swab test adalah apus tenggorokan di belakang hidung (nasofaring) atau belakang mulut (orofaring). Namun, swab test dengan menggunakan sampel nasofaring biasanya lebih disarankan sementara untuk sampel orofaring seringkali dijadikan sebagai prosedur alternatif semata.

1. Prosedur Melakukan Swab Test Melalui Hidung

  • Pasien akan diminta untuk meniup napas melalui hidung untuk memastikan apakah terdapat sumbatan atau tidak.
  • Setelah itu, pasien akan diminta untuk sedikit mendongak ke atas dan alat swab berbentuk seperti cotton bud dengan tangkai panjang akan dimasukan ke dalam lubang hidung pasien hingga mencapai bagian belakang hidung.
  • Kemudian dokter akan mengambil sampel dengan cara menyapukan dan memutar alat swab tersebut selama beberapa detik.

2. Prosedur Melakukan Swab Test Melalui Tenggorokan

  • Pasien akan diminta untuk membuka mulut selebar-lebarnya.
  • Kemudian dokter akan memasukan alat swab ke dalam mulut pasien hingga mencapai bagian belakang tenggorokan. Swab tidak boleh menyentuh lidah.
  • Dokter akan mengambil sampel dengan menyapukan dan memutar alat swab tersebut selama beberapa detik.

Prosedur melakukan swab test telah selesai. Kemudian, alat swab tersebut akan dimasukan ke dalam tabung khusus dan segera dikirimkan ke laboratorium untuk dilakukan PCR. Metode pemeriksaan satu ini mungkin akan terasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Namun, agar bisa memberikan hasil yang memuaskan, memang sangat disarankan untuk setiap pasien agar tetap kooperatif sampai prosedur pengambilan sampel selesai dilakukan.

Mengetahui Hasil Swab Test Corona

Hasil swab test umumnya akan keluar dalam kurun waktu dua hari sejak pemeriksaan dilakukan. Dalam hal ini, pasien akan mendapatkan dua kemungkinan hasil, yaitu:

  • Positif

Hasil positif menunjukan adanya infeksi virus corona yang dialami oleh pasien. Bila kamu mendapatkan hasil ini dari laboratorium regional, maka Laboratorium Pusat Penyakit Infeksi biasanya akan melakukan konfirmasi ulang.

  • Negatif

Sebaliknya, hasil negatif justru menunjukan bahwa tidak ada infeksi corona di dalam tubuh. Namun, hasil tes pemeriksaan negatif pada sampel tunggal, terutama yang berasal dari hidung dan tenggorokan, belum tentu mengindikasi ketiadaan infeksi.

Oleh sebab itu, prosedur swab test corona tidak cukup jika dilakukan satu kali. Pengulangan tes tetap perlu dilakukan sesuai dengan anjuran dari dokter maupun tenaga medis.

Apa yang Harus Dilakukan Apabila Hasil Swab Test Positif?

Inilah yang paling ditakutkan oleh sebagian besar orang, yaitu apabila swab test menunjukan hasil positif. Nah, jika pasien memberikan hasil positif pada swab test, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan menjalani isolasi di ruangan khusus guna mendapatkan perawatan medis oleh para tenaga ahli.

Kemudian, sampel jaringan dari pasien akan diambil setiap hari untuk diperiksa perkembangannya. Pasien baru boleh keluar dari ruang isolasi apabila pemeriksaan sampel telah menunjukan hasil negatif sebanyak dua kali berturut-turut.

Sedangkan untuk pasien dengan hasil swab test negatif akan dirawat sesuai dengan penyebab gejala penyakit yang mereka alami.

(Baca Juga: Pilihan Asuransi Terbaik Saat New Normal)

Jadi, sekarang kamu sudah tahu kan tentang prosedur melakukan swab test pada pasien. Walaupun terlihat sangat sederhana, namun pemeriksaan dari swab test itu sendiri dianggap memberikan rasa yang kurang nyaman pada tubuh. Selain itu, biaya swab test itu sendiri memang tergolong tidaklah murah. Kamu perlu merogoh kocek hingga jutaan rupiah untuk menjalani satu kali prosedur swab test saja.

Tahukan kamu? Sekarang sudah lumayan banyak lho asuransi kesehatan yang menyediakan fasilitas untuk pemeriksaan virus corona yang bisa kamu jadikan pilihan. Dengan premi yang terjangkau, kamu bahkan bisa sedikit berhemat jika ingin melakukan swab test atau rapid test. Maka dari itu, yuk segera lindungi diri dan keluarga dengan asuransi kesehatan hanya di CekAja.com.

Tentang kami

Kyla Damasha

Kyla Damasha