Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Puasa Lebih Sehat dengan Makanan Organik

by Arfan Wiraguna on 17 Juni, 2015

Sebagian dari Anda mungkin memiliki niat menjadikan puasa di tahun ini untuk memulai gaya hidup sehat. Salah satu caranya adalah dengan mengatur menu yang akan dikonsumsi untuk sahur dan berbuka. Pilihan menu organik bisa dijadikan pilihan. Apa yang harus dipilih, dan bagaimana strategi untuk menjalaninya?

“Lebih baik membayar lebih mahal untuk para petani, daripada harus dirawat di rumah sakit,” Seorang teman yang menjadikan kebiasaan mengonsumsi makanan organik sebagai gaya hidupnya pernah mengatakan kalimat tersebut.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap gaya hidup sehat, kebiasaan mengonsumsi makanan organik semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi mengingat banyaknya penelitian yang sudah membuktikan dampak negatif dari kebiasaan buruk mengonsumsi makanan non-organik, yang acap kali mengandung hormon penyebab kanker, antibiotik yang merusak imunitas dan pestisida yang berbahaya bagi tubuh.

(Baca juga: Sakit Dulu, Asuransi Dulu : 2 Alasan Besar Anda Malas Ikut Asuransi Kesehatan)

Namun biaya yang tinggi, ternyata masih menjadi kendala utama sebagian orang untuk berpindah ke gaya hidup yang lebih sehat. Padahal menjelang bulan Ramadhan ini, sayang sekali jika manfaat kesehatan bisa didapatkan dari berpuasa menjadi “tanggung” karena terhambat masalah biaya. Bagi Anda yang ingin mengonsumsi makanan organik namun masih mencemaskan faktor harganya, di bawah ini kami tampilkan beberapa cara yang dapat digunakan agar tidak bikin kantong jebol.

Belanja lebih awal agar lebih hemat

Selain memberikan jaminan apakah sebuah produk dikategorikan organik atau non-organik, Anda bisa mendapatkan potongan harga khusus dari pembelian dalam partai besar di supermarket. Belum lagi dengan kenaikan harga bahan pokok ketika menjelang bulan Ramadhan yang sudah menjadi masalah tahunan masyarakat Indonesia.

Pembelian bahan pangan dalam jumlah besar pada jauh-jauh hari sebelumnya, dapat menjadi salah satu taktik yang efektif. Walaupun biayanya terlihat “membengkak” di awal bulan, namun sebenarnya pembeli sudah menghemat biaya yang dapat ditimbulkan akibat peningkatan harga-harga tersebut pada akhir bulan.

(Baca juga: 7 Langkah Efektif Atur Anggaran Bulanan Bagi Anda yang Masih Boros)

Mari kita simulasikan dengan cara sederhana. Misalnya, pembelian di awal bulan untuk kebutuhan bahan pangan organik  sebuah keluarga adalah Rp10 juta per bulan (empat minggu) dengan rata-rata Rp2,5 juta per minggu. Dengan kenaikan harga pada bulan puasa yang berkisar antara 30 sampai 50 persen dari harga normal, pengeluaran yang terjadi sesuai dengan kenaikan harga tersebut adalah Rp2,5 juta pada minggu pertama, Rp3,25 juta (dengan peningkatan 30 persen) pada minggu kedua, Rp3,5 juta (dengan peningkatan 40 persen) pada minggu ketiga dan Rp3,75 juta (dengan peningkatan 50 persen) pada minggu keempat. Dengan demikian, penghematan yang terjadi adalah Rp3 juta.

Siapkan freezer agar stok lebih awet

Berbagai bahan pangan, terutama sayuran dan buah-buahan, akan lebih cepat membusuk jika disimpan dalam suhu ruangan. Oleh karena itu, Anda perlu menyiapkan freezer khusus sebagai tempat penyimpanannya. Ukuran freezer ini disesuaikan dengan  jumlah stok bahan pangan kebutuhan keluarga, dengan jangka waktu penyimpanan kurang dari enam bulan.

(Baca juga: 5 Langkah Membuat Hidup Anda Sehat dan Hemat)

Melanjutkan dari contoh di atas, Anda butuh untuk menyiapkan freezer yang dapat menyimpan bahan makanan organik selama satu bulan. Harga freezer untuk ukuran biasa—yang sering ditemui untuk penyimpanan es krim di warung—sekitar Rp3 juta. Dengan demikian, uang penghematan selama satu bulan sudah di atas bisa digunakan untuk pembelian freezer yang bisa dipakai bertahun-tahun.

Ikuti klub bahan pangan organik

Selain mendapatkan diskon dan layanan pesan antar, Anda juga bisa bertukar resep makanan dari keanggotan klub bahan pangan organik. Saat ini sudah mulai banyak tersedia klub-klub bahan pangan organik di Jakarta, seperti Organik Klub di daerah Tebet, Jakarta, serta Club Sehat di daerah Cideng dan Pluit, Jakarta. Berbagai klub ini juga bisa diakses secara online.

(Baca juga: Cara Aman Berbelanja Online)

Bagi Anda yang tertarik untuk hidup lebih sehat dengan mengonsumsi makanan organik, lakukanlah perubahan gaya hidup tersebut secara perlahan. Selain agar tubuh tidak “kaget” dengan perubahan ini, kita juga lebih mudah untuk mengelola penyesuaian terhadap bujet yang diperlukan untuk menghadapi bulan puasa ini.

Tentang Penulis

Arfan Wiraguna

Writer & Coffe Lover - Finansial dan ekonomi adalah makanan sehari-hari.