Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Punya Anjing Galak? Simak Jurus Jitu Menjinakkannya!

by Sindhi Aderianti on 3 September, 2019

Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan yang menjadi favorit para animal enthusiast. Pasalnya, binatang ini tidak hanya bisa makan, tidur, dan main seperti kucing, tapi jika dilatih dengan benar, anjing bisa sangat diandalkan.

Pada dasarnya, anjing memang memiliki kecerdasan yang melebihi binatang lain. Hasil dari studi ini mengungkapkan bahwa anjing berjenis golden retriever yang diteliti, memiliki jumlah sel saraf yang paling banyak di antara semuanya, yaitu 620 juta sel saraf.

Jumlah tersebut mengalahkan kucing yang banyaknya cuma 250 juta.

Anjing Malionis Belgian Tewaskan Seorang ART

Hewan berbulu ini memang lucu dan pintar. Namun perlu diingat, walau bagaimanapun anjing tetap memiliki karakter liar yang memang bakat dari alam.

Tingkah laku mengejar hewan buruan, buang air kecil dan besar di sembarang tempat sebagai petanda wilayah teritorial, serta menggonggong adalah sifat alamiahnya.

Jika salah didik, risiko yang mungkin didapat tak main-main. Orang lain bisa menjadi korban serangannya.

Seperti kabar yang tengah ramai beredar, anjing jenis Malionis Belgian milik seorang presenter TV Bima Aryo, diketahui menerkam asisten rumah tangganya (ART) hingga meninggal dunia.

Menurut kronologi versi Kapolsek Cipayung Kompol Abdul Rasyid, saat itu ART yang baru bekerja 2 minggu itu diminta ibu manjikan untuk memberi anjingnya makan.

Saat membuka kandang, anjing yang diberi nama Sparta tersebut langsung menyerang dan mencabik tubuh korban. Korban yang bersimbah darah pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Adhyaksa.

Akan tetapi, karena lukanya parah, korban dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Namun nahas, sesampainya di sana, nyawa wanita bernama Yayan ini sudah tak tertolong.

Tentu kejadian ini bukan sepenuhnya salah anjing yang sudah dipelihara Bima selama bertahun-tahun. Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Selasa (3/9/2019), komunitas pecinta hewan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) menduga Sparta dididik seperti anjing polisi.

(Baca juga: Pajak Memelihara Anjing dan Berbagai Aturan Pajak Kontroversial)
Cara Meredamkan Anjing Agresif

Bila kamu tidak ingin anjing bertingkah terlalu liar atau agresif sampai menyerang orang lain, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan. Berikut ini di antaranya:

1. Beri keamanan ekstra

Memiliki anjing yang agresif butuh perhatian khusus. Pastikan selalu merasa nyaman. Buat rumah anjing yang memenuhi standar pengamanan.

Untuk berjaga-jaga, sementara beri keamanan yang ekstra terlebih dahulu dengan membangun pagar lebih tinggi di sekeliling rumah. Hal ini bertujuan agar anjing tidak mengganggu atau sampai mencelakakan orang lain.

Periksalah secara berkala pagarmu untuk memastikan tidak ada kerusakan, terutama di bagian bawahnya yang bisa dilewati oleh anjing, sehingga ia tidak dapat kabur dan membahayakan warga sekitar.

2. Jangan dilatih seperti anjing polisi

Anjing yang tumbuh agresif, pada dasarnya tergantung pada bagaimana cara sang owner melatih. Tak selamanya anjing ras German Shepherd atau Malionis Belgian seperti Sparta itu galak.

Bahkan, anjing kecil jenis Chihuahua bisa saja menjadi agresif jika ada kesalahan dalam mendidiknya sehari-hari. Untuk itu, sebisa mungkin hindari melatih anjing kesayanganmu seperti K9 (anjing pelacak).

Cukup latih anjing dengan tiga metode basic, seperti come, duduk dan stay, serta heel sampai berhasil membuatnya nurut.

3. Perbanyak bertemu orang lain

Banyak orang yang buru-buru mengunci anjing mereka ketika akan ada tamu yang datang. Perilaku ini tentu saja kurang tepat, sebab membatasi ruang geraknya dengan orang lain justu bisa membuat anjing merasa terasingkan dan menganggap tamu itu seperti lawan.

Tak berbeda jauh dengan manusia, anjing juga perlu dipertemukan dengan banyak orang agar terbiasa untuk bersosialisasi. Biarkan anjing berkeliaran bebas dan terima mereka sebagai salah satu anggota keluarganya.

(Baca juga: Ingin Bisnis Ternak? 5 Hewan Ini Pilihannya)
4. Tenangkan anjing saat menggonggong

Anjing menggonggong bisa dikarenakan oleh kecemasan, rasa waspada, atau bosan. Ketika ia menggonggong berlebihan apalagi kepada orang lain, jangan sesekali memarahinya.

Cukup latih anjing agar tetap tenang dan bisa membedakan ancaman atau tidak ketika menggonggong. Bisa juga dengan tidak mengacuhkan gonggongannya.

Saat kamu membiarkannya menggonggong, otomatis ia sadar bahwa apa yang dilakukannya tidak disukai oleh sang owner. Jika sudah bisa tenang, berikan reward berupa pujian atau cemilan kesukaannya.

5. Kenakan muzzle pada anjing (brongsong)

Bila keagresifannya belum kunjung tertolong, kamu boleh mengenakan anjing muzzle atau brongsong pada bagian mulutnya. Carilah brongsong dengan bentuk moncong yang menyerupai keranjang agar anjingmu tetap bisa bernapas dan minum dengan mudah.

Selain itu, bentuk moncong yang menyerupai keranjang ini juga memungkinkan kamu untuk memberinya camilan kesukaan melalui brongsong tersebut, namun tetap memberikan perlindungan yang baik dari gigitan tajamnya.

Pada intinya, lingkungan  kondusif dan aman dapat mengurangi tingkat keagresifan pada anjing. Maka berikan selalu rumah yang nyaman, makanan kesukaannya, serta interaksi yang intens antara owner terhadap anjing.

Selain cara di atas, kamu juga bisa berkonsultasi dengan peltih anjing profesional hingga ‘anak bulu’ kesayanganmu tak lagi berlaku agresif.

Lengkapi juga hewan peliharaaanmu dengan makanan yang bergizi dan sehat. Butuh dana tunai, ajukan KTA di CekAja.com dan temukan  kemudahannya.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami