Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Punya Penyakit Kritis? Kenali Asuransi Penyakit Jantung Ini

by Gesti Weningtyas on 6 Februari, 2020

Penyakit kritis menjadi satu diantara penyebab kematian yang paling sering, setelah kecelakaan maupun musibah bencana alam. Penyakit Jantung menjadi penyebab kematian yang banyak ditemui di Negara maju maupun Negara berkembang. Oleh sebab itu, kini makin banyak orang yang memiliki kesadaran untuk membeli asuransi penyakit kritis, apalagi jika ia memiliki riwayat penyakit kritis maupun  ada keturunan dari orangtua.

Punya Penyakit Kritis? Kenali Asuransi Penyakit Jantung Ini

Hal ini disebabkan karena asuransi penyakit kritis berbeda dengan asuransi kesehatan biasa. Asuransi memberikan manfaat uang pertanggungan sesuai dengan dihitungnya penjaminan, sedangkan asuransi penyakit kritis atau penyakit jantung memberikan uang tunai sekaligus ketika tertanggung butuh perawatan segera.

Pasalnya, penderita penyakit kritis pastinya membutuhkan perawatan berkelanjutan yang lebih lama. Jadi, uang pertanggungan diberikan sekaligus dan  sesuai diagnosa. Hal ini agar memudahkan pasien, dalam membayar biaya perawatannya selama masih sakit.

Kamu juga harus tahu, penyakit kritis atau penyakit jantung yang dimaksud adalah penyakit yang membahayakan jiwa seperti kanker, penyakit jantung dan gagal ginjal. Sehingga berbeda apabila kamu mengalami sakit demam atau sakit yang ringan namun terlambat dibawa ke rumah sakit hingga kritis, tidak bakalan mendapatkan jaminan dari asuransi.

Teliti Sebelum Membeli

Nah, jika kamu memiliki anggota keluarga yang memiliki penyakit jantung, maka kamu perlu mempertimbangkan untuk membeli produk asuransi kritis ini. Selain bisa kamu gunakan untuk keluarga, kamu juga bisa menggunakannya untuk memproteksi diri dari resiko yang bisa saja kamu temui di masa yang akan datang.

Sebab tak jarang penyakit kritis seperti penyakit jantung ini bisa menurun untuk kamu maupun anak cucumu. Usia pendaftaran untuk asuransi penyakit jantung atau kritis ini biasanya minimal 1 bulan hingga 60 tahun.

Daftar Penyakit Kritis

Setiap perusahaan asuransi memiliki daftar penyakit kritis yang akan dijamin, sehingga akan ada beberapa perbedaan. Jadi, kamu bisa memastikan penyakit jantung sudah masuk dalam daftar penyakit kritis pada asuransi yang akan kamu beli.

Syarat setiap perusahaan asuransi biasanya juga berbeda, jadi sebelum kamu membeli produk asuransi penyakit jantung, kamu bisa membandingkan terlebih dahulu beberapa perusahaan asuransi yang menawarkan perlindungan penyakit kritis, sebelum kamu menghubungi agen asuransi.

Klaim Uang Pertanggungan

Beberapa perusahaan asuransi menerapkan aturan yang berbeda tentang klaim uang pertanggungan. Penjaminan bisa diberikan sejak stadium awal penyakit. Dalam hal ini misalnya, kamu terdiagnosa kanker, maka ada beberapa tahapan untuk mencairkan klaim. Klaim juga akan dicairkan sesuai dengan diagnosa dan tingkat keparahan, hal ini yang menyebabkan asuransi biasanya mengharuskan biopsi agar diagnosa kanker lebih akurat. 

Klaim juga akan dilihat dari masa bertahan hidup tertanggung. Misalnya, kamu sebagai tertanggung memiliki penyakit kritis dengan masa bertahan hidup tujuh hari, kalau pasien akhirnya meninggal sebelum tujuh hari, maka klaim akan ditolak karena belum melewati masa bertahan hidup sesuai diagnosa.

(Baca Juga: Cara Memilih Asuransi Kesehatan Keluarga Di Indonesia)

Tak ada salahnya untuk memahami syarat dan ketentuan ini agar kamu tidak salah melangkah. Karena uang pertanggungan yang besar, pihak asuransi jadi asuransi memiliki standar prosedur yang berbeda dari asuransi kesehatan biasa.Sehingga, kamu juga harus memahami berapa lama uang pertanggungan dicairkan sejak mendapat persetujuan penjaminan.

Periode Perlindungan

Pada sebagian perusahaan asuransi ada yang memberikan periode perlindungan hingga 100 tahun, namun ada juga yang memberikan perlindungan hanya sampai 85 tahun saja. Kamu tentu bisa memilih, jika membutuhkan asuransi penyakit jantung dengan periode perlindungan yang panjang, pilih dengan periode paling panjang atau seumur hidup.

Nah, berikut ini ada beberapa perusahaan asuransi yang menyediakan produk asuransi penyakit kritis, khususnya penyakit Jantung yang bisa kamu jadikan referensi.

1. AXA Mandiri 

PT AXA Mandiri Financial Service (AXA Mandiri) telah meluncurkan produk asuransi bagi penderita penyakit jantung. Asuransi ini bernama Asuransi Mandiri Heart Protection (MHP). Risiko hidup dan kesehatan bisa saja terjadi sejak muda, sehingga kamu bisa saja mendaftarkan diri pada asuransi jantung ini kapan saja.

Asuransi MHP akan memberikan pertanggungan bagi nasabah yang didiagnosa serangan jantung atau stroke atau meninggal dunia karena sebab apapun. Asuransi MHP nantinya juga bisa dimiliki masyarakat berusia 18-55 tahun dengan maksimum pertanggungan hingga usia 65 tahun. Biaya premi berkisar dari Rp 70 ribu hingga Rp 1,17 juta per bulan.  

Jika kamu mengambil biaya premi per tahun ,maka biaya preminya sekitar Rp 700 ribu sampai dengan Rp 11,5 juta per tahun dengan santunan yang bisa diperoleh oleh nasabah berkisar dari Rp 50 juta sampai Rp 250 juta. Nasabah juga bisa mendapatkan pengembalian premi 105 persen dari total premi yang telah dibayarkan 10 tahun terakhir, dengan catatan polis tetap aktif.

2. AXA

AXA Heart & Save merupakan solusi asuransi kesehatan yang memberikan manfaat perlindungan terhadap penyakit jantung dan stroke serta perlindungan terhadap risiko kematian dengan pengembalian premi 105 persen. Pengembalian premi ini hingga 105 persen atas diagnosa serangan jantung dan stroke.

Tertanggung juga akan mendapatkan manfaat santunan hingga 200 persen. Selain itu, ada manfaat Bonus Cashback. Usia untuk membeli polis asuransi ini minimal 18-55 tahun dengan periode perlindungan 65 tahun. Preminya mulai dari Rp 83 ribu.

3. ALLIANZ

Allianz memiliki beberapa pilihan asuransi penyakit kritis. Kamu bisa memilih beberapa produk asuransi sesuai riwayat penyakit yang telah ada. Ada asuransi utama, ada pula produk tambahan atau rider seperti CI Plus ini. CI+ adalah asuransi tambahan kesehatan (rider) yang memberikan perlindungan menyeluruh terhadap 49 kondisi penyakit kritis pada tahap akhir (advanced) tanpa syarat Survival Period dan Manfaat yang diterima tidak mengurangi Uang Pertanggungan Dasar. 

CI Plus memberikan manfaat perlindungan 49 Kondisi Penyakit Kritis, dalam hal ini termasuk serangan jantung, operasi Jantung koroner, dan operasi penggantian katup jantung dengan masa Perlindungan hingga usia 70 tahun.

Kamu bisa mengajukan asuransi ini mulai dari usia 1 tahun hingga 64 tahun. Manfaat yang diterima tidak mengurangi Uang Pertanggungan Dasar.

4. AIA Critical Protection

Perusahaan asuransi AIA juga memiliki produk asuransi untuk Penyakit Kritis maupun Proteksi Jiwa. Sebab, Penyakit kritis tidak hanya merenggut keluarga tercinta saja, namun tabungan dan harta keluarga selama masa perawatan juga bisa habis terkikis. Kamu bisa kehilangan biaya pemulihan, biaya pengobatan alternatif serta hilangnya pendapatan selama tidak bekerja dapat ditanggung oleh perlindungan terhadap penyakit kritis.

AIA Critical Protection ini memberikan manfaat perlindungan terhadap penyakit kritis dan jiwa hingga usia 99 tahun, dengan pilihan masa pembayaran premi 10 tahun atau 20 tahun. Kamu bisa mendapatkan manfaat sebesar Uang Pertanggungan jika terjadi risiko terdiagnosa salah satu dari 60 jenis Penyakit Kritis (termasuk tindakan bedah Angioplasti).

Kamu juga bisa mendapatkan asuransi tambahan penyakit kritis minor dengan perlindungan terhadap 58 Penyakit Kritis Minor sebesar 100% Uang Pertanggungan Penyakit Kritis Minor (25% Uang Pertanggungan Dasar, maksimal Rp 1 miliar).

Pilihan masa proteksi bisa menyesuaikan berdasarkan kebutuhan kamu, mulai dari umur 65 sampai dengan 85 tahun.

Nah, demikian beberapa pilihan asuransi penyakit jantung yang mungkin akan sesuai dengan kebutuhanmu. Jangan ragu untuk membandingkan premi masing-masing produk dari perusahaan asuransi.

Tak ada salahnya untuk mengantisipasi terlebih dahulu, sebab menurut data dari Kementerian Kesehatan, penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbanyak ke-2 di Indonesia (berdasarkan Sample Registration System).

Tahukah kamu, data BPJS menunjukkan adanya peningkatan biaya kesehatan untuk penyakit jantung. Artinya,  pasien penyakit jantung selalu meningkat dari tahun ke tahun. Untuk mengantisipasi agar kamu lebih waspada, sebaiknya amati gejala khasnya sejak dini.

Gejala Khas Penyakit Jantung

American Heart Association mencatat, ada gejala khas yang mesti diwaspadai. Nah, pada kebanyakan kasus, penyakit arteri koroner jantung ini membuat pengidapnya nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, bahkan kelelahan. Segera temui atau tanyakan pada dokter ketika mengalami gejala-gejala itu. 

Tak hanya itu, gejalanya juga bisa berupa jantung berdebar, atau detak jantung justru lambat. Kamu juga bisa mengalami pusing, demam, irama jantung berubah, hingga adanya pembengkakan pada lengan, perut, tungkai, atau sekitar mata.

Gejala lainnya pada penyakit jantung juga seperti nyeri pada bagian leher, rahang, tenggorokan, punggung, dan lengan. Pingsan atau terasa mau pingsan, batuk kering yang tak kunjung membaik, mual dan ruam pada kulit.

Kamu pun mungkin akan mengalami sesak napas atau napas menjadi pendek, tangan dan kaki terasa dingin, dan warna kulit membiru (sianosis) jika menderita penyakit jantung.

Jika sudah mengalami berbagai gejala seperti di atas, segera atasi karena kamu bisa mengalami komplikasi. Komplikasi yang bisa terjadi ini seperti gagal jantung. Gagal jantung terjadi saat jantung tak mampu memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Nah, kondisi ini bisa terjadi akibat penyakit jantung koroner (PJK), infeksi jantung, hingga penyakit kelainan jantung.

Dampak Penyakit Jantung

Serangan jantung juga menjadi satu di antara komplikasi  dan bisa terjadi ketika bekuan darah menghambat aliran darah ke jantung yang sudah menyempit sebelumnya. Hal ini bisa merusak bagian ototnya.

Penyakit Jantung Koroner juga bisa memicu stroke iskemik, kondisi ketika arteri ke otak tersumbat, sehingga tak menerima aliran darah yang cukup. Yang satu ini kondisi ketika terjadinya pembesaran di dinding arteri, bila pecah dapat menyebabkan kematian.

Data  World Health Organization (WHO), setiap tahun ada lebih dari 36 juta kematian di dunia yang diakibatkan oleh penyakit kritis. Penyakit jantung pun menjadi pembunuh nomor dua di Indonesia dan pembunuh nomor satu di Amerika. Tak hanya itu, penyakit ini pun bisa menyerang siapapun, bukan lagi usia lanjut, namun juga usia muda  dan produktif. 

Mengapa usia produktif pun bisa terkena penyakit jantung? Tentu bukan tanpa alasan, apalagi melihat tuntutan hidup dan produktivitas yang sangat tinggi sekarang ini. Jam kerja yang tak seimbang dengan pola hidup sehat membuat banyak orang mengalami masalah kesehatan sejak muda.

Maka, sebaiknya jangan menunggu kamu terkena penyakit jantung di kemudian hari kelak. Jika kamu sudah mempersiapkannya sejak sekarang ini, kamu bisa mendapatkan manfaat proteksi yang lebih di hari yang akan datang. Persiapkan asuransi penyakit jantung mulai dari sekarang.

Untuk kamu yang ingin asuransi kesehatan, coba ajukan di cekaja.com

Tentang Penulis