Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Pup Bayi untuk Mendeteksi Kesehatan Sang Buah Hati

by Kyla Damasha on 20 Desember, 2019

Sering dianggap sepele, nyatanya pup bayi ternyata dapat mendeteksi kondisi kesehatan si kecil lho. Tidak hanya didasari oleh warna, bahkan tekstur dan aromanya pun juga bisa membantu kamu untuk  menandakan penyakit yang tengah dialami oleh bayi.

Selain itu, perlu diketahui pula bahwa seiring dengan pertumbuhan bayi serta pergantian makanan yang ia konsumsi, warna dan tekstur feses pun akan turut mengalami perubahan.

Pada umumnya, pup bayi dan anak-anak biayanya berwarna kuning atau cokelat yang disebabkan oleh sterkobilin atau bagian dari empedu yang dikeluarkan melalui feses.

Namun, ada beberapa kondisi yang harus kamu waspadai juga, khususnya ketika feses bayi mengalami beberapa perubahan yang akan kita bahas kali ini.

Kondisi Pup Bayi yang Dapat Mendeteksi Kesehatan
1. Pup Bayi Keras Bagaikan Kerikil

Ternyata tidak hanya orang dewasa saja yang sering mengalami, bayi pun juga bisa mengalami yang namanya sulit buang air besar atau sembelit. Ketika hal itu terjadi, maka selanjutnya yang dapat dialami yaitu pup bayi akan mengeras bagaikan kerikil.

Nah, hal ini biasanya terjadi ketika kamu memperkenalkan makanan padat atau merubah pola makan sang bayi untuk pertama kalinya.

Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi apabila sang bayi terlalu banyak meminum susu, kurang minum air putih, kurang asupan serat yang berasal dari sayuran dan buah, juga yang diakibatkan oleh efek samping obat-obatan yang dikonsumsi.

Apabila terjadi hanya 1 atau 2 kali saja, kondisi ini masih bisa dianggap normal. Tetapi jika terjadi secara terus menerus, maka mungkin saja karena bayi sensitif terhadap susu atau tidak bisa mengkonsumsi susu formula.

2. Pup Bayi Berwarna Hitam

Ketika baru lahir, biasanya pup bayi akan berwarna hitam dan encer. Namun, jika hal ini justru terjadi secara terus menerus, maka patut diwaspadai. Feses berwarna hitam bisa saja mengindikasi adanya pendarahan gastrointestinal.

Pup Bayi yang berwarna hitam seperti kopi bisa menjadi pertanda bahwa tengah terjadinya pendarahan saluran cerna bagian atas seperti kerongkongan dan lambung.

3. Pup Bayi Berwarna Merah

Jika suatu hari kamu menemukan pup bayi yang berwarna merah dan berkerikil, maka bisa saja itu menandakan adanya indikasi anus robek atau wasir. Selain itu, apabila bercak merah justru bercampur dengan feses normal, maka ada kemungkinan bayi memiliki alergi terhadap protein susu.

Tetapi jika bayi justru mengalami diare dengan bercak merah, maka bisa saja itu terjadi karena sang bayi mengalami infeksi bakteri. Bercak merah yang bercampur lendir dengan konsistensi cair juga bisa menjadi pertanda penyakit disentri.

(Baca juga: Atasi Bayi Demam yang Rewel dengan 7 Cara Berikut Ini)

Waspadalah jika kamu menemukan pup bayi yang berwarna merah segar seperti darah dan menetes, maka hal tersebut bisa menandakan adanya kelainan usus besar bagian bawah seperti polip, hemoroid, atau luka di daerah anus.

4. Pup Bayi Berwarna Putih

Pup bayi yang berwarna putih bagaikan kapur atau berwarna dempul bisa mengindikasikan terjadinya suatu masalah pada pencernaan. Selain itu, hal tersebut juga bisa menjadi pertanda sebuah penyakit langka yang bernama atresia bilier, yaitu adanya penyumbatan saluran empedu pada bayi yang baru lahir. Meskipun penyakit satu ini jarang terjadi, namun atresia bilier merupakan salah satu penyakit serius yang cukup berbahaya.

5. Pup Bayi Berbentuk Jeli Anggur

Inilah salah satu kondisi yang sepertinya harus diwaspadai jika terjadi pada bayi kamu, yaitu ketika pup bayi memiliki tekstur seperti jeli anggur. Kondisi satu ini mungkin bisa menjadi pertanda adanya penyumbatan usus. Jika tidak segera ditangani oleh dokter, maka dapat menimbulkan radang yang membuat usus menjadi membengkak dan robek.

Jenis-Jenis Pup Bayi Normal
  • Pup Bayi Baru Lahir

Biasanya, pup bayi yang baru lahir akan berwarna hijau kehitaman dan lengket layaknya oli motor. Nah, kondisi tersebut dapat disebut sebagai meconium yang terbuat dari cairan amniotic, lendir, sel kulit, dan hal-hal lainnya yang terteral di dalam rahim. Namun, kondisi tersebut dapat berubah secara drastis beberapa hari setelah bayi lahir.

  • Pup Bayi Menyusui

Ketika bayi tengah dalam masa meminum ASI, maka pup bayi yang dapat dikatakan normal akan berwarna kuning mustard, hijau, atau cokelat. Selain itu, teksturnya juga akan cenderung kumuh pucat, hampir serupa dengan tekstur pada saat diare.

  • Pup Bayi Susu Formula

Pada saat bayi mengkonsumsi susu formula, maka pup bayi akan berwarna cenderung kuning atau cokelat pucat seperti selai kacang. Selain itu bentuknya akan lebih besar dan berbau dibandingkan ketika bayi mengkonsumsi ASI.

  • Pup Bayi dengan Mencerna Sebagian Makanan

Ketika bayi baru pertama kali dikenalkan oleh makanan padat, maka mereka tidak sepenuhnya dapat mencerna makanan yang dikonsumsi, sehingga hal tersebut membuat sebagian makanan yang tidak dapat dicerna muncul di dalam pup bayi.

(Baca juga: Standar Berat Badan Bayi Ideal Mulai dari Usia 0-12 Bulan)

Bahkan di beberapa kasus akan terjadi perubahan warna. Namun, tak perlu khawatir karena hal tersebut masih dianggap normal dan wajar.

Jenis-Jenis Pup Bayi Normal Berdasarkan Warna
  • Pup Bayi Berwarna Hijau

Bayi yang sering mengkonsumsi suplemen zat besi akan cenderung memiliki pup berwarna hijau. Selain itu, pup bayi berwarna hijau juga akan terjadi pada bayi berusia 4 hingga 6 bulan yang mengkonsumsi makanan padat dan berwarna hijau, seperti bayam dan kacang serta bubur kacang polong.

  • Pup Bayi Berwarna Oranye, Kuning, dan Coklat

Nah, untuk pup bayi berwarna oranye, kuning, ataupun coklat, hal tersebut sangatlah normal, khususnya untuk bayi yang masih mengkonsumsi ASI dan susu formula.

  • Pup Bayi Berwarna Hitam Darah

Biasanya, pup bayi yang berwarna hitam darah bisa menjadi pertanda bahwa sang bayi menelan darah ketika sedang disusui oleh sang ibu, bisa itu dari puting yang mengalami luka ataupun pembuluh darah kapiler di payudara yang pecah. Meskipun hal ini cenderung tidak akan mengamcam kesehatan sang bayi, namun alangkah baiknya jika kamu melakukan pengecekan ke dokter untuk memastikan bahwa darah yang tertelan memang tidak menimbulkan penyakit yang serius.

Bayi memang cenderung masih rentan dalam terkena berbagai penyakit karena daya tahan tubuhnya yang belum sekuat orang dewasa. Maka dari itu, ada baiknya jika kamu selalu melakukan antisipasi atau berjaga-jaga untuk bisa menjaga kesehatan buah hati tercinta. Salah satunya yaitu dengan memiliki asuransi kesehatan.

Yuk segera ajukan asuransi kesehatan di CekAja.com agar keluarga bisa selalu merasa aman dan terlindungi.

Tentang Penulis

Kyla Damasha

Usia Hanyalah Angka, Wajah Tetap Harus Awet Muda