Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Ragam Harga yang Naik di Tahun 2020 dan Solusi Menghadapinya

by Miftahul Khoer on 24 Januari, 2020

Tahun 2020 disambut dengan beragam harga yang naik di berbagai sektor, seperti yang diumumkan pemerintah. Hal ini membuat masyarakat kelas menengah ke bawah menjerit. Harga-harga yang naik tersebut tak cuma untuk barang saja, tetapi juga di sektor jasa.

harga naik 2020

Inilah beberapa kenaikan harga barang dan jasa yang ‘menyambut’ kamu di tahun ini, berikut ulasannya:

1. Iuran BPJS

Iuran BPJS - Ragam Harga yang Naik di Tahun 2020 dan Solusi Menghadapinya

Tahun ini, iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengalami kenaikan. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, yang ditandatangani Jokowi pada 24 Oktober 2019.

Dengan disahkannya peraturan tersebut, maka iuran BPJS Kesehatan naik sekitar 2 kali lipat. Hal ini akan membuat masyarakat yang berpenghasilan pas-pasan akan pusing untuk membayar iuran BPJS Kesehatan tiap bulannya. Terutama peserta BPJS Kesehatan mandiri. Rinciannya, iuran kelas 1 menjadi Rp160.000 dari sebelumnya Rp80.000. Kelas 2 dari Rp52.000 naik menjadi Rp110.000 dan untuk kelas 3 menjadi Rp42.000 dari Rp25.500.

(Baca juga: Harga Rokok Naik, Pilih Berhenti atau Beralih ke Rokok Lain?)
2. Elpiji 3 kg

Elpiji 3 kg - Ragam Harga yang Naik di Tahun 2020 dan Solusi Menghadapinya

Harga Tabung gas elpiji 3 kg atau yang akrab disebut ‘gas melon’ akan naik di tahun 2020 ini. Hal tersebut karena subsidi untuk ‘gas melon’ akan dicabut oleh pemerintah. Dengan demikian, subsidi tidak lagi diberikan pada barang, tapi langsung kepada yang berhak menerima.

Dengan dicabutnya subsidi ‘gas melon’, maka harga ‘gas melon’ akan disesuaikan dengan harga pasar. Diperkirakan, harga tabung gas 3 kg ini sebesar Rp35.000 per tabung. Sebelumnya masyarakat bisa memperoleh gas melon dengan harga sekitar Rp20.000 hingga Rp22.000. Hal ini akan membuat masyarakat kelas menengah ke bawah kelimpungan.

3. Rokok

Rokok - Ragam Harga yang Naik di Tahun 2020 dan Solusi Menghadapinya

Tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35 persen mulai tahun 2020 ini. Hal tersebut akan berimbas pula pada kenaikan harga jual rokok di pasaran.

Kalau kamu terbiasa merokok, pasti akan merasakan imbasnya karena naiknya harga tembakau. Kamu pasti akan kesusahan kalau harga rokok mulai mahal.

4. Jalan tol

Jalan tol - Ragam Harga yang Naik di Tahun 2020 dan Solusi Menghadapinya

Sejumlah ruas jalan tol pun akan ikut naik pada tahun 2020 ini. Kenaikan tersebut berdasarkan Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Hal ini akan berimbas pada harga distribusi barang maupun angkutan umum yang menggunakan jalur tol. Meskipun tidak melewati tol, maka akan berimbas pada kemacetan di jalur utama, karena jalur tol mulai sepi. Padahal, jalur tol dibuat untuk mengurai kemacetan.

5. Listrik

Listrik - Ragam Harga yang Naik di Tahun 2020 dan Solusi Menghadapinya

Mulai 2020 ini, pemerintah berencana akan menaikan tarif listrik. Rencananya, tarif dasar listrik akan dinaikkan sebesar Rp29.000 atau naik Rp1.000 untuk golongan rumah tangga mampu dengan pemakaian 900 volt ampere (VA).

Namun, ini kajian saja, agar wacana kenaikan tarif tidak salah sasaran. Meskipun begitu, wacana tersebut tetap membuat masyarakat menjadi waswas.

Itulah beberapa dari harga barang dan jasa yang naik pada tahun 2020. Kenaikan harga barang dan jasa akan membuat masyarakat kelas menengah ke bawah harus bekerja ekstra. Kalaupun tidak bisa, maka terpaksa harus mengencangkan ikat pinggang karena tak mampu membeli harga barang dan jasa yang mahal. Hal ini akan membuat angka kemiskinan kembali naik.

Menghadapi Berbagai Kenaikan Harga Barang dan Jasa

Untuk itu, diperlukan berbagai upaya agar bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sudah tidak mungkin jika menggantungkan pada kebijakan pemerintah dalam mengendalikan harga. Sebab, mau harga naik atau turun, kamu akan tetap berdiri di atas kakimu sendiri. Kamu tidak bisa menggantungkan kehidupan kepada pemerintah.

Jadi, kamu musti berpikir keras untuk mengamankan kondisi finansial mengingat banyaknya harga yang naik di tahun 2020. Lalu, apa sajakah penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin mahal? Berikut penjelasannya.

1. Membuka warung kecil-kecilan

Membuka warung secara kecil-kecilan di rumah bisa membantu menambah penghasilan kamu. Kalau ada ruang kosong di rumah, bisa dimanfaatkan sebagai warung untuk menjual barang-barang kebutuhan, seperti sembako.

Kalau kamu tidak mempunyai waktu untuk mengurusi warung karena kamu harus bekerja, maka kamu bisa meminta bantuan orang di rumah untuk menjaga warung. Nanti hasilnya bisa digunakan untuk membayar kebutuhan.

2. Membuka les

Kalau kamu mempunyai kemampuan tertentu, seperti matematika, bahasa Inggris, dan lain-lain, maka kamu bisa membuka les privat untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kamu bisa mengajar ketika di waktu senggang, baik itu mendatangi murid atau meminta murid datang ke tempat kamu. Besarannya pun bisa kamu tentukan.

Kamu pun bisa memasang tarif sesuai dengan kebutuhan atau lamanya jam privat. Yang perlu diingat, kamu mungkin perlu membutuhkan tenaga yang prima, karena kamu melakukannya setelah bekerja seharian.

(Baca juga: 10 Cara Sederhana Menghemat Uang Belanja Bagi Ibu Rumah Tangga)
3. Membuka jasa desain

Selain membuka les privat, kamu juga bisa membuka jasa desain, seperti desain logo, brosur, spanduk, dan lain-lain. Jasa desain ini pun mempunyai tarif yang lumayan. Sehingga, bisa membantu kamu buat mendapatkan penghasilan tambahan di tengah naiknya harga-harga.

Meskipun begitu, jasa desain ini juga membutuhkan skill yang mumpuni. Kamu juga harus mempunyai peralatan penunjang seperti komputer atau laptop, agar kamu bisa nyaman membuat desain tanpa harus keteteran.

4. Menulis

Kalau kamu suka menulis, tidak ada salahnya kalau kamu membuat sebuah tulisan, lalu mengirimkannya ke media massa. Kamu bisa mengulas tentang apapun, baik itu opini, cerita pendek, artikel keuangan, kesehatan, hukum, sosial, travelling, maupun berupa berita, yang semuanya tergantung dari permintaan dari media itu sendiri.

Biasanya, media massa akan membayar Rp50.000 hingga Rp1,5 juta untuk satu artikel atau cerita pendek yang dimuat. Hal ini sangat menguntungkan buat kamu kalau membutuhkan penghasilan tambahan.

5. Menjual barang bekas

Kalau kamu mempunyai banyak barang bekas yang tak terpakai di rumah, maka kamu bisa menjualnya dan mendapatkan uang. Ketimbang barang-barang bekas kamu menumpuk di rumah dan memenuhi gudang, tidak ada salahnya untuk dijual kembali.

Biasanya, barang-barang bekas yang dijual adalah pakaian-pakaian yang sudah tidak muat lagi, ataupun barang elektronik yang masih bisa digunakan.

Kamu bisa menjualnya di pasar-pasar loak atau barang bekas, melalui marketplace, ataupun media sosial kamu. Meskipun bagimu barang tersebut sudah tidak terpakai, tapi bagi orang lain pasti akan sangat membutuhkan barang tersebut.

6. Membuka jasa katering

Kalau kamu hobi dan jago masak, maka kamu bisa membuka jasa katering atau warung makan semacam warteg. Saat ini banyak yang membutuhkan jasa katering atau makanan cepat saji untuk berbagai keperluan acara.

Kamu bisa mengajak kerja sama berbagai macam instansi, supaya ketika mereka mengadakan acara dan membutuhkan konsumsi, kamu bisa ambil bagian dengan menyediakan makanannya. Selain itu, kamu juga bisa menawarkan jasa menyediakan sarapan. Hal ini tentunya akan menambah penghasilan kamu.

Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menambah penghasilan, di tengah banyaknya harga barang dan jasa yang naik di tahun 2020. Untuk itu, kamu harus pandai-pandai mencari celah agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Selamat mencoba!

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.