Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Raisa Bawa Anak ke LN, Ini Tips Naik Pesawat Jarak Jauh dengan Bayi

by Sindhi Aderianti on 21 Oktober, 2019

Beberapa waktu lalu, penyanyi cantik Raisa melakukan business trip ke Amerika Serikat. Raisa mengajak putrinya Zalina yang masih bayi, tepatnya berusia 5 bulan saat itu, naik pesawat jarak jauh. Long-haul flight dengan bayi? Siapa takut!

bayi naik pesawat

Long-haul flight merupakan istilah yang berarti penerbangan panjang. Suatu penerbangan bisa dikategorikan long-haul apabila durasi terbangnya mulai dari 6 jam hingga seharian penuh, ditambah waktu transit bila ada.

Pada trip Raisa dan Zalina yang kala itu terbang ke Los Angeles, Amerika Serikat, jelas termasuk long-haul flight. Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju LAX Airport rerata ditempuh dalam waktu kurang lebih 21 jam, dengan transit umumnya di satu negara. Wow, lama bukan main! Penentuan negara transit bergantung pada hub maskapai. Semisal naik pesawat asal Jepang, berarti penumpang harus transit di Tokyo terlebih dulu selama 2-3 jam.

Tidak mudah pastinya melewati long-haul flight, terlebih bagi orangtua yang membawa serta si kecil. Perlu banyak persiapan dan siasat agar bayi merasa lebih tenang, happy, dan anteng selama di perjalanan. Jangan keburu panik! Anak bukan penghalang untuk tetap liburan ke negara impianmu. Berikut tips agar ‘lulus’ memboyong bayi naik pesawat berjam-jam seperti Raisa:

1. Konsultasi ke dokter spesialis anak

Tidak ada batasan usia yang diperbolehkan untuk bayi naik pesawat. Selama bayi tidak ada masalah kesehatan, ia bebas menempuh perjalanan udara. Namun, sebagian maskapai biasanya menyarankan usia minimum tiga bulan. Nah, untuk mengetahui apakah bayi sedang dalam kondisi memungkinkan untuk bepergian, sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

(Baca juga: Tips Lengkap Menenangkan Bayi Nangis di Pesawat Tanpa Harus Emosi)
2. Datang cepat, check in lebih awal

Untuk mengantisipasi hal-hal tak diduga, datanglah lebih cepat. Setidaknya 2-3 jam sebelum waktu boarding, kamu sudah ada di airport. Terlebih kamu harus drop barang-barang di bagasi terlebih dulu. Jadi dalam spare waktu tersebut, kamu bisa melakukan banyak kepentingan seperti check in untuk memilih tempat duduk yang nyaman. Kalau urusan check in dan bagasi ini sudah beres, tinggal urus kemauan anak, cari makan atau ngopi, santuy deh!

3. Request leg-room seat dan bassinet

Setelah membeli tiket, jangan lupa request leg-room seat agar space tempat dudukmu di pesawat lebih luas. Ini hanya berlaku untuk penumpang kelas ekonomi ya. Selain itu, minta sediakan bassinet (tempat tidur bayi) juga. Request tersebut hanya bisa dilakukan seminggu sebelum keberangkatan di kantor maskapai atau saat check in langsung. Ketersediaan bassinet ini sistemnya ‘siapa cepat dia dapat’, jadi usahakan untuk datang ke bandara lebih awal.

4. Pilih flight di jam tidur bayi

Ketika membeli tiket, pastikan kamu memilih jam penerbangan di waktu tidur bayi. Umumya sih long-haul flight hanya memiliki jam terbang pukul 10 malam ke atas. Satu hal lagi, jika sebelumnya kamu lebih memilih untuk naik maskapai berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC) demi menghemat biaya, kali ini pilihlah maskapai full-service demi kenyamanan anak karena ada fasilitas-fasilitas menguntungkan untuk kamu dan si kecil yang tak ditemukan di LCC.

5. Bawa mainan kesukaannya

Makanan favorit hampir selalu berhasil mengalihkan perhatian anak saat mulai rewel. Fokus pada mainan akan membuatnya tidak mudah terganggu oleh keadaan sekitarnya, termasuk suasana di pesawat yang terlihat asing. Selain mainan, tablet yang berisi video favorit si kecil juga bisa diandalkan. Pada kondisi ini, screentime sah-sah saja demi menjaganya tetap merasa nyaman seperti berada di rumah.

6. Kenakan earmuff

Sebelum bayi memberi sinyal tak nyaman pada telinga akibat tekanan udara atau suara bising mesin pesawat, pakaikan ia earmuff. Earmuff adalah penutup telinga berbentuk headphone yang berguna untuk meredam kebisingan dan rasa nyeri dari telinga anak. Jika bayi tak terbiasa dan malah rewel, kamu bisa mengganti earmuff dengan topi atau bandana untuk anak perempuan.

7. Menyusui waktu take off dan landing

Perbedaan tekanan udara yang terjadi akan membuat telinganya tidak nyaman. Maka itu saat lepas landas (take off) dan pendaratan (landing), berikan si kecil ASI secara langsung. Selain membuatnya nyaman dan menghilangkan haus, dengan menyusui ada refleks menelan yang otomatis bisa memulihkan rasa budeg atau nyeri pada telinga. Jika tidak menyusui langsung, minumkan dari botol pun tak masalah.

8. Beli atau sewa bedbox

Kalau naik pesawat kelas ekonomi tak memungkinkan penumpang untuk selonjoran, beli atau sewa bedbox saja. Bedbox adalah koper anak-anak yang bisa disulap menjadi penyambung seat di pesawat. Dengan benda ini, kamu bisa tetap meniduri anak seperti di kasur yang lega. Bedbox juga bisa menjadi solusi terbaik jika kamu kehabisan bassinet atau terpaksa pesawat naik low cost carier.

9. Siapkan tas kebutuhan bayi ukuran cabin

Tas berisi kebutuhan bayi, jangan sampai tertinggal. Semua harus lengkap, bila perlu double it untuk jaga-jaga kalau hilang nantinya. Lebihkan stock diaper, karena faktor tekanan udara biasanya membuat bayi lebih mudah buang air. Bawa minyak-minyak yang bisa menghangatkannya agar tidur lebih nyenyak.

10. Gendong saat boleh lepas seat belt

Alasan bayi menangis sebenarnya simpel. Mereka hanya merasa lapar, bosan, kesepian, satau mengantuk. Selain menyusui, gendong adalah cara lain yang juga ampuh untuk menenangkannya. Jangan malu untuk menggendong si kecil dengan kain favorit dan sesekali berjalan menyusuri aisle pesawat. Tapi pastikan kamu melakukannya ketika tanda wajib memakai seat belt sudah dipadamkan.

Long-haul flight dengan bayi memang lebih menantang. Namun bukan berarti kamu harus menghindarinya dan menunda traveling sampai ia tumbuh besar. Intinya, persiapkan segala hal yang bersangkutan dengan kenyamanan sang buah hati sematang mungkin. Liburan terealisasi, bayi pun tetap nyaman selama di perjalanan.

(Baca juga: Bawa Bayi Mudik dengan Mobil? Jangan Lupa Bawa Barang Ini)

Sudah siap bawa bayi untuk naik pesawat jarak jauh? Agar jalan-jalanmu lebih aman, miliki asuransi perjalanan agar segala risiko tak terduga yang mungkin terjadia, bisa ditanggung penuhnya. Semisal delay pesawat atau kehilangan bagasi. Dapatkan asuransi tersebut hanya melalui CekAja.com!

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.