Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Ramai Virus Corona, Intip Sejarah Wabah Penyakit Paling Mematikan

by Tisyrin N. T on 29 Januari, 2020

Belakangan, dunia ramai membicarakan tentang virus corona jenis baru yang mulanya teridentifikasi di Wuhan, China. Berdasarkan data terbaru, kasus virus corona yang telah dikonfirmasi di seluruh dunia mencapai 6.057. Sementara jumlah korban meninggal mencapai 132 orang. Tahukah kamu, jauh sebelum virus corona muncul, pernah ada beberapa wabah yang terbilang paling mematikan di dunia?

kanker prostat

Pengertian Wabah

Kasus virus corona Wuhan yang telah menyebar ke belasan negara memang sudah tergolong wabah.  Menilik Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wabah memiliki arti penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar orang di daerah yang luas (seperti wabah cacar, disentri, kolera); epidemi.

Penyakit dapat dikatakan telah menjadi wabah apabila memenuhi salah satu syarat tertentu. Pertama adalah apabila sudah lama tidak pernah terjadi di tengah masyarakat. Syarat lainnya bisa dikatakan wabah apabila datang penyakit baru. Selanjutnya, dapat dikatakan wabah apabila penyakit tersebut adalah baru pertama kali menjangkiti masyarakat di suatu daerah.

Maka dari itu, keberadaan virus corona misterius Wuhan jelas tergolong wabah karena tergolong jenis virus baru. Virus corona Wuhan menimbulkan penyakit yang mirip pneumonia. Namun, dikatakan para ahli bahwa pneumonia biasa berbeda dengan pneumonia Wuhan. Vaksin terkait pneumonia yang telah ada pun tidak mampu mengatasinya.

(Baca  juga: Gejala Infeksi Virus Corona)

Flu Spanyol hingga Black Death

Nah, rupanya, penyakit flu yang kini bisa dikatakan tergolong penyakit biasa, pernah jadi wabah yang mematikan. Selain itu, ada wabah penyakit lain yang pernah terjadi di dunia yang juga tak kalah mematikan

1. Flu Spanyol (1918)

Flu Spanyol (Spanish influenza) disebut-sebut sebagai gelombang flu pertama yang pernah terjadi di dunia. Wabah flu Spanyol ini salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. Munculnya flu Spanyol pertama kali pada tahun 1918, menyebar cepat di berbagai wilayah dunia.

Wabah flu Spanyol terjadi bersamaan dengan Perang Dunia I. Historia melansir asal-muasal virus ini masih jadi perdebatan. Meski dinamai flu Spanyol tidak satu pun teori menyebutkan Spanyol sebagai tempat asal virus tersebut.

Gina Kolata lewat buku Flu: The Story of the Great Influenza Pandemic of 1918 and the Search for the Virus that Caused It menjelaskan alasan pemberian nama flu Spanyol. Hal tersebut berasal dari pemberitaan media-media Spanyol yang saat itu sirkulasinya cukup terbuka akibat netralitas negara dalam PD I. Pemberitaan pun menyebar ke luar Spanyol sehingga membuat wabah tersebut dikenal dengan nama flu Spanyol.

Flu yang menular dengan cepat membuat jumlah korban sangat tinggi. Jumlah korban yang terkontaminasi virus itu mencapai 1 miliar orang  atau 60 persen dari total populasi dunia saat itu. Masih seperti dilansir Historia, jumlah korban tewas diperkirakan mencapai 21 juta jiwa (menurut John Barry) hingga 50-100 juta jiwa (menurut Nial Johnson dan Juergen Mueller).

Flu Spanyol merenggut nyawa sekitar dua persen populasi dunia dalam kurun waktu Maret 1918-September 1919. Kala itu, populasi dunia sekitar 1,7 miliar orang. Para ahli mengambil kesimpulan, flu Spanyol adalah penyakit menular paling mematikan dalam sejarah umat manusia.

2. Wabah Yustinianus

Sebuah peristiwa yang dikenal sebagai wabah Yustinianus terjadi di Constantinopel tahun 542 M. Seperti dilansir Kumparan, Stephen J. Spigensi dalam buku 100 Bencana Terbesar Sepanjang Masa menyebutkan penyakit yang muncul diyakini adalah pes. Karena berdasarkan catatan sejarah, gejalanya adalah pembengkakan jaringan kelenjar di ketiak, pangkal paha, dan tenggorokan. Gejala lainnya sakit leher, mengigau, muntah darah, diare,  rasa sakit di seluruh tubuh, dan adanya bagian tubuh yang melepuh menjadi kehitaman.

Bahkan, tak sedikit korban hilang kesadaran dan mengalami koma. Wabah penyakit pes ini diyakini berasal dari wilayah Mesir dan Etiopia. Penyakit dibawa oleh kutu yang ada pada tubuh tikus dan tiba di Constantinopel melalui kapal-kapal dagang.

Wabah ini diperkirakan menghabiskan nyawa lebih dari 300.000 orang dalam setahun. Pada  suatu waktu, 10.000 orang tewas dalam waktu seminggu. Kala itu, pemandangan pemakaman massal adalah hal biasa. Tak sedikit rumah dipenuhi mayat membusuk.

Pada masa pemerintahan Kaisar Yustinianus saat wabah terjadi, diperkirakan populasi rakyat Constantinopel berjumlah 500.000 orang. Wabah pes melenyapkan hampir 60 persen dari jumlah populasi. Tak berhenti di Constatinopel, wabah pes menyerang wilayah Prancis, Spanyol, Italia, Swedia, dan Jerman. Tercatat pula telah menyebar ke wilayah Inggris dan Irlandia pada 544 M.

(Baca juga: Awal Mula Virus Corona)

3. Black Death (1348)

Bukan cuma di Constatinopel, wabah penyakit pes juga pernah terjadi di Eropa. Kengerian dalam sebuah peristiwa yang dikenal dengan black death tersebut banyak diabadikan pada tulisan dan lukisan. Wabah ini muncul di wilayah Eropa pada 1348 sampai 1351.

Historia melansir, ketika mewabah pada abad ke-14, black death membunuh 50 juta orang atau mengurangi 60 persen populasi Eropa. Mengingat penyakit tersebut tersebar melalui kutu tikus, pes di Eropa hanya muncul ketika suhu menghangat lalu menghilang ketika musim salju.

Penyebab pes adalah bakteri yersinia pestis yang ada di kutu tikus, khususnya tikus hitam yang suka tinggal di dekat manusia.  Kulit penderita pes biasanya menghitam di bagian jari tangan, jari kaki, atau ujung hidung. Jaringan yang mati membuat warna kehitaman muncul.

Itulah beberapa wabah penyakit mematikan yang pernah terjadi di dunia. Selalu lindungi keluargamu dengan asuransi kesehatan terbaik! Cek pilihannya di CekAja.com!

Tentang Penulis

Tisyrin N. T

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.