Remdesivir Obat Resmi Corona yang Digunakan Amerika Serikat

4 min. membaca Oleh Estrin Vanadianti Lestari on

Disetujui BPOM Amerika Serikat, Remdesivir merupakan obat corona, yang resmi digunakan AS, untuk tangani Covid-19 yang masih melanda negaranya. Setidaknya, para peneliti dari seluruh dunia berlomba-lomba, mencari obat atau vaksin untuk Covid-19, dan kabar baik datang dari sebuah perusahaan biofarma Gilead di AS, untuk penemuan Remdesivir obat resmi corona.

Remdesivir Obat Resmi Corona yang Digunakan Amerika Serikat

Adapun total kasus terinfeksi virus corona di seluruh dunia, sudah mencapai 7,98 juta (update, 15/6/2020). Sungguh jumlah yang sangat banyak, sehingga pencarian obat masih terus dilakukan, meski Remdesivir obat resmi corona sudah mulai didistribusikan ke sejumlah negara seperti ke AS, dan kabarnya Jepang juga mulai ikut gunakan.

Remdesivir Obat Resmi Corona, Awalnya untuk Mengobati Ebola

Tidak secara kebetulan diciptakan, dilansir dari Kompas.com, Remdesivir awalnya dikembangkan oleh Gilead Sciences, perusahaan besar farmasi di AS. Bukan untuk corona, Remdesivir saat itu dikembangkan untuk mengobati pasien Ebola.

Hingga pada akhirnya, wabah Covid-19 muncul dan mengancam nyawa jutaan orang, sehingga Remdesivir pun diuji coba untuk mengobati pasien Covid-19. Bagaimana hasilnya? Pasien yang diobati dengan Remdesivir kabarnya membaik.

Dengan adanya uji coba tersebut, akhirnya Gilead Sciences pun menyetujui dan mendukung Kementrian Kesehatan China, untuk melakukan uji klinis terhadap obat resmi corona ini.

(Baca Juga: Pilihan Asuransi Terbaik saat New Normal)

Remdesivir Dikombinasi dengan NHC

Kombinasi Remdesivir dan NHC juga dilakukan, karena penambahan senyawa NHC disebut bisa melawan virus corona. Selain itu senyawa NHC juga diketahui mampu menghalangi replikasi virus, dengan mengganggu kemampuan mereka dalam melakukan mutasi genetik.

Namun, di sisi lain, Remdesivir dan NCH, dianggap akan lebih efektif juga diterapkan langsung pada pasien virus corona. Pasalnya, obat ini bisa dinilai sebagai tindakan terapi ganda untuk mencegah sekaligus mengobati penyakit.

Remdesivir Ditujukan untuk Mengobati Pasien Corona Gejala Parah

Pasien corona dengan gejala yang parah di sini didefinisikan sebagai pasien yang memiliki kadar oksigen darah rendah, membutuhkan terapi oksigen, hingga menggunakan ventilator.

Menurut kepala yang membuat Remdesivir ini juga, mengatakan bahwa obat resmi corona ini ditujukan untuk mengurangi waktu pemulihan pada pasien Covid-19.

Dilansir dari Cnnindonesia.com, CEO Gilead Sciences, yakni Daniel O’Day, mengatakan bahwa perusahaan telah mendonasikan seluruh pasokan obat yang ada – 1,5 juta botol. Di mana pasokan Remdesivir obat resmi corona tersebut cukup untuk mengobati 100.000 hingga 200.000 pasien.

Mulai Didistribusikan Secara Luas di AS

Dilansir dari dunia.tempo.co Remdesivir obat resmi corona, sudah mulai didistribusikan secara luas di Amerika Serikat. Departemen Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat Amerika (HHS), juga menerangkan bahwa sekiranya ada 600.000 vial Remdesivir, yang sudah siap didistribusikan.

Namun, HHS menambahkan bahwa 600.000 vial tersebut, tidak didistribusikan secara serentak, tetapi secara bertahap, yakni sekitar 100.000 vial per pekan.

Gilead Sciences, Siapkan Stok Khusus untuk Pasien Corona di Luar AS

Kurang lebih ada 900.000 vial Remdesivir, telah disiapkan, dan didistribusikan ke berbagai negara dalam waktu dekat.

Untuk pembagian lokasinya, Departemen Kesehatan di tiap negara bagian lah, yang akan menentukan rumah sakit mana yang diprioritaskan untuk mendapatkan Remdesivir, serta jumlah kebutuhannya.

4 Obat Corona yang Dikembangkan di Dunia Selain Remdesivir

  • Hydroxychloroquine

Dikembangkan oleh: Negara bagian New York dan lainnya

Pengembangan: Sedang dilakukan berbagai uji klinis

Obat corona yang sedang dikembangkan selain Remdesivir ini adalah Hydroxychloroquine. Obat Hydroxychloroquine dikenal sebagai obat malaria berumur beberapa dekade, yang digembar-gemborkan oleh Presiden AS Donald Trump sebagai “game-changer”, di mana obat ini memiliki potensial dalam memberantas COVID-19.

Meski belum terbukti bisa menangi Covid-19, obat ini nyatanya baru berkerja dalam mengobati Lupus dan rheumatoid arthritis. Namun, sejumlah studi yang diterbitkan di Perancis dan China, tentang penggunaan obat ini, telah meningkatkan harapan bahwa obat tersebut dapat membantu melawan virus.

Namun, di sisi lain hydroxychloroquine, yang diproduksi dengan nama merek Plaquenil oleh produsen obat Prancis Sanofi, dapat memiliki efek samping, berupa kelemahan otot dan aritmia jantung.

  • Favipiravir

Dikembangkan oleh: Zhejiang Hisun Farmasi

Pengembangan: Uji coba tahap tengah

Obat corona yang juga sedang dalam tahan pengembangan ini adalah Favipiravir. Di mana obat ini merupakan obat anti-flu, yang dijual oleh Fujifilm Holding dengan nama Avigan.

Sedang diuji di China oleh para peneliti, obat ini diharapkan bisa gunakan dalam memerangi virus corona. Namun, sebagian besar data praklinis favipiravir berasal dari aktivitas influenza dan Ebola. Meski begitu, menurut peneliti Jepang, obat tersebut juga menunjukkan aktivitas luas terhadap virus RNA lainnya.

  • Kevzara

Dikembangkan oleh: Regeneron dan Sanofi

Pengembangan: Uji klinis

Pada bulan Maret, Regeneron dan Sanofi memulai uji klinis obat rheumatoid arthritis Kevzara pada pasien COVID-19. Hasilnya, obat ini mampu menghambat jalur yang berkontribusi, pada peradangan paru-paru pada pasien COVID-19.

(Baca Juga: Batas Usia Maksimum Mengajukan Asuransi, Jangan Takut Terlambat!)

  • Baricitinib

Dikembangkan oleh: Eli Lilly

Pengembangan: Uji klinis

Sudah masuk dalam tahap uji klinis, Eli Lilly, dalam kemitraan dengan Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, sedang melihat apakah obat rheumatoid arthritis baricitinib, efektif dalam melawan virus corona.

Pasalnya, perusahaan tersebut memiliki teori bahwa, efek anti-inflamasi baricitinib dapat mengekang reaksi tubuh terhadap virus.

Bagaimana dengan informasi di atas? Semoga penemuan Remdesivir obat resmi corona ini, bisa menjadi kabar baik untuk seluruh pasien Covid-19 yang ada di dunia ya. Meski belum didistribusikan ke Indonesia, kita harus tetap semangat untuk memerangi wabah ini, agar cepat usai dan kembali normal.

Dengan tetap menjaga kesehatan, kebersihan, jaga jarak, dan rajin cuci tangan, membuat kita satu langkah lebih sehat dan virus corona sulit untuk menjangkit. Tidak lupa juga untuk melindungi diri dan kondisi finasial mu dengan asuransi kesehatan.

Dengan asuransi kesehatan, kamu bisa merasa terlindungi dari berbagai risiko penyakit, termasuk virus corona. Jadi siapkan mulai sekarang, terlebih saat kehidupan sudah mulai memasuki Era The New Normal.

Yuk, ajukan asuransi kesehatan terbaik pilihanmu, hanya di situs CekAja.com!